Taklukan Celta Vigo, Alaves Hadang Barcelona

Deportivo Alaves vs celta vigo, Deportivo Alaves, celta vigo, Copa del rey, la liga, Deportivo Alaves vs celta vigo 1-0
Deportivo Alaves vs celta vigo

Setelah mampu mengalahkan Celta Vigo dalam ajang kompetisi Copa dey Rey 2016-2017 yang sudah memasuki babak ke semifinal, Deportivo Alaves berhasil menuju babak selanjutnya yang akan diselenggarakan pada akhir bulan ini.

Dalam pertandingan terakhirnya mereka mampu mengalahkan Celta Vigo di leg kedua dengan skor tipis pada tanggal 9 Februari pagi dini hari tadi. Pertandingan yang diselenggarakan di Estadio Mendizorrotza, markasnya sendiri menghasilkan angka 1-0. Pada leg sebelumnya, Alaves hanya mampu mengimbangi permainan Celta Vigo dengan skor 0-0 yang diadakan di Estadio de Balaidos pada tanggal 3 Februari sebelum mengalami kerusakan, diterjang angin.

Dalam leg pertama pada dasarnya Celta Vigo mendominasi pemainan dari babak pertama baik dalam hal penguasaan bola maupun menciptakan peluang, namun Alaves mampu menetralisir semuanya.

Pada leg kedua pun cerita yang berbeda, Celta Vigo masih sedikit unggul dalam menguasai bola Alaves mampu menungguli jumlah peluangnya. Sepertinya mereka lebih nyaman bertanding dikandang sendiri dan sang pelatih Alaves, Mauricio Pellegrino, lebih menggunakan taktik menyerang dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya yang cenderung defensif. Dan terbukti mereka mampu membuat angka melalui Edgar Mendez, setelah tiga menit Ia masuk menggantikan Gaizka Toquero Pinedo dimenit ke 82.

Dengan kemenangan ini mereka akan menuju babak final dimana mereka akan menghadapi jawara musim lalu, Barcelona. sudah menunggunya pada tanggal 28 Februari mendatang.

Dari pihak Barcelona sendiri sempat meminta kepada Federasi Sepakbola Spanyol agar pertandingan final Copa del Rey musim ini digelar di markas Real Madrid, Santiago Bernabeu. Tempat yang netral.

Namun permintaan seperti ini bukanlah kali  pertama yang dilakukan Barcelona yang memang selalu menjadi finalis kompetisi Copa del Rey. Bahkan tercatat Mereka memang telah memenangkannya dalam empat musim terakhir. Seperti yang dituliskan oleh 101 Great Goals, Barca meminta permintaan ini agar dipenuhi karena mereka berpendapat Santiago Bernabeu akan menjadi lokasi te[at untuk kedua kubu untuk mendapat dukungan penuh dari suporter masing-masing.

Namun sepertinya akan sulit bagi Real Madrid untuk menerima permintaan tersebut mengingat mereka telah keluar dari kompetisi ini.. Madrid telah dicoret dari kompetisi ini pada babak perempat final setelah kalah dari Celta Vigo. Dan tentu saja menjadi tak nyaman markasnya menjadi ajang pesta tim lain merayakan gelar juara, apalagi Barcelona merupakan musuh bebuyutan dari Madrid di Spanyol.

Enrique Senang Barca Menang Walau Kecewa Dapat Kartu Merah Dua

luis suarez Red Card Bacelona vs Atletico Madrid, luis suarez Red Card, Bacelona vs Atletico Madrid, luis suarez, Red Card, Bacelona, Atletico Madrid, Copa del rey
Luis Suarez Red Card

Pelatih Barcelona yaitu Luis Enrique merasa senang dengan keberhasilan tim yang diasuhnya karena telah berhasil mandapatkan tiket menuju final Copa del Rey. Mereka mampu mempertahankan selisih gol dari pertandingan di Camp Nou saat mereka menghadapi Atletico Madrid dipertandingan leg kedua semifinal Copa pada tanggal 8 Februari pagi dini hari tadi.

Dalam pertandingan tersebut sangat terasa alot mulai sejak peluit babak pertama ditiupkan. Berbagai kejadian menimpa kedua tim dan diakhiri dengan hasil seri 1-1. Dari kubu Barcelona, sebuah gol dari Luis Suarez dimenit ke 43 sedangkan dari kubu Atletico Kevin Gameiro mampu membalasnya dimenit ke 83.

Secara performa, sang pelatih mengakui kurang puas dengan aksi yang diluncurkan pasukannya dan Ia merasa mereka mampu bermain lebih dibandingkan yang mereka tunjukkan saat itu. Namun pada akhirnya hasil akhir membuatnya harus mensyukir yang ada.

Mantan pelatih Roma pun sempat mengatakan kepada media AS, “Kami sudah menjalani proses yang sangat sulit untuk mencapai final, normalnya saya pasti akan bahagia. Tapi jika melihat kinerja kami, saya kurang puas meski secara umum saya senang karena tim ini terus membuat sejarah. Tapi sejujurnya kami tidak memanfaatkan penguasaan bola kami dengan maksimal. Kami harus menganalisis pertandingan dan meningkatkan diri,”.

Selain kekecewaannya terhadap kinerja tim, Ia juga kecewa terhadap kartu merah yang didapat oleh pemainnya, Sergi Roberto pada menit ke-46. Hal itu tentu merugikan mereka. Selain karena kehilangan satu pemain, Ia mengangkap hukuman tersebut membawa rasa takut kepada para pemain Barca lainnya. Ia sendiri mengaku menderita melihat kondisi yang dialami timnya itu.

Ia pun memjelaskan ,”Saya tentu berharap kami bisa mengendalikan pertandingan, tetapi kartu merah Roberto sangat merugikan kami. Sepanjang babak pertama kami sudah bermain dengan sedikit rasa takut. Kami lalu bisa mengatasinya. tetapi kartu merah Roberto mengembalikan semua rasa takut kami. Saya merasa menderita.”

Namun dua belas menit kemudian ternyata pemain Atletico, Yannick Carrasco, juga mendapatkan kartu merah. Tentu sangat membantu Madrid dalam bertanding dengan jumlah yang seimbang.  Hanya saja menjelang babak kedua berakhir, Luis Suarez mendapatkan kartu merah juga dari Wasit. Memang tak bermasalah untuk dapat bertahan dimenit menit terakhir namun tentunya pemain andalan Barcelona ini tak bisa dimainkan di pertandingan final.

Enrique Tak Khawatir Neymar Puasa Gol Atau Tak Bisa Dimainkan

Neymar Luis Enrique Barcelona, Neymar, Luis Enrique Barcelona, Neymar Barcelona, Luis Enrique, La liga, Barcelona vs Atletico madrid, Atletico madrid vs Barcelona, copa del rey
Neymar Luis Enrique Barcelona

Pelatih Barcelona yaitu Luis Enrique sempat mengungkapkan perasaannya tentang salah satu pemain andalannya yang berada di lini depan yaitu Neymar, yang dalam musim ini tidak begitu dahsyat menyumbangkan gol seperti musim sebelumnya. Ia merasa tak terlalu khawatir dengan keadaan yang telah dialami salah satu bomber asal Brasil itu.

Neymar sempat puasa gol selama lebih dari 1.000 menit penampilannya permainan terutama pada akhir tahun 2016 hingga awal 2017 ini. Dan inilah yang membuat pemain berusia 25 tahun itu mendapatkan kritikan dari banyak pihak.

Walaupun begitu,  Neymar sempat menunjukkan performa yang apik saat Barcelona mampu mengungguli lawannya pada putaran ke 21 La Liga dengan tiga kali membenamkan bola ke perut gawang, tanpa balasan.

Memang Neymar tak ikut menyumbangkan sebuah gol kala itu namun ia mampu memberikan assist ke Paco Alcacer dimenit ke 18. Kemudian gol kedua dihasilkan oleh rekannya Lionel Messi dimenit ke 40 dan terakhir Aleix Vidal mampu memastikan kubunya untuk mendapatkan poin penuh.

Saat Barcelona menghadapi Atletico Madrid pun di leg pertama Semifinal Copa del Rey, sang pelatih tak juga menyoroti kevakuman sang pemain dalam menggetarkan gawang lawan. Ia mengatakan kepada media A, “Level permainannya jauh melebihi golnya. Dia memiliki kualitas dan karakter untuk mencetak begitu banyak gol. Dia akan melakukannya dan dia akan melakukannya musim ini. Statistik yang ia buat sungguh luar biasa. Soal pertahanan dan juga memahami permainan, dia banyak berkembang. Ini spektakuler.”.

Namun pada akhirnya sang pemain tidak akan bisa dimainkan saat timnya melawan Atletico, karena ia tengah mendapat hukuman larangan bermain akibat akumulasi kartu kuning yang dimilikinya. Dan Enrique pun juga tak mempermasalahkan hal tersebut. Ia merasa timnya masih memiliki banyak pilihan pemain yang amat berkualitas untuk dapat menggantikan Neymar.

Ia pun mengatakan kepada media Sport, “Saya tidak punya banyak opsi di posisi pivot, namun saya punya. Rafinha cedera dan saya tidak tahu apakah dia akan siap, namun Denis Suarez pernah bermain di sana tim sebelumnya. Ada banyak opsi menarik dengan kualitas yang amat bagus.”

Barcelona akan menghadapi Atletico di markasnya sendiri di Camp Nou untuk kompetisi leg kedua Copa del Rey memperebutkan tiket menuju babak final setelah mereka unggul 1-2 saat menghadapi Atletico Leg pertama.

Torres Dan Simeone : Atletico Masih Mampu Balikkan Keadaan

Fernando Torres, Fernando Torres atletico madrid, atletico madrid, atletico madrid vs Barcelona, barcelona vs atletico madrid, copa del rey,
Pique vs Fernando Torres

Fernando Torres yang merupakan pemain belakang dari Atletico Madrid mengajak rekan rekannya untuk tampil all out saat berkunjung ke markas Barceona di Camp Nou. Ia ingin seluruh tim dapat mengeluarkan performa makksimal, berani ambil resiko dalam pertandingan nanti.

Atletico akan menghadapi Barcelona dalam ajang kompetisi Copa del Rey, yang sudah memasuki babak semifinal. Sebelumnya pada minggu lalu tanggal 2 Februari lalu kedua kubu sudah bertemu di leg pertama. Atletico mengalami kekalahan dengan skor 1-2. Dan pada tanggal 8 Februari besok, mereka akan bertemu lagi untuk menuntaskan leg kedua.

Pertandingan di  leg pertama di Vicente Calderon, Atletico tertinggal terlebih dahulu melalui dua buah gol yang diluncurkan oleh Luis Suarez dimenit ke 7 dan dari tendangan jarak jauh Lionel Messi dimenit ke 33. Atletico sempat membalas melalui sundulan Antoine Griezmann dimenit ke 59 bola yang masuk keperut gawang hanya sampai disana saja.

Walaupun Torres tak mampu menambahkan gol dalam pertandingan tersebut namun dipercaya Ia sedang dalam bentuk terbaiknya. Ia sempat menjebol gawang lawannya sebanyak dua kali, saat ia menghadapi Leganes di La Liga kemarin tanggal 5 Februari lalu. Dan Ia ingin melanjutkan tren positif yang dialaminya saat melawan Barcelona.

Seperti yang dikutip oleh media AS,  “Itu adalah salah satu pertandingan yang selalu ingin anda mainkan. Anda selalu ingin bermain melawan salah satu tim terbaik di Spanyol dan Eropa, dan memainkan laga semifinal yang amat penting. Saya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk suporter. Dan saya memainkan setiap laga seolah itu adalah yang terakhir bersama Atletico.Anda harus tampil berani, mengambil resiko, dan menargetkan lebih dari satu gol di Camp Nou.”.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh pelatih mereka, Diego Simeone. Ia masih percaya timnya masih bisa mengubah keadaan untuk menyingkirkan Barcelona di semi final Copa del Rey.

“Kami akan menghadapi tim yang sangat kuat di kandang sehingga pertandingan akan sangat berat bagi kami. Mereka mungkin bahkan tim terbaik di dunia. Tapi apa yang saya katakan sekarang tak banyak berarti. Semuanya akan diperhitungkan di atas lapangan. Hanya hasil yang akan membuat kami puas untuk mencapai final,”.

Walaupun Menelan Kekalahan, Torres Tetap Ingin Jadikan Pelajaran

Fernando Torres Atletico Madrid, Fernando Torres, Atletico Madrid, copa del rey, la liga, liga spanyol, Atletico Madrid vs Barcelona
Fernando Torres – Atletico Madrid

Fernando Torres selaku penyerang dari Atletico Madrid sempat menghimbau kepada timnya untuk terus berusaha dan pantang menyerah demi mendapatkan tiket menuju final Copa del Rey terutama  setelah ditaklukan rival mereka, Barcelona di leg pertama.

Memang dalam pertandingan yang diadakan di Camp Nou Stadium, tanggal 2 Februari 2017 pagi dini hari tadi, mereka ditekuk oleh Barcelona dengan skor 1-2. Walaupun pada dasarnya Barcelona lebih menguasai bola, namun dalam segi menciptakan peluang mereka sama banyak.

Gol pertama terjadi saat Javier Mascherano dimenit ke 7, mampu memberikan umpan trobosan kepada Luis Suarez dan dengan aksi solonya Ia mampu mengalahkan Miguel Angel Moya dan menembakkannya ke pojok kanan bawah gawang.

Kemudian pada menit ke 33, Ivan Rakitic meluncurkan umpan kepada Lionel Messi yang berada di lini depan dan ditembakkannya langsung dari luar kotak penalti menuju perut kiri gawang. Skor mengganda saat itu juga.

Atletico Madrid berjuang keras menjebol gawang Barcelona dan akhirnya mampu membalas dengan sebuah gol dimenit ke 59. Umpan lambung dari Diego Godin mampu disudul oleh penyerang andalan mereka yaitu Antoine Griezmann. Sayangnya hal tersebut tak disusul oleh gol lainnya.

Setelah pertandingan selesai, Torres pun sempat meminta agar rekan-rekannya untuk mengambil pelajaran dari pertandingan ini. Ia berharap mereka mampu meningkatkan performa dan tunjukan yang lebih baik lagi saat mereka mengunjungi Camp Nou pekan depan untuk melanjutkan leg kedua Copa del Rey.

Torres mengatakan, “Kami telah belajar untuk bertarung, menderita dan bangkit dari situasi yang rumit dan yang satu ini adalah salah satu yang lebih rumit. Kami memiliki harapan untuk mencapai final, dengan tahu bahwa ini mungkin adalah rival terburuk dan hal terburuk bisa terjadi, tapi lebih sulit, lebih baik,”.

Torres mengakui bahwa timnya tidak menunjukkan kualitas permainan mereka seperti biasanya. Ia membeberkan kepada ESPN FC, “Kami semua ingin bermain intens. Itu adalah ide kami dari awal, namun jika anda bermain melawan tim seperti ini dan semuanya mendukung permainan mereka, tidak ada yang bisa anda lakukan. Di babak pertama, mereka mampu mengalirkan bola dengan baik. Mereka terus menekan kami dan juga mampu bekerja sama dengan bagus di lini depan,”.

Ia melanjutkan, “Di babak kedua, semuanya bekerja dengan bagus untuk kami, kami seperti ingat siapa diri kami dan kami mampu menunjukkan itu di babak kedua.”