Pirlo Ragukan Kemampuan Buffon Jika Pindah Klub Lain

Andrea Pirlo Gianluigi Buffon Italy, Andrea Pirlo Gianluigi Buffon, Italy, Andrea Pirlo Gianluigi Buffon Italy, Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon Italy, Andrea Pirlo Gianluigi Buffon Italy, Andrea Pirlo Italy, Gianluigi Buffon , Juventus
Andrea Pirlo Gianluigi Buffon Italy

Andrea Pirlo yang saat menjadi pemain gelandang di New York FC, salah satu klub di Major League Soccer, Amerika, belum lama ini  melempar pujian kepada rekan senegaranya yaitu Gianluigi Buffon. Ia mengatakan bahwa Buffon merupakan penjaga gawang terbaik sepanjang zaman. Akan tetapi ia menyangsikan keahliannya akan masih tetap sama seandainya sang kiper dimainkan lagi di klub lainnya.

Penjaga gawang Juventus tersebut kini memang hampir memasuki usia kepala empat, namun hingga kini ia masih memainkan pertandingan profesional ke-1000 saat ia membawa timnasnya Italia, unggul terhadap Albania pekan lalu tanpa kebobolan dengan skor 2-0.

Pirlo yang pergi dari Juventus setelah berusia 35 tahun dua musim lalu, memang masih dimanfaatkan skillnya dalam memberikan umpan kepada rekannya di NYFC hingga kini. Walau pun ia menyadari dirinya tak setajam dulu saat Ia membela Juventus selama empat musim.

Ia pun juga menyadari hal yang serupa akan terjadi kepada Buffon. Meskipun Ia mengakui keahliannya akan menghalau bola,  , akan tetapi senadainya pemain senior di timnas Italia tersebut bermain di klubnya, Pirlo pun meragukan hal tersebut akan mampu dikeluarkan secara maksimal.

Pirlo yang sudah berusia 37 tahun itu pun mengatakan kepada di Corrierre Dello Sport: “Bagi saya Buffon itu Buffon. Kami sudah bermain bersama sejak kami berusia 15 tahun di timnas Italia. Kami sering saling bicara. Apakah dia juga akan datang ke New York? Dia sudah sedikit terlalu tua untuk itu, namun dia masih yang terbaik.”.

Mantan pemain Milan itu pun juga menyebut nama pemain baru yang muncul kepermukaan yang menggantikan generasinya seperti penjaga gawang mantan timnya yaitu Gianluigi Donnarumma, yang sering digaungkan sebagai penerus dari Buffon, sebagai satu di antara sekian banyak pemain muda Italia yang bisa menjanjikan masa depan timnas.

Pirlo pun menambahkan  “Ada generasi berkualitas yang muncul dan ini memang biasa terjadi. Terlepas dari Marco Verratti, yang sudah meninggalkan jejaknya di level klub, saya benar-benar menyukai Domenico Berardi dari Sassuolo, kiper Milan Gianluigi Donnarumma, bek Juventus, Daniele Rugani, pemain Bologna Federico Di Francesco, dan duo Fiorentina, Federico Chiesa dan Federico Bernardeschi. Semuanya masih muda dan menjanjikan”.

Buffon Akan Pecahkan Rekor Menit Bermain Terlama di Juventus

gianluigi buffon Juventus, gianluigi buffon, Juventus, juventus vs Porto, Champions LEague,  Giampiero Boniperti
Gianluigi Buffon – Juventus

Penjaga gawang andalan dari Juventus yaitu Gianluigi Buffon sepertinya sedang bersiap-siap akan memecahkan sebuah rekor baru yang sudah lama tak pernah di kalahkan sebelumnya. Ia akan menciptakan menit bermain yang paling lama yang saat ini dimiliki oleh legenda striker dari Juventus Giampiero Boniperti.

Pada tanggal 19 Maret hari Minggu mendatang,  Juventus akan menghadapi Sampdoria dikandangnya dalam ajang kompetisi Liga italia Serie A yang sudah memasuki putaran ke 29. Dan jika dalam pertandingan di Stadio Luigi Ferraris Buffon diikutkan dalam pertandingann maka Buffon akan resmi memecahkan catatan milik Boniperti karena bermain terus menerus oleh pelatihnya yaitu Massimiliano Allegri.

Seperti yang dilansir oleh Gazzetta dello Sport, Buffon saat ini sudah menjalani 39.616 menit bermain untuk klubnya. Lamanya menit bermain teresebut dicatatkan setelah Ia direkrut oleh Juventus dari Parma sejak tahun 2001.  Dan tercatat menit bermain Buffon tersebut hanya memiliki selisih 64 menit saja dari milik Boniperti.

Boniperti merupakan pemain legenda Juventus yang pernah membela sang klub selama 15 musim. Ia bermain dari musim 1946 sampai degnan 1961. Dalam kurun waktu tersebut, Boniperti sudah terhitung bertanding bersama Bianconeri dengan 443 penampulan dan menjalani pertandingan selama 39.680 menit.

Seandainya Buffon diturunkan untuk menghadapi Sampdoria, dan minimal menjalani pertandingan sampai dengan menit ke 65, maka secara langsung rekor Boniperti yang telah bertahan selama 88 tahun akan dikalahkannya dan rekor pemain dengan menit bermain paling lama di Juventus akan jadi milik Buffon.

Hanya saja saat ini masih belum ada kepastian bahwa samg [e,aom akan merumput menghadang serangan bola dari para pemain Sampdoria. Hal ini dikarenakan pemain yang sudah berusia 39 tahun tersebut kemungkinan akan dicadangkan untuk memulihkan diri setelah berperan serta membela Juventus di ajang kompetisi Liga Champions melawan Porto.

Dalam pertandingan tersebut Buffon mampu menghalau semua serangan Porto sehingga mampu mencatatkan Clean sheet dengan agregat 3-0 dan mampu membawa Juventus tetap melaju ke babak perempat final Liga tersebut.

 

Kiper Senior Juventus Puji Kiper Junior AC Milan

gianluigi buffon dan gianluigi donnarumma, gianluigi buffon, gianluigi donnarumma, Gaol Keeper Serie A
Gianluigi Buffon dan Gianluigi Donnarumma

Penjaga gawang dari Juventus yang juga menjabat sebagai Kapten kesebelasannya yaitu Gianluigi Buffon, sempat melayangkan  memberikan pujian pada rival seprofesinya di liga yang sama yaitu Gianluigi Donnarumma, ia ungkapkan hal tersebut pada saat timnya akan menghadapi klub dari rivalnya dalam waktu dekat.

Pertandingan yang dimaksud oleh Buffon adalah pertandingan dalam ajang kompetisi Serie A yang akan diselenggarakan di markasnya Juventus Stadium, hari sabtu mendatang tanggal 11 Maret 2017.

Sang kiper Rossoneri mengawali pertandingan perdananya bersama tim senior Milan pada musim lalu saat usianya belum genap 17 tahun. Dan kini ia telah mampu menjalani 57 laga di Serie A dan 61 pertandingan bersama Milan.

Walaupun hingga kini Milan masih berada di tujuh besar klasemen sementara liga Italia Serie A, akan tetapi sang pemain asal Italua tersebut sudah pernah turut berperan serta memberikan gelar juara untuk timnya. Saat itu adalah dalam ajang Supercoppa Italiana yang diselenggarakan pada akhir tahun lalu. Ia menjadi pahlawan dalam perebutan gelar tersebut karena Milan keluar sebagai pemenang lewat adu penalti.

Selain sukses bersama timnya, pemain bertubuh jangkung  tersebut juga sudah masuk dalam daftar pemain di timnas Italia. Dan tak hayal lagi, namanya sekarang sudah cukup terkenal dunia walaupun masih muda.

Seperti yang dituliskan oleh Football Italia, Buffon mengatakan, “Ia sungguh penjaga gawang yang membuktikan dirinya ia akan menjadi sesuatu yang berbeda dari yang lain. Ia luar biasa. Seperti pemain yang luar biasa lainnya, ia masih muda dan berkembang sangat cepat. Ia telah menjalani musim yang hebat hingga sekarang,” .

Kiper senior Juventus tersebut juga sempat membicarakan tentang kejadian beberapa saat yang lalu yang melibatkan pelatihnya yaitu Massimiliano Allegri dan pemain belakang mereka yaitu Leonardo Bonucci. Ia mengatakan hal tersebut sudah tak menjadi masalah lagi. Ia mengatakan “Itulah Leo, dia orang yang bisa berbuat salah, jika ia berbuat demikian ia tak bermaksud seperti itu, ia selalu ingin memberi yang terbaik untuk timnya.”.

Buffon Bangga Timnya Mampu Bangkit Setelah Kebobolan

gianluigi buffon Juventus, gianluigi buffon, Juventus, juventus vs Napoli, mario mandzukic
Gianluigi Buffon – Juventus

Gianluigi Buffon yang merupakan penjaga gawang veteran dari Juventus, belum lama ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat bangga bisa dapat bermain dengan klub nomor satu di Italia. Hal itu ia ungkapkan setelah Ia mengamati pertandingan dari belakang dan mampu membuat permainan yang kompak saat menghadapi klub hebat sekelas Napoli.

Pertandingan yang dimaksud oleh Buffon adalah pertandingan Coppa Italia yang sudah memasuki babak semi final, yang diselenggarakan kemarin pada tanggal 1 Maret 2017 pukul 2.45. Laga yang diadakan di Juventus stadium tersebut , mereka mampu mengungguli sang tamu dengan tiga buah gol walaupun sebelumnya Napoli sempat memimpin pada babak pertama, melalui aksi dari Jose Callejon hingga babak pertama usai.

Sayangnya setelah dua menit pertandingan babak kedua dimulai, Paulo Dybala mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti akibat Kalidou Koulibaly melakukan tackle buruk. Kemudian pada menit ke 64, Gonzal Higuain mampu membalikkan keadaan melalui bola rebound yang mengarah padanya. Lalu lima menit kemudian, Dybala menambahkan angka lagi dan memperlebar jarak agar Napoli kesulitan mengejar melalui tendangan penalti keduanya,

Kemenangan tersebut membuat sang kiper bahagia meninga timnya mampu bangkit dari ketertinggalan mereka di babak pertama dan hal tersebut membuat dirinya semakin bangga membela klubnya hingga akhir Ia pensiun..

Ia pun menungkapkan perasaannya kepada JTV, “Kemenangan lawan Napoli menunjukkan bahwa ketika kami menginjak pedal gas kami memiliki kekuatan yang luar biasa Saya bangga bisa bermain di sebuah tim seperti ini, karena kami bereaksi setelah di babak pertama. Kami bisa bereaksi seperti sebuah tim yang hebat,”.

Sang kapten kesebelasan tersebut pun mengajak pasukannya agar pantang menyerah dalam bertanding seperti yang dilakukan rekannya di Juventus yaitu Mario Mandzukic. Ia bahkan mengumpamakan sang pemain dengan gorila berkat sikapnya yang agresif dalam menampilkan performanya.

Ia pun mengatakan “Jika kita ingin sukses, kita tidak pernah bisa membiarkan adanya penurunan level daya saing itu. Kita harus menjadi seperti Mandzukic dan menjadikannya sebagai contoh. Ia seorang gorila agresif, ia tidak pernah berhenti bersikap agresif,”.

Ia melanjutkan, “Sebuah kemarahan kompetitif penting untuk orang seperti kita yang ingin menang. Anda tidak dapat selalu memilikinya, jika tidak tim seperti Barcelona akan menang di Eropa selama 10 tahun berturut-turut, tapi itu penting,”.