Pemain Belakang Roma Pasrahkan Masa Depannya Ditangan Manajemen Klub

Kostas Manolas AS Roma to Arsenal Chelsea, Kostas Manolas AS Roma, to Arsenal Chelsea, Kostas Manolas. Roma to Arsenal Chelsea, Kostas Manolas to Arsenal Chelsea, AS Roma
Kostas Manolas Diburu Arsenal Atau Chelsea

Pemain lini bertahan dari AS Roma yaitu Kostas Manolas, belum lama ini mengungkapkan tentang kepasrahannya tentang masa depannya di Olimpico. Pasalnya belakangan ia dikabarkan menjadi buruan klub papan atas sepak bola di Eropa terutama Liga Inggris.

Pemain yang bergabung dengan Roma sejak tanggal 15 Agustus 2014 tersebut ditebus dengan nilai 15 juta Euro dari sebuah klub yang bermain di Superleague Greece yaitu Olympiacos F.C. Dan dengan berjalannya waktu keahliannya meningkat. Dan akhir-akhir ini Ia pun menjadi sorotan karena kelihaiannya dalam menguasai pertahanan terutama disisi tengah gawang.

Pemain berkebangsaan Yunani tersebut memang dikabarkan akan dilminati dalam bursa transfer musim panas mendatang, dan Ia pun disebutkan akan pergi dari klub yang ia bela selama hampir tiga musim. Beberapa klub yang tertarik dengan dirinya antara lain Manchester United, Arsenal dan peringkat pertama saat ini di Premier League yaitu Chelsea.

Hanya saja sang pemain bernomor punggung 44 tersebut, secara tersirat masih ingin bermain di Roma. Ia pun mengatakan bahwa pada dasarnya keputusan masa denpannya ada ditanngan manajemen Roma dan Ia tak mempermasalahkan hal tersebut, apalaj Ia masih diperlukan di lini belakang klubnya ataupun harus menjual dirinya untuk mendapat penggantinya yang lebih baik.

Ia membeberkan kepada media Goal International, “Masa depan karir saya di tangan manajemen Roma. Seandainya mereka ingin mempertahankan saya, mereka tentu tahu apa yang harus dilakukan. Demikian juga sebaliknya, Jika mereka ingin melepas saya, saya tidak bisa mencegah itu,”.

Sang pemain berusia 25 tahun tersebut pun juga mengemukakan pendapatnya tentang target timnya yang dirasa sulit untuk meraih juara liga domestik pada musim ini. Ia pun mengatakan, “Sulit untuk mengatakan kami menargetkan Scudetto, karena Juventus amat kuat, seperti yang kita lihat, mereka tidak kehilangan poin.”

Mesekipun begitu Ia pun tetap positif untuk tetap optimis di dua kompetisi lainnya yaitu Liga Champions dan Coppa Italia seperti yang dikatakannya, “Target kami adalah kembali ke Liga Champions dan kami akan menghadapi semifinal Coppa Italia melawan Lazio. Kami bisa membalikkan kekalahan 0-2 di leg pertama, mengingat kami adalah tim yang lebih kuat dan kami harus membuktikan itu di atas lapangan.”.

Inilah Dua Penyesalan Totti Selama Membela Roma

Francesco Totti AS Roma to Real Madrid, Francesco Totti AS Roma to Real Madrid, Francesco Totti, AS Roma to Real Madrid, Francesco Totti AS Roma, to Real Madrid, Francesco Totti to Real Madrid, AS Roma
Francesco Totti AS Roma to Real Madrid

Francesco Totti yang merupakan selaku pemain setia di AS Roma telah menjalani karir profesionalnya membela klub tersebut dari 1992. Bahkan sebelumnya di karir juniornya, ia juga sempat bermain bersama Akademi Roma selama tiga musim. Dan hingga kini pemain yang saat ini sudah berusia 40 tahun tersebut malah sangat melekat dengan klub tersebut dan malah menjadi icon.

Selama masih berada di Roma, ia mampu tampil dengan baik hingga saat ini hanya saja frekuesinya bertanding tak sesering dulu. Dengan kemampuannya menjebol gawang lawan, tak jarang ia menerima tawaran dari klub lainnya bahkan sekelas Real Madrid.

Tawaran untuk bermain di Madrid tentu bagi sebagian pemain adalah suatu yang sangat membanggakan. Jarang ada yang pemain yang menolak untuk dipinang Madrid. Walaupun Totti pernah menolak tawaran tersebut ternyata hal itu membuatnya sedikit terbesit penyesalan.

Ia pun mengatakan, “Beberapa tahun yang lalu, saya sudah hampir gabung dengan Real Madrid. Saya sudah merenungkan, pergi dari Roma dan bergabung ke Madrid,”.

Kejadian tersebut terjadi sekitar tahun 2003 silam dimana waktu itu Roma masih diasuh oleh pelatih asal Italia yaitu Fabio Capello. Saat itu Madrid sedang mengalami masalah internal dengan pemecatan pelatihnya Vicente del Bosque dan akhirnya diikuti oleh beberapa pemain yang meninggalkan Madrid. Dan setelah momen tersebut, Los Blancos mengadakan perekrutan besar besaran terutama pemain bintang yang dikenal dengan Los Galacticos.

Namun dengan menolak bermain dengan Real Madrid saat itu, maka ia melewatkan peluang untuk bermain dengan Ronaldo yang menurutnya sang pemain asal Brasil itu merupakan striker terbaik saat itu bahkan ia sangat mengidolakannya. Dan ternayta hal tersebut menjadi sebuah penyesalan baginya.

Ia mengatakan, “Saya benar-benar sudah dekat. Saya tidak akan pindah ke klub Italia untuk menghormati para warga Roma. Penyesalan saya adalah tidak bisa bermain dengan Ronaldo, yang berasal dari Brasil,”.

Selain itu, ternyata Totti juga memiliki penyesalan lainnya hingga saat ini. Pemain yang telah menjadi pencatat gol terbanyak di Roma tersebut memang telah beberapa kali membantu timnya meraih gelar juara di berbagai kompetisi namun ternyata ada satu yang mampu belum ia raih. Ia mengatakan, “Penyesalan saya yang lain tidak bisa memberikan gelar Liga Champions pada AS Roma,”.

Totti Masih Punya Pilihan Lain Dalam Membela Roma

Francesco Totti Walter Sabatini AS Roma, Francesco Totti Walter Sabatini, AS Roma, Francesco Totti, Walter Sabatini AS Roma, Francesco Totti AS Roma, Walter Sabatini , Serie A
Francesco Totti – Walter Sabatini

Francesco Totti selaku pemain gelandang serang AS Roma yang terkadang juga berada di posisi striker, hingga kini kini masih belum dapat menentukan masa depan karirnya bersama klub yang telah Ia bela selama tiga dekade. Pasalnya untuk merumput sebagai pemain sepertinya Ia sudah melewatkan usia keemasan yang dapat di maksimalkan oleh klub.

Masa bakti sang pemain senior Roma tersebut akan berakhir pada musim ini. Banyak kabar yang beredar bahwa pemain yang sudah memasuki kepala 4 itu akan gantung sepatu sebagai pemain namun tetap bergabung bersama Roma mengisi posisi yang masih kosong sebagai jajaran direksi. Hal ini dikarenakan Direktur Olahraga di Roma yang sebelumnya diisi oleh Walter Sabatini, mengundurkan diri pada bulan Oktober tahun 2016 yang lalu.

Hingga saat ini posisi direktur olahraga di Roma masih kosong dan masih dalam tahap pencarian. Pada minggu ini,  Roma sempat diberitakan telah mendekati Monchi, Direktur Olahraga Sevilla, namun sepertinya hal itu akan sulit. Pasalnya Ia masih ingin tetap bertahan di Sevilla dan seandainya Ia ingin pindah pun akan Ia jalani di tim yang bermain di Liga Spanyol.

Dengan demikian, kesempatan Totti untuk mengisi jabatan tersebut masih sangat terbuka. Roma pun dipercaya akan tetep dihormati oleh para pendukung mereka mengingat Totti selama ini sudah menjadi Icon bagi Roma.

Sang pemain bernomor punggung 10 tersebut dipercaya akan menerima tawaran sebagai direktur olahraga. Selain dapat terus membela klub dari sisi manajemen, Totti pun dapat memulai karirnya sebagai pelatih Roma di masa yang akan datang.

Jika memang Totti tak diikutkan dalam jajaran direksi pada dasarnya Ia masih memiliki pilihan lainnya antara lain masih masih bermain di musim depan.

Ia mengatakan kepada Canale 5,  “Saya bisa menjadi bagian dari jajaran direktur Roma dalam setahun. Atau saya bisa saja masih di luar sana bermain sepakbola di lapangan. Atau saya bisa menjadi seorang agen dan mencoba untuk mencari juara selanjutnya. Saya memiliki sedikit pengalaman di sepakbola dunia,”.

Namun dalam dua musim terakhir yang dijalaninya, Ia sangat jarang diturunkan. Pada musim ini Ia hanya bermain 11 kali di Serie A dan sempat menyumbangkan dua angka.

Presiden Roma Inginkan Spalletti Lebih Lama

Luciano Spalletti James Pallotta, Luciano Spalletti, James Pallotta, AS roma
Luciano Spalletti – James Pallotta

James Pallotta selaku Presiden dari AS Roma, belum lama ini memberikan pujian kepada pelatih klubnya yaitu  Luciano Spalletti  setelah Ia berhasil membawa Mohamed Salah Cs unggul terhadap Sassuolo dengan skor 3-1. Dikabarkan sang Presiden mengatakan pujiant tersebut agar pelatihnya tetap mau mendampingi timnya untuk jangka lama.

Sang pelatih Roma yang baru saja bergabung pada awal tahun 2016 lalu datang kembali ke Roma menggantikan pelatih lamanya yaitu Rudi García karena performa buruknya. Spalletti memang pernah sebelumnya melatih Romma dari 2005 hingga 2009 kemudian pindah ke Zenit Saint Petersburg selama lima musim. Setelah menganggur ia akhirnya ditunjukk kembali mengasuh Giallorossi.

Namun belakangan, Ia dikabarkan akan segera angkat koper dari Roma, bahkan Ia akan pergi setelah musim kompetisi kali ini berakhir. Pasalnya hingga saat ini belum ada pembicaraan antara pihak klub dan pelatih membuat masa depan Spalletti aman.

Sang presidenpun sempat mengatakan, “Saya memiliki hubungan yang hebat dengan Spalletti, banyak dari ini adalah terserah padanya. Saya ingin dia bertahan, anda bisa melihat bagaimana secara strategi dan taktik kami baik bersamanya, jadi tak banyak pelatih seperti itu,”.

Ia pun menambahkan, “Ini membantu saya untuk berpikir seperti dirinya dan ini menyenangkan untuk berada di sekitar dia,”.

Pallotta pun selain itu juga sempat mengungkapkan pendapatnya tentang performa Roma saat menaklukan Sassuolo dengan hasil akhir 3-1. Padahal Roma sempat tertinggal dimenit ke 9 melalui gol dari Gregoire Defrel. Namun akhirnya mereka mampu bangkit melalui tiga gol balasan dari Leandro Paredes dimenit ke 16, Mohamed Salah dimenit ke 45+2 dan Edin Dzeko dimenit ke 68.

Dan kemenangan ini dianggap juga menjadi penebus penyesalan mereka setelah keluar dari babak 16 besar Liga Europa karena takluk terhadap kekuatan salah satu klub yang bermain di Liga Prancis, Olympique Lyonnais.

Sang Presiden pun mengatakan, “Mereka agak lambat di babak pertama, kemudian saat istirahat anda bisa mendengar teriakan di ruang ganti, mereka mengubah taktik dan babak kedua benar-benar pertandingan yang berbeda,”.

Kini Roma membayang-bayangi langkah dari peringkat pertama yaitu Juventus dan berharap Juventus akan lengah sehingga Roma dapat berkesempatan mencicipi Piala Liga Serie A.

Pelatih Roma Yakin Akan Mampu Balikkan Keadaan Di Leg Kedua

sergej milinkovic savic, Lazio, Lazio vs AS roma, AS Roma, Luciano Spalletti, Coppa Italia
Sergej Milinkovic Savic – (kiri)

Dalam ajang kompetisi Coppa Italia yang sudah memasuki babak semi final, Roma menghadapi lagi rival sekotanya yaitu Lazio pada pagi dini hari tadi tanggal 2 Maret 2017 pukul 2.45 WIB. Laga yang diadakan di Stadio Olimpico tersebut, Roma berhasil ditaklukan oleh tim yang diasuh oleh Simone Inzaghi.

Pada dasarnya tak ada yang salah dengan performa Roma saat itu. Mereka mampu mendominasi pemainan tersebut baik dalam hal penguasaan bola maupun dalam menciptakan peluang. Bahkan tercatat secara statistik penguasaan mereka dua kali lebih baik dibandingkan Lazio. Sedangkan serangan yang diciptakan lebih banyak 50%.

Namun untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, serangan mereka semuanya mandul, bahkan mereka kebobolan sebanyak dua kali dimasing masing babak. Gol pertama dihasilkan oleh Sergej Milinkovic-Savic setelah mampu menerima umpan dari Felipe Anderson dimenit ke 29. Ia mampu menjebok ke ksisi kiri gawang dimana kiper manapun juga tak akan bisa menanganinya.

Usaha yang keras pun terlihat dari sisi Roma untuk menyamakan kedudukan. Namun bukannya skor menjadi imbang, mereka malah kebobolan dimenit ke 78. Balde Keita mampu memberikan umpan matang kepada Ciro Immobile dan membenamkannya ke pojok kiri gawang.

Meskipun demikian, Pelatih dari Roma yaitu Luciano Spalletti sempat menyatakan keyakinannya bahwa timnya masih memiliki peluang yang cukup besar untuk dapat masuk kebabak final Coppa Italia. Ia masih percaya bahwa timnya akan mampu menghasilkan agregat 3 bahkan lebih.

Ia pun mengatakan “Kami akan melihat dalam beberapa pertandingan berikutnya dan melihat reaksi kita sebagai tim apakah benar-benar matang atau tidak. Kalah di derby adalah menjengkelkan, dan kami harus membalikkan hasil sulit untuk mencapai final Coppa. Ini hasil rumit, karena Lazio akan memainkan serangan balik lagi, karena itu karakteristik mereka, dan kami harus melakukan yang lebih baik,”.

Ia pun positif anak asuhnya masih memiliki peluang besar di leg kedua nantinya yang diselenggarakan pada tanggal 5 Maret mendatang. Ia mengatakan “Setelah semua itu, 2-0 adalah hasil tandang yang benar-benar terbuka untuk dibalikkan,”.

Nainggolan Lempar Pujian Kepada Pelatih Dan Penyerang Timnya

Radja Naninggolan Edin Dzeko AS Roma, Radja Naninggolan Edin Dzeko, AS Roma, Radja Naninggolan, Edin Dzeko AS Roma, Radja Naninggolan AS Roma, Edin Dzeko, Serie A
Radja Naninggolan – Edin Dzeko, AS Roma

Radja Nainggolan yang merupakan pemain gelandang dari AS Roma, baru baru ini melemparkan pujian kepada pelatihnya, Luciano Spalletti dan juga rekannya yang berada dilini depan yaitu Edin Dzeko. Menurutnya kedua sosok ini sangat berpengaruh besar dalam timnya musim ini.

Pemain asal Belgia tersebut bisa dikatakan saat ini sedang berada dalam performa terbaiknya semenjak ia membela Roma dari 2013 lalu. Pemain yang direkrut Roma dari Cagliari tersebut kini telah mampu menyumbangkan sembilan gol dari 25 pertandingannya di kompetisi Serie A saja. Jika ditambahkan dengan penampilannya di lintas kompetisi, berarti jumlahnya menjadi 12 gol.

Ia pun sempat mengungkapkan salah satu penyebab timnya berhasil bermain dengan baik pada musim ini dan salah satunya adalah karena keberadaan pelatih baru Roma yang baru bergabung di awal musim kompetisi ini yaitu Luciano Spalletti. Menurutnya, mantan pelatih Zenit Saint Petersburg itu merupakan pelatih yang hebat yang mengetahui potensi dari para pemainnya.

Seperti yang diungkapkan di situs UEFA, Nainggolan pun mengatakan, “Spalletti? Saya kira kami memiliki seorang pelatih yang hebat, Ia mengerti dengan tepat apa yang Ia inginkan dari pemainnya. Ia selalu membicarakan pikirannya dan saya pikir tim melakukan sebuah pekerjaan hebat mengikuti semua yang Ia katakan. Kami akan menikmati hasil ini dan kami berharap untuk terus seperti ini dalam waktu yang lama,”.

Nainggolan pun sempat mengungkapkan pujiannya terhadap rekannya yang dimusim ini tampil memukau yaitu Edin Dzeko. Sebelumnya sang pemain asal Bosnia tersebut sempat banyak dipertanyakan kemampuannya karena performanya masih naik turun. Namun kini Ia menjadi pencetak gol paling banyak di klub dan bersaing di sebagai top skorer di Liga Serie A.

Tercatat hingga kini Ia telah menjebol 19 gol di Serie A yang berarti berjumlah sama dengan rivalnya yaitu Gonzalo Higuain. Namun jika dihitung dari lintas kompetisi, Ia telah mampu menyumbangkan 29 gol untuk timnya.

Ia mengatakan, “Dzeko? Tak seorang pun memiliki keraguan kepadanya. Dia tak mencetak gol musim lalu seperti dia melakukannya musim ini. Bermain di Italia tak mudah, tapi kita semua tahu bahwa dia adalah penyerang hebat. Dia tak beruntung musim lalu, persiapannya bukan yang terbaik, itulah masalah sebenarnya. Bila saya harus memilih, saya memilih Dzeko yang musim ini,”

Nainggolan pun menambahkan, “Dia sangat penting bagi kami, dia tahu bagaimana menjaga bola, dia bagus secara teknis dan dia menggerakkan bola dengan baik. Dia penyerang yang lengkap dan saya senang bermain bersamanya. Memilki Dzeko di tim anda membuat anda bermain dengan pengetahuan bahwa kemungkinan kecil bisa menjadi gol,”

 

Prediksi Pertandingan Serie A Inter milan VS AS Roma 27 Februari 2017

Prediksi Pertandingan Serie A Inter milan VS AS Roma 27 Februari 2017, Prediksi Pertandingan Serie A Inter milan VS AS Roma, Serie A Inter milan VS AS Roma, Inter milan VS AS Roma, Inter milan, AS Roma,
Inter milan VS AS Roma

Hari Senin mendatang tanggal 27 Febuari pukul 2.45 WIB, AS Roma akan melanjutkan ajang kompetisi liga Italia putaran ke 26. Mereka akan meluncur menuju Stadio Giuseppe Meazza, yang merupakan markas dari Inter Milan.

Saat ini Roma berusaha mempersempit selisih poin dengan pemilik peringkat pertama kompetisi ini yang masih saja diisi Juventus. Pasalnya mereka tertinggal tujuh poin sementara pertandinga masih tersisa dua belas pertandingan lagi.

Tercatat dari 10 pertandingan terakhirnya di Liga Serie A, mereka tak pernah bermain imbang namun sempat mencicipi dua kali kekalahan saat bertamu ke kandang Juventus di pertengahan Desember tahun lalu dan akhir Januari kemarin saat mereka mengunjungi markas Sampdoria. Pertandingan terakhirnya di liga Eropa pun mereka mengalami kekalahan hanya saja mereka sudah memiliki modal 4 gol di leg sebelumnya sehingga mereka lolos ke babak perdelapan final.

Disisi lain, Inter juga sedang berusaha memantapkan diri di posisi kelimanya yang baru didudukinya pekan ini. Mereka berusaha menempel ketat Atalanta yang memiliki poin dengan jumlah yang sama. Dalam 10 pertandingan terakhirnya di Serie A, mereka sanggup memenangkan delapan pertandingan dan tanpa bermain imbang. Kekalahan terakhir Inter adalah pada awal bulan ini saat mereka menghadapi Juventus dngan skor tipis 1-0.

Tim Nerazzurri sepertinya tak ada masalah dengan pemainnya karena cedera namun bek andalan mereka tak bisa dimainkan karena hukuman  kartu kuning yang dimilikinya. Sementara Giallorossi tak bisa membawa dua gelandang mereka yang cedera lutut yaitu Emanuele Spinozzi dan Alessandro Florenzi.

Dipercaya Luciano Spalletti akan menggunakan formasi andalannya yaitu 3-4-2-1 dimana Edin Dzeko sebagai ujung tombak dibantu oleh Radja Nainggolan dan M Salah, sementara untuk memperlancar aliran bola sang pelatih akan memposisikan, Perres, De Rossi, Strootman,dan Emerson. Untuk penjaga gawang di yakini Szczesny mampu menghadapi serangan Inter bersama rekan didepannya yaitu Rudiger, Fazio dan Monalas.

Dilain pihak Stefano Pioli akan diprediksi menggunakan formasi yang sama dengan Icardi sebagai ujung tombak dibantu dengan Joao Mario dan Eder. Dilini tengah akan diposisikan Perisic, Kondogbia, Gagliardinin dab Candreva. Sedangkan untuk pertahanan dipercaya D’Ambrosio, Medel dan Murillo dapat membantu Handanovic menahan serangan Roma.

Scoring Streak Dzeko Catatkan Namanya Di Sejarah Roma

Edin Dzeko AS Roma, Edin Dzeko, AS Roma, Liga Italia, Serie A
Edin Dzeko- AS Roma

Dalam pertandingan pada tanggal 20 Februari kemarin, Roma berhasil menekuk Torino dalam ajang kompetisi Liga italia Serie A 2016-2017. Dalam pertandingan yang sudah memasuki pekan ke 25 tersebut, Roma mampu menjebol gawang yang dijaga Joe Hart sebanyak empat kali walaupun mereka sempat kebobolan sekali menjelang 10 menit terakhir. Dan lagi lagi, penyerang Roma yaitu Edin Dzeko, berhasil memberikan kontribusi untuk timnya dan mencatatkan namanya dalam sejarah Roma.

Rekor yang dimaksud adalah Scoring Streak yaitu catatan pemain yang mampu menjebol gawang lawan setiap pertandingan yang dimainkan secara berturut turut. Dan dengan kontribusinya saat menghadapi Torino berarti Dzeko sudah selalu mencetak gol dalam delapan pertandingan terakhirnya di lintas kompetisi. Bahkan dalam sepanjang sejarah Roma, pemain berkebangsaan Bosnia itu menjadi pemain pertama yang mampu melakukannya.

Tercatat pemain berusia 30 tahun tersebut  memulai aksinya saat Ia bermain menghadapi Sampdoria di Coppa Italia dengan sebuah gol hingga pertandingan kemarin dengan sebuah gol juga. Namun dalam delapan pertandingan Roma tersebut, Ia pernah menyumbangkan lebih dari satu gol dalam sebuah pertandingan. Saat menghadapi Fiorentina di Serie A tanggal 7 Februari lalu, Ia menyumbangkan dua buah gol dan saat menghadapi Villarreal dalam kompetisi Liga Eropa, Ia menyumbangkan tiga buah gol.

Ia seperti seseorang yang berbeda dibandingkan performanya di musim sebelumnya, dimana Ia menjejakkan kaki pertama kali Liga Italia, dipinjamkan oleh Manchester City. Saat itu Ia sempat menyumbangkan 10 gol dalam 39 penampilan untuk Roma di lintas kompetisi. Namun setelah Ia dimiliki seutuhnya oleh Roma sejak musim panas lalu, hingga saat ini sang pemain bernomor punggung 9 itu sudah mengantongi 29 gol dalam 35 penampilan yang terdiri dari 19 gol di Serie A, 8 gol di Liga Europa dan 2 gol di Coppa Italia.

Dan seperti yang kita ketahui, untuk Serie A saja di musim ini masih ada 13 pertandingan lagi, belum lagi kompetisi lainnya yang masih berlanjut. Dan tentu saja catatan perolehan golnya masih bisa bertambah hingga akhir musim ini.

Kessie Senang Banyak Klub yang Ingin Meminang

Franck Kessie Atalanta, Franck Kessie,  Atalanta, Serie A, liga italia, AS roma
Franck Kessie Atalanta

Franck Kessie merupakan gelandang yang saat ini membela klub asal Italia Atalanta. Walau sempat dipinjamkan menuju AC Cesena selama semusim namun akhirnya ia kembali lagi ke klub asalnya dan menampilkan performa yang lebih baik. Walaupun Ia masih berusia 20 tahun dan posisinya sebagai gelandang, namun Kessie mampu menjebol gawang lawan sebanyak enam kali di liga domestik musim ini.

Bahkan banyak klub papan atas di Liga Eropa yang menginginkan sang pemain asal Pantai gading , mulai dari Liga Inggris seperti Manchester United, Chelsea dan Arsenal, juga dari Italia seperti AS Roma dan AC Milan.

Sempat Ia dikabarkan telah berhasil diboyong oleh Roma namun ditepis oleh Direktur Roma yaitu Ricky Massara, Sang direktur pun mengatakan bahwa Atalanta sebagai pemiliknya sepertinya tak ingin melepaskan sang pemain bahkan tak berniat menjualnya kepada siapapun dan dengan harga berapapun, setidaknya untuk saat ini.

Dan memang sepertinya saat ini pemain bernomor punggung 19 itu masih merasa nyaman dan masih bahagia untuk membela klubnya. Ia pun sempat menegaskan hal tersebut kepada media. Namun diluar itu Ia merasa bangga terhadap kabar yang menyebutkan bahwa performanya mampu membuat beberapa klub eropa tertarik padanya.

Sang binta Atalanta itu mengatakan di So Foot, “Saya membaca pemberitaan di media. Saya amat tersanjung dengan klub selevel mereka, tertarik pada saya. Hal itu membuktikan saya menjalani musim yang bagus, saya terus berkembang. Saya tidak ingin semua berjalan terlalu cepat. Saya tidak tahu apakah klub saya sudah menerima tawaran, saya masih terikat kontrak. Kami akan menanti apakah memang harus ada diskusi.”

Selain sedang menikmati karirnya di Atalanta, ia juga sempat mengungkapkan lingkungan tempatnya belatih sepak bola, Ia mengatakan. “Saya suka di Bergamo. Kota ini indah, tenang, dan saya menghargai kehidupan di Italia, di mana saya diterima dengan baik.”

Saat ini Atalanta sedang menjalani musim kompetisi Serie A dengan tidak begitu buruk. Sempat di tiga besar klasemen namun kini mereka merosot ke posisi ke enam dan terpaut cukup jauh dengan pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus dengan selisih lima belas poin.

De Rossi : Roma Sekarang Dengan Yang Dulu Agak Beda

daniele de rossi AS roma, daniele de rossi , AS roma,serie A, Liga italia
daniele de rossi AS roma

Daniele De Rossi yang saat ini menjadi pemain gelandang AS Roma, membeberkan bahwa saat ini klubnya sedikit berbeda dibandingkan dengan musim sebelumnya. Menurutnya pada musim ini mereka lebih baik secara fisik dan stamina namun dalam segi kualitas penguasaan bola agak sedikit berkurang.

Memang semenjak awal musim kompetisi kali ini Roma telah melepas beberapa pemain gelandang yang piawai dalam pengatur aliran bola. Dan karena itulah bermain Roma saat ini cenderung berbeda gaya dibanding dengan musim sebelumnya.

Hal tersebut disadari oleh De Rossi dan ia pun mengakui bahwa itu memang konsekuensi dari kepergian para punggawa Roma. Ia mengatakan disitus resmi Roma, “Kami adalah tim yang berbeda musim ini. Dibandingkan dengan musim lalu, mungkin kualitas penguasaan bola kami lebih buruk. Pada musim panas kemarin kami kehilangan pemain-pemain seperti Miralem Pjanic dan Seydou Keita yang sangat bagus dalam menguasai bola. Namun kami mendapatkan pemain yang kuat dan tinggi, dan pemain seperti itu juga dibutuhkan di Serie A.”

Pemain yang berkebangsaan Itali pun menambahkan, “Saya rasa kami tetap kompetitif namun kami bermain dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Kami tidak lebih buruk atau lebih baik dari tim yang memenangkan banyak poin di paruh kedua musim lalu, dan saya rasa sangat menyenangkan melihat tim ini bermain.”.

Namun Ia menolak bahwa tim yang dibelanya telah menyerah dalam perburuan gelar juara Serie A. Pemain berusia 33 tahun tersebut menganalisa dengan selisih poin dengan peringkat pertama klasemen yang diisi oleh Juventus masih bisa dikejar hingga kompetisi musim ini berakhir.Sampai dengan saat ini di pekan ke 23 Liga Italia Serie A, Roma masih berada satu tingkat dibawah Juventus dan tertinggal tujuh poin.

De Rossi oun meyakini bahwa selisih 7 poin tersebut masih sangat memungkinkan untuk dikejar hingga akhir musim nanti. Ia mengatakan di laman situs resmi Roma, “Target kami adalah Juventus. Mereka sudah kalah satu kali di tahun 2017 seperti kami, namun mereka masih memimpin di depan kami. Saat ini kami masih tertinggal 7 poin dari mereka, dan satu-satunya hal yang bisa kami lakukan untuk mengejar jarak dengan mereka adalah bermain seperti yang kami tunjukkan melawan Fiorentina selasa kemarin.”.