Pemain Belakang Roma Pasrahkan Masa Depannya Ditangan Manajemen Klub

Kostas Manolas AS Roma to Arsenal Chelsea, Kostas Manolas AS Roma, to Arsenal Chelsea, Kostas Manolas. Roma to Arsenal Chelsea, Kostas Manolas to Arsenal Chelsea, AS Roma
Kostas Manolas Diburu Arsenal Atau Chelsea

Pemain lini bertahan dari AS Roma yaitu Kostas Manolas, belum lama ini mengungkapkan tentang kepasrahannya tentang masa depannya di Olimpico. Pasalnya belakangan ia dikabarkan menjadi buruan klub papan atas sepak bola di Eropa terutama Liga Inggris.

Pemain yang bergabung dengan Roma sejak tanggal 15 Agustus 2014 tersebut ditebus dengan nilai 15 juta Euro dari sebuah klub yang bermain di Superleague Greece yaitu Olympiacos F.C. Dan dengan berjalannya waktu keahliannya meningkat. Dan akhir-akhir ini Ia pun menjadi sorotan karena kelihaiannya dalam menguasai pertahanan terutama disisi tengah gawang.

Pemain berkebangsaan Yunani tersebut memang dikabarkan akan dilminati dalam bursa transfer musim panas mendatang, dan Ia pun disebutkan akan pergi dari klub yang ia bela selama hampir tiga musim. Beberapa klub yang tertarik dengan dirinya antara lain Manchester United, Arsenal dan peringkat pertama saat ini di Premier League yaitu Chelsea.

Hanya saja sang pemain bernomor punggung 44 tersebut, secara tersirat masih ingin bermain di Roma. Ia pun mengatakan bahwa pada dasarnya keputusan masa denpannya ada ditanngan manajemen Roma dan Ia tak mempermasalahkan hal tersebut, apalaj Ia masih diperlukan di lini belakang klubnya ataupun harus menjual dirinya untuk mendapat penggantinya yang lebih baik.

Ia membeberkan kepada media Goal International, “Masa depan karir saya di tangan manajemen Roma. Seandainya mereka ingin mempertahankan saya, mereka tentu tahu apa yang harus dilakukan. Demikian juga sebaliknya, Jika mereka ingin melepas saya, saya tidak bisa mencegah itu,”.

Sang pemain berusia 25 tahun tersebut pun juga mengemukakan pendapatnya tentang target timnya yang dirasa sulit untuk meraih juara liga domestik pada musim ini. Ia pun mengatakan, “Sulit untuk mengatakan kami menargetkan Scudetto, karena Juventus amat kuat, seperti yang kita lihat, mereka tidak kehilangan poin.”

Mesekipun begitu Ia pun tetap positif untuk tetap optimis di dua kompetisi lainnya yaitu Liga Champions dan Coppa Italia seperti yang dikatakannya, “Target kami adalah kembali ke Liga Champions dan kami akan menghadapi semifinal Coppa Italia melawan Lazio. Kami bisa membalikkan kekalahan 0-2 di leg pertama, mengingat kami adalah tim yang lebih kuat dan kami harus membuktikan itu di atas lapangan.”.

Madrid Akan Hadapi Klub Mantan Pelatihnya

Carlo Ancelotti And Zinedine Zidane, Carlo Ancelotti, Zinedine Zidane, real Madrid, Carlo Ancelotti Zinedine Zidane Real Madrid, Bayern Munchen, Real Madrid VS Bayern Munchen
Carlo Ancelotti Vs Zinedine Zidane

Dalam beberapa pekan kedepan Real Madrid telah berhasil lolos ke babak perempat final Liga Champions, setelah sebelumnya mampu menaklukkan Napoli dengan agregat 6-2. Kali ini mereka akan dijadwalkan untuk menghadapi Bayern Munchen, tim yang saat  ini diracik oleh pelatih lamanya, Carlo Ancelotti.

Pertandingan pada tanggal 13 April 2017 mendatang, Madrid berusaha tetap terus melaju untuk mempertahankan gelar Liga Champions yang sebelumnya mereka raih bersama pelatihnya saat ini yaitu Zinedine Zidane, padahal Ia merupakan pelatih baru Madrid yang diangkat untuk menggantikan Rafael Benítez, pelatih yang juga ditunjuk menggantikan Aneclotti.

Kemudian Ancelotti pun setelah jeda semusim akhirnya bergabung mengasuh Bayern Munchen menggantikan Pep Guardiola yang direkrut oleh Machester City dan hingga saat ini mampu membawa timnya menjadi peringkat pertama di Liga Jerman dan terpaut jauh 13 poin dengan peringkat dibawahnya untuk 9 pertandingan yang tersisa.

Saat Ancelotti masih mengasuh Madrid, ia pernah memenangkan La Decima pada tahun 2014. (La Decima adalah piala Liga Champions ke-10).  Zidane pun saat itu sempat menjadi asisten dari pelatih berkebangsaan Italia dan belajar banyak. Dan hasilnya Zidane juga pernah memenangkan liga tersebut di musim perdana kepelatihannya.

Toni Kross selaku pemain gelandang Madrid, sempat mengungkapkan perbedaan antara keduanya karena ia pernah mengalami pelatihan dari kedua pelatih tersebut. Pemain yang juga mantan Bayern Munchen pun membeberkan kepada Goal International. “Zidane memberikan ide yang begitu jelas kepada para pemain Madrid. Dia tidak butuh 20 menit pidato motivasi, dia tidak butuh itu. Kehadirannya saja sudah bisa membantu dia meraih apa yang ia inginkan – karakter yang ia punya sudah bersinonim dengan sukses.”

Ia pun juga mengungkapkan kelebihan dari pelatih lamanya. “Ancelotti banyak berbicara dengan para pemainnya, membentuk hubungan yang amat erat dan ruang ganti Real Madrid sehingga amat sedih ketika klub memutuskan dia harus pergi.”.

Pertandingan pemuncak klasemen di Liga Spanyol dan Liga Jerman dipastikan akan sangat menegangkan karena mereka akan membuktikan kekuatan liga manakah yang mampu mengungguli rivalnya. Selain itu perasaan emosional saat menghadapi mantan pelatihnya tentu akan menjadi taruhan juga untuk para pemain Madrid memenangkan pertandingan tersebut.

Inilah Dua Penyesalan Totti Selama Membela Roma

Francesco Totti AS Roma to Real Madrid, Francesco Totti AS Roma to Real Madrid, Francesco Totti, AS Roma to Real Madrid, Francesco Totti AS Roma, to Real Madrid, Francesco Totti to Real Madrid, AS Roma
Francesco Totti AS Roma to Real Madrid

Francesco Totti yang merupakan selaku pemain setia di AS Roma telah menjalani karir profesionalnya membela klub tersebut dari 1992. Bahkan sebelumnya di karir juniornya, ia juga sempat bermain bersama Akademi Roma selama tiga musim. Dan hingga kini pemain yang saat ini sudah berusia 40 tahun tersebut malah sangat melekat dengan klub tersebut dan malah menjadi icon.

Selama masih berada di Roma, ia mampu tampil dengan baik hingga saat ini hanya saja frekuesinya bertanding tak sesering dulu. Dengan kemampuannya menjebol gawang lawan, tak jarang ia menerima tawaran dari klub lainnya bahkan sekelas Real Madrid.

Tawaran untuk bermain di Madrid tentu bagi sebagian pemain adalah suatu yang sangat membanggakan. Jarang ada yang pemain yang menolak untuk dipinang Madrid. Walaupun Totti pernah menolak tawaran tersebut ternyata hal itu membuatnya sedikit terbesit penyesalan.

Ia pun mengatakan, “Beberapa tahun yang lalu, saya sudah hampir gabung dengan Real Madrid. Saya sudah merenungkan, pergi dari Roma dan bergabung ke Madrid,”.

Kejadian tersebut terjadi sekitar tahun 2003 silam dimana waktu itu Roma masih diasuh oleh pelatih asal Italia yaitu Fabio Capello. Saat itu Madrid sedang mengalami masalah internal dengan pemecatan pelatihnya Vicente del Bosque dan akhirnya diikuti oleh beberapa pemain yang meninggalkan Madrid. Dan setelah momen tersebut, Los Blancos mengadakan perekrutan besar besaran terutama pemain bintang yang dikenal dengan Los Galacticos.

Namun dengan menolak bermain dengan Real Madrid saat itu, maka ia melewatkan peluang untuk bermain dengan Ronaldo yang menurutnya sang pemain asal Brasil itu merupakan striker terbaik saat itu bahkan ia sangat mengidolakannya. Dan ternayta hal tersebut menjadi sebuah penyesalan baginya.

Ia mengatakan, “Saya benar-benar sudah dekat. Saya tidak akan pindah ke klub Italia untuk menghormati para warga Roma. Penyesalan saya adalah tidak bisa bermain dengan Ronaldo, yang berasal dari Brasil,”.

Selain itu, ternyata Totti juga memiliki penyesalan lainnya hingga saat ini. Pemain yang telah menjadi pencatat gol terbanyak di Roma tersebut memang telah beberapa kali membantu timnya meraih gelar juara di berbagai kompetisi namun ternyata ada satu yang mampu belum ia raih. Ia mengatakan, “Penyesalan saya yang lain tidak bisa memberikan gelar Liga Champions pada AS Roma,”.

Wapres Inter Masih Kagumi Permainan Dybala

Paulo Dybala Juventus, Paulo Dybala, Juventus, Palermo, Juventus vs Palermo, Serie A
Paulo Dybala Juventus

Javier Zanetti selaku wakil Presiden dari Inter Milan, baru baru ini menceritakan tentang keinginan klub yang sempat gagal dalam meraih pemain idamannya. Mereka ternyta pernah menginginkan jasa dari penyerang dari Palermo dua musim lalu yaitu Paulo Dybala, sebelum akhirnya sang pemain memutuskan untuk bergabung ke jawara Liga Italia tersebut.

Memang saat itu tepatnya bursa transfer musim panas 2015 lalu, pemain muda yang kini berusia 23 tahun tersebut telah banyak dibidik oleh klub papan atas Eropa terutama klub yang berada di Liga Inggris. Hal itu dikarenakan sang pemain mampu menampilkan performa yang ciamik saat Ia masih membela Palermo di musim sebelumnya.

Hanya saja sayangnya sang rival mereka ternyata lebih mampu membuat Dybala tergoda untuk ke Turin dengan harga tebusan 30 juta pounsterling dengan masa kontrak selama lima tahun. Dan ternyata sang pemain mampu menonjol dalam pertandingan bersama Juventus sejak ia didatangkan. Ia pun sering menjadi andalan pelatihnya saat ini yaitu Massimiliano Allegri.

Roberto Mancini yang pernah menjadi pengasuh dari Inter dan saat itu masih menjabat sebagai pelatih, pernah mengatakan bahwa klubnya memang sudah memiliki keinginan untuk mendapatkan jasa sang pemain muda Palermo tersebut. Dan kini Wakil Presiden Inter pun, juga sempat mengatakan hal yang senada.

Sang wapres itu mengatakan kepada media Diario La Voz, “Saat Ia masih di Palermo, kami hampir mendapatkannya, namun pada akhirnya kami tidak berhasil. Sekarang dia bermain di tim rival, namun kami tak pernah berhenti mengaguminya,” .

Ia pun menambahkan, “Apa yang ia lakukan di timnas sungguh indah, kami berharap dia bisa terus seperti itu dan memberikan kami banyak kepuasan.”.

Saat ini sang pemain yang berposisi sebagai gelandang serang yang terkadang sebagai striker Juventus itu, telah membuat 8 gol di Seriea di musim ini ditambah 5 Assist. Saat bertanding di Liga Champions, ia pun turut menyumbangkan dua buah gol yang membantu memuluskan timnya ke babak selanjutnya mengalahkan FC Porto. Dan dibabak selanjutnya, sudah ada Barcelona yang menunggu untuk mereka hadapi pada tanggal 12 April mendatang.

Pemain Bek Timnas Prancis Yakinkan Kemampuan Benzema

Raphael Varane Karin Benzema France, Raphael Varane Karin Benzema, France, Raphael Varane, Karin Benzema France, Raphael Varane France, Karin Benzema
Raphael Varane Karin Benzema France

Pemain belakang Real Madrid yang diposisi tengah yaitu Raphael Varane, sempat melayangkan pujian kepada rekan senegaranya di lini depan yaitu Karin Benzema. Padahal sang striker saat ini sedang mendapat sorotan karena kinerjanya di Madrid semakin lama semakin menurun. Akan tetapi pelatih mereka yaitu Zinedine Zidane masih tetap mempercayakan ketajamannya.

Saat ini terdapat jeda Internasional dimana banyak pemain di liga besar Eropa dibutuhkan oleh timnasnya untuk menghadapai ajang kompetisi Piala Dunia 2018 yang masih dalam babak kualifikasi. Varane sendiri diikutsertakan oleh timnasnya yaitu Prancis untuk membantu menjaga pertahanan lawan-lawannya.

Hingga kini Prancis masih mampu berada diperingkat pertama klasmen di Group A, mengalahkan timnas Belanda untuk sementara waktu, Dari empat pertandingan yang telah diikutinya, mereka tak pernah kalah walaupun sempat sekali imbang menghadapi Belarus.

Pada pertandingan terbarunya, mereka akan dijadwalkan menghadapi Luxembourg, pada tanggal 26 Maret mendatang. Tercatat Luxembourg hingga saat ini belum pernah menang sama sekali dengan timnas manpun dalam kompetisi ini.

Varane yang bergabung di timnas Prancis juga akan bertemu lagi dengan rekannya di Madrid yaitu Benzema. Ia pun juga mengetahui kabar yang beredar yang mengkritik rekannya yang bernomor punggung 9. Padahal sang pemain berusia 29 tahun tersebut telah membela Madrid hampir satu dekade.

Ia pun memberikan penjelasan kepada para pengkritik Benzema tentang potensi yang ada di diri rekannya melalui media Marca. Ia mengatakan. “Bila Benzema menjadi pemain nomor 9 Real Madrid begitu lama, itu karena ada alasan yang baik untuk itu. Karim Benzema sangat disukai di ruang ganti dan dia pandai bergaul dengan semua orang,”.

Varane pun mengatakan bahwa mantan pemain Olympique Lyonnais itu sudah cukup profesional dan juga mampu mengatasi setiap tekanan yang datang kepadanya. Ia mengatakan, “Memang ia sedikit pemalu tapi sangat profesional. Dia memiliki kemampuan spesial untuk mengatasi tekanan,”.

Dalam pertandingan setingkat Liga Spanyol dan Liga Champions, memang tekanan dari lawan dan juga harapan dari supporternya sangat berat, dan jika tak mampu mengatasinya maka tentunya akan sulit membuat gol.

Pelatih Atletico Tak bergeming Dengan Tawaran Senilai 500 MIlyard Rupiah

atletico madrid Diego simeone, atletico madrid, Diego simeone, La liga
Atletico Madrid – Diego simeone

Pelatih Atletico Madrid saat ini yaitu Diego Simeone belum lama ini mengatakan bahwa dirinya sempat menepis proposal kontrak senilai 35 juta Euro atau sekitar 500 milyard, hanya untuk bertahan di klubnya saat ini. Tentunya uang senilai itu sangat besar terutama untuk jabatan pelatih.

Sebelumnya Ia pernah dikabarkan akan dipinang untuk menangani Chelsea dan Inter Milan dan belakangan Ia juga di dikaitkan dengan Barcelona untuk menggantikan Luis Enrique yang mengundurkan diri setelah musim kompetisi kali ini berakhir. Kemudia Ia dihubungkan juga dengan Arsenal untuk menggantikan Arsene Wenger yang tak jelas masa depannya di Emirates.

Kali ini Ia dikabarkan telah disodorkan proyek dengan jumlah yang sangat menggiurkan terutama untuk jabatan pelatih. Bahkan Ia sendiri yang mengatakan bahwa Ia mendapat tawaran dengan angka 35 juta Euro untuk dapat melatih di salah satu klub di Chinese Super League.

Hanya saja sang perlatih asal Argentina tersebut, tak menyebutkan tepatnya dari klub mana ia mendapatkan tawaran sebesar itu. Namun yang pasti Ia masih tetap menginginkan untuk mengasuh klubnya agar lebih baik di masa depan.

Ia mengatakan kepada media AS, “Jika saya ingin pindah ke klub lain, maka saya punya 35 juta euro alasan, 35 juta euro! Namun pada akhirnya, saya memutuskan tidak pergi karena saya masih belum ingin. Saya masih merasakan identitas yang kuat dengan klub,” .

Pelatih yang bergabung sejak 2011 lalu pun menjelaskan alasannya, “Saat ini, Atletico sedang mempunyai momen yang bagus dan bisa lebih berkembang lagi. Kami akan pindah ke stadion terbaru. Saya sudah menyatakan bahwa saya punya rencana untuk bertahan. Lihat bagaimana sulitnya mendapat tempat di tim inti kami, dengan adanya Juanfran, Gabi, Koke, Saul, Tiago.”

Ia pun menambahkan, “Tim juga diperkuat oleh pemain muda seperti Carrasco, Griezmann, Correa. Lucas adalah masa depan klub. Pemain ini bisa bermain di Bayern atau Real Madrid. Dia punya segalanya. Dan dia adalah pemain kami, anda mengerti?”.

Mantan Pelatih Everton Pahami Situasi Lukaku

Romelu lukaku Roberto Martinez Everton, Romelu lukaku Roberto Martinez, Everton, Romelu lukaku, Roberto Martinez Everton, Romelu lukaku Everton, Roberto Martinez, Premier league, Belgium
Romelu lukaku Roberto Martinez Everton

Roberto Martinez yang saat ini menjabat sebagai pelatih Belgia, belum lama ini mengutarakan pujiannya terhadap penyerang andalan Everton yaitu Romelu Lukaku. Ia percaya bahwa sang pemain yang baru berusia 23 tahun tersebut mampu menjadi salah satu striker terbaik di pentas dunia.

Kemampuan dari Lukaku semakin lama semakin terasah terutama setelah ia dilepaskan oleh Chelsea dari 2014 lalu dan memecahkan rekor klub saat itu dengan nilai 28 juta pounsterling dengan kontrak selama lima tahun. Namun kini ditangan pelatih barunya asal Belanda yaitu Ronald Koeman, Ia mampu menjadi pencetak gol terbanyak di Premier League yaitu sejumlah 21 kali.

Ia pun saat ini sedang tak mampu berpikir jernih karena belum lama ini ia telah menolak negosiasi perpanjangan masa baktinya dengan Everton karena ingin melanjutkan karirnya dengan klub yang menurutnya lebih berambisi menjadi juara dan memenangkan semua kompetisi yang ada.

Martinez yang pernah merekrut Lukaku dari Chelsea saat Ia melatih di Everton, mengerti apa yang dirasakan oleh pemain andalannya. Ia pun memberikan dukungannya kepada sang pemain dan mengatakan, “Saat anda bekerja dengan Lukaku, anda mengerti dia hidup untuk pertandingan. Ini semua tentang sepakbola dalam hidupnya. Dia selalu ingin melakukan lebih dalam latihan,”.

Ia pun menjelaskan, “Sejak masih muda, dia punya ancaman mencetak gol yang luar biasa. Pesepakbola yang punya ini, spesial di level tertinggi dan  harus menjadi luar biasa. Dari usia 21 ke 23, dia telah banyak berubah. Dia meningkat, dia bekerja pada menahan bola dan memanfaatkan tubuhnya. Dia bekerja pada pergerakannya di kotak penalti,”.

Kemudian Marteniz pun mengatakan “Pada usia 23, saya selalu percaya dia punya kemungkinan untuk menjadi pemain nomor 9 terbaik di dunia karena dia jelas punya segalanya,”.

Dalam waktu dekat Martinez dan Lukaku akan bekerja sama di timnas Belgia untuk menghadapi Yunani pada tanggal 26 Maret 2017 mendatang dalam ajang kompetisi Piala Dunia 2018 yang sedang memasuki babak kualifikasi Group H. Pertandingan tersebut mereka akan pulang kekampung halaman karena pertandingan tersebut diselenggarakan di King Baudouin Stadium, Belgia.

 

Pjaca Masih Perlu Waktu Untuk Beradaptasi di Juventus

Marko Pjaca Massimiliano Allegri Juventus, Marko Pjaca Massimiliano Allegri, Juventus, Marko Pjaca, Massimiliano Allegri Juventus, Marko Pjaca Juventus, Massimiliano Allegri
Marko Pjaca – Massimiliano Allegri

Marko Pjaca yang merupakan pemain Juventus yang berada diposisi sayap, belum lama ini mengakui bahwa dirinya masih memerlukan waktu tambahan untuk dapat beradaptasi untuk bertanding bersama timnya. Dan ia pun telah berjanji akan mendengar semua saran dari pelatihnya Massimiliano Allegri sesuai dengan yang di sarankan oleh agennya.

Sang pemain asal Kroasia tersebut memang baru saja diboyong oleh Juventus dari Dinamo Zagreb yang ia telah bela selama dua tahun, pada awal musim panas lalu. Ia ditebus dengan nilai 23 Juta Euro dengan masa kontrak selama lima tahun dengan harapan mampu menambah tajam lini depan mereka .

Namun hingga saat ini pemain berusia 21 tahun tersebut belum menghasilkan gol satu kalipun di Liga Serie A. Memang sempat sekali menyumbangkan gol pada ajang kompetisi Liga Champions menghadapi Porto sebulan lalu hanya saja hal tersebut tentu tak cukup.

Sang pemain pun menyadari hal tersebut dan dalam beberapa minggu belakangan Ia telah mampu terlibat lebih dalam tim pertama.

Ia pun sempat mengatakan saat ia berlatih di pusat latihan timnas Kroasia, “Saya senang bertanding  di Juventus. Ada banyak kompetisi namun saya bermain lebih sekarang. Memang Saya masih perlu waktu untuk adaptasi, tapi saya masih muda. Saya ingin bermain lebih banyak dan lebih sering, itu tujuan saya,”.

Ia pun mengungkapkan bahwa Allegri sebagai pelatihnya memiliki peran pelatih dan banyak membantu meningkatkan performanya. Karena itulah, ia bertekad untuk tetap terus mendengarkan semua saran dari dari sang pelatih yang dipercaya membuatnya menjadi pemain yang lebih baik.

Pjaca menambahkan,  “Saya mendengarkan semuanya. Pelatih Allegri memberitahu saya dan saya mencoba untuk mengikuti saran dan arahannya untuk melakukan apa yang dia minta,”.

Hal ini senada dengan yang pernah dikatakan oleh agennya Marko Naletilic kepada dirinya. Ia mengatakan “Allegri adalah pelatih yang sangat bagus. Dia selalu mencoba untuk memotivasi dan mengingatkan Marko, dan dia menganggapnya untuk menjadi seorang pemain hebat. Dia masih muda dan dia harus mengikuti pelatihnya, Bila dia melakukannya, dia hanya akan menjadi lebih baik, dan dia pasti tak akan menjadi lebih buruk.”.

Deulofeu Tolak Halus Untuk Bela Barcelona Lagi

Gerard Deulofeu Barcelona, Gerard Deulofeu, Barcelona, Gerard Deulofeu AC Milan, Gerard Deulofeu Everton
Gerard Deulofeu Saat Masih di Barcelona

Gerard Deulofeu merupakan pemain sayap AC Milan yang dipinjamkan oleh Everton pada Januari 2017 lalu. Namun dikabarkan Ia sedang dibidik oleh klub lamanya yaitu Barcelona, yang dulu sangat jarang merumputkan dirinya dan malah meminjamkannya kepada dua klub lainnya selama dua musim.

Namun untuk saat ini Ia mengakui bahwa dirinya tak ingin terlalu memikirkan angan muluk tersebut karena akan mengganggu konsentrasinya dimana kini Ia ingin membuktikan kemampuannya di Milan.

Deulofeu memang hingga kini masih dibawah kontrak dengan Everton, dan dilirik oleh Milan untuk dipinjamkan selama setengah musim. Dan saat Ia bermain bersama Milan, Ia mampu menampilkan performa terbaiknya. Bahkan Ia dipanggil oleh timnas Spanyol untuk pertama kalinya dan akan menghadapi Israel dan Prancis.

Namun sayangnya jika masa pinjamannya selesai, Ia harus kembali lagi bersama pemiliknya yaitu Everton. Namun pada dasarnya jika Ia mau, Ia bisa saja kembali ke Barcelona, di mana ia pernah memulai kariernya di Camp Nou. Pasalnya Barcelona memiliki  opsi pembelian kembali senilai 12 juta euro sebelum melepasnya ke Everton pada musim lalu.

Memang belakangan Barcelona diberitakan akan menggunakan opsi pembelian kembali tersebut, bahkan hal ini diungkapkan langsung oleh salah satu dewan klub Barcelona yaitu Robert Fernandez. Ia mengatakan puas melihat kebangkitan Deulofeu dan sempat mengatakan akan mempertimbangkan membeli kembali pemain berusia 23 tahun tersebut.

Namun saat dikonfirmasi terhadap ketertarikan Barcelona, Deulofeu mengatakan bahwa dirinya merasa senang namun Ia menampiknya dengan halus.

Ia mengatakan kepada Goal Internasional, “Ketertarikan Barcelona? Menyenangkan mendengar kabar seperti ini, tapi saya tak memikirkan itu saat ini yang bisa mengusik pikiran saya. Dalam sepakbola, saya belajar sudah melupakan masa lalu, memikirkan yang terjadi saat ini dan masa depan akan terjadi sebagaimana mestinya, memikirkan hal itu [ketertarikan Barca] adalah kesalahan.”.

Ia menambahkan, “Saat ini saya dalam pinjaman di Milan, saya masih milik Everton dan Barca punya opsi pembelian kembali. Sekarang saya hanya memikirkan Milan dan tim nasional Spanyol. Mungkin Jika saya tak menerima Milan, saya tak akan mendapat panggilan ke timnas. [Milan] adalah klub besar dan sekarang saya tak memikirkan hal lainnya.”.

Belletti : Neymar Akan Mampu Boyong Ballon d’Or

Neymar barcelona Scores, Neymar barcelona, Neymar, barcelona, La liga
Neymar Barcelona Scores

Juliano Belletti yang pernah menjadi pemain belakang di Barcelona selama tiga musim belum lama ini mengungkapkan pendapatnya tentang salah satu pemain andalan dilini serang Barcelona yaitu Neymar. Ia mengatakan bahwa sang pemain berkebangsaan Brasil itu akan mampu menjadi pemain terbaik di dunia mengalahkan Cristiano Ronaldo dan bahkan mengalahkan rekan setimnya Lionel Messi.

Sebelum bergabung di Barcelona, Neymar bermain menjadi Striker terbaik Santos selama empat musim. Namun pada tanggal 27 Mei 2013, Ia akhirnya direkrut Barcelona hingga saat ini. Tercatat Ia telah menyumbangkan 99 gol dai 176 perandingan yang diikutinya bersama Barca. Saat membela timnas Brasil pun ia sempat mencetak 51 gol dari 75 kali pertandingan yang melibatkannya.

Neymar pun sempat masuk dalam kategori tiga pemain terbaik pada ajang kompetisi bergengsi individu di Ballon d’Or 2015, namun ia kalah dengan rivalnya yaitu Lionel Messi. Dan setahun setelahnya, ia juga masuk dalam empat besar, bersama Messi namun sayangnya keduanya tak berhasil menyabet piala Ballon d’Or 2016 yang ternyata jatuh ke tangan Cristiano Ronaldo.

Memang dalam beberapa tahun belakangan, Ronaldo dan Messi mendominasi kompetisi tersebut namun menurut Belletti Neymar dipastikan tinggal menunggu waktu saja karena saat ini Ia telah mempunyai pengalaman yang bagus dan berada di klub yang tepat.

Ia mengungkapkan kepada Goal Internationals, “Tak lama lagi Neymar akan menjadi pemain terbaik di dunia. Ia tahu tentang tekanan, ia sudah punya lebih banyak pengalaman di atas lapangan dan dia berada di klub terbaik di dunia,”.

Belletti pun menambahkan, “Ia pemain dari Brasil, yang bagus, Barcelona punya ciri khas Brasil dalam permainan mereka. Sehingga itu baik untuk Neymar. Kita akan melihat Neymar lebih baik di tahun yang akan datang,”.

Dalam musim ini sang pemain bernomor punggung 11 itu telah mengoleksi 14 gol dan 23 assit di lintas kompetisi. Dan dalam kompetisi Liga Champion, Ia pun mampu memecahkan rekor Messi dalam memberikan assist terbanyka yaitu 9 kali dalam satu musim.