Mantan Pemain Inter Yakini Ketajaman Icardi

Mauro Icardi Inter Milan, Mauro Icardi, Inter Milan, Serie A,
Mauro Icardi – Inter Milan

Diego Milito selaku mantan pemain Inter Milan, meyakini percaya bahwa penyerang andalan Nerazzurri yaitu Mauro Icardi, sedang membuktikan bahwa dirinya sangat mampu untuk menjadi striker yang di akui di dunia terutama oleh negaranya, pasalnya saat ini Ia tak diikut sertakan dalam timnasnya, Argentina.

Hal ini bukan pertama kalinya Icardi diabaikan lagi oleh pelatih timnasnya dalam menjalani persiapan menjelang babak kualifikasi Piala Dunia 2018 bulan ini. Menurut Edgardo Bauza selaku pelatih dari Argentina, kemampuannya masih berada dibelakang rekannya yaitu Gonzalo Higuain dari Juventus dan dan Lucas Pratto yang baru saja bergabung dengan Sao Paulo FC di Liga Brasil.

Namun Milto yang pernah menjadi pahlawan Inter di final Liga Champions 2010 tersebut tetap memberikan dukungan moral dan melayangkan pujian kepada Icardi. Ia mengatakan kepada Rai Italia, “Icardi tengah membuktikan untuk menjadi seorang penyerang hebat. Di usia 24 tahun, dia melakukannya dengan sangat baik di tim besar seperti Inter. Saya berharap dia akan terus di jalan ini, karena dia seorang penyerang hebat,”.

Ia pun sempat mengakui bahwa sang pemain berusia 24 tahun tersebut memang memiliki beberapa kekurangan namun Ia percaya bahwa dirinya mampu untuk memperbaiki hal tersebut. Ia pun melanjutkan, “Dia pasti memiliki ruang untuk perbaikan, tapi dia masih muda dan dia melakukannya dengan baik,”.

Terbukti dalam pertandingannya yang terakhirnya menghadapi Cagliari dua hari lalu tepatnya pada tanggal 5 Maret lalu, Ia mampu menunjukan kemampuannya pada saat mengeksekusi tendangan penalti yang dipercayakan kepadanya di menit ke 67.

Dan dengan demikian hingga saat in Ia mampu mengoleksi 17 gol hanya dari Serie A saja. Memang hal tersebut masih jauh dengan jumlah yang dimiliki oleh rivalnya di klub lain. Tercatat Ia mencapai peringkat kelima dibawah Andrea Belotti, Gonzalo Higuain dan Edin Dzeko serta Dier Mertens.

Belotti dari Torino mampu menjebol 22 gawang lawannya sementara Higuain dari Juventus dan Dzeko dari AS Roma sama sama mampu menggetarkan 19 kali gawang lawannya. Mertens mempu membuat 18 gol untuk Napoli dan barulah Icardi yang baru mengumpulkan 17 gol.

Mancini Yakin Dirinya Akan Bawa Inter Bersaing Hadapi Juventus

Roberto Mancini Inter Milan, Roberto Mancini, Inter Milan, Roberto Mancini Leicester City
Roberto Mancini, Inter Milan

Roberto Mancini yang merupakan mantan pelatih Inter Milan di musim lalu, sempat mengungkapkan pendapatnya tentang klub tersebut yang sedang berusaha meraih posisi tiga besar di Serie A. Ia sempat mengatakan bahwa dirinya bisa dipastikan akan mampu membawa klubnya keperingkat pertama hingga saat ini seandainya ia tidak digusur di awal kompetisi musim ini.

Pelatih asal Italia tersebut memang diberhentikan oleh manajemen Inter beberapa minggu dari musim ini digelar. Dan kemudian posisinya digantikan oleh Frank de Boer. Sayangnya penggantinya tersebut harus digusur lagi mengingat dibawah kepemimpinan de Boer, Inter malah semakin melorot posisinya menuju zona degradasi.

Untungnya pilihan pelatih barunya yaitu Stefano Pioli, yang pernah melatih Lazio mampu memperbaiki keadaan dengan memenangkan 9 laga dari 11 pertandingan yang dijalaninya sehingga posisi Inter kembali membaik dan saat ini berada di enam besar Serie A putaran ke 26 dan memiliki selisih 28 poin dengan pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus.

Mancini pun percaya bahwa hal tersebut takkan terjadi seandainya Ia masih memimpin Inter yang sempat diraciknya di awal kompteisi lalu. Ia mengatakan kepada Sky Sport Italia. “Kami ada di papan atas musim lalu, kami unggul usai 20 laga, namun kemudian kalah bersaing dengan tim lainnya. Kami harus terus konsisten di jalur tersebut. Tahun ini, kami harusnya bisa bersaing dengan Juve, ini akan bisa jadi tahun yang penting,”.

Ia pun menjelaskan penyebabnya mengapa Ia terpaksa pergi dari Inter,  “Memang Itu tidak berakhir dengan cara yang buruk. Kami sepakat untuk berpisah dan tidak ada lagi kesepakatan untuk bekerja sama. Ketika anda mengalami sebuah takeover di klub, biasanya memang ada kekacauan.Sejarah Inter ditulis oleh keluarga Moratti. Keluarga Zhang memiliki kekuatan finansial di Inter, namun untuk mencatat sejarah bukan hal yang mudah. Mungkin kesalahan terbesar adalah menyingkirkan direktur Fassone, yang selalu jadi panutan untuk semua orang.”.

Mancini pun saat ini telah siap menjalani lagi profesi sebagai pelatih dan kabar terakhir mengatakan bahwa ia dikaitkan dengan Leicester City yang baru saja ditinggal oleh pelatihnya. Hanya saja Ia lebih memilih untuk dapat melatih di Serie A jika memungkinkan.

Wapres Inter Tak Ubah Target Tiga Besar Walau Sempat Takluk Dengan Juve dan Roma

Javier Zanetti Inter milan, Javier Zanetti, Inter milan, Vice President Inter milan, Inter milan Vs AS roma, serie A
Javier Zanetti Inter milan

Tanggal 27 Februari kemarin, Inter Milan menjalani ajang kompetisi Liga italia Serie A putaran ke 26. Dalam ajang tersebut, mereka menghadapi AS Roma dikandang sendiri yaitu Stadio Giuseppe Meazza dan berusaha untuk mendapatkan poin penuh untuk memantaskan diri di tiga besar dan mendapatkan tiket menuju Liga Champions musim depan.

Namun sayangnya dalam pertandingan tersebut Inter harus mengaku keperkasaan Roma dan berakhir dengan skor 3-1. Selain tak mendapat poin, mereka ternyata harus lengser tiga peringkat ke posisi ke enam dilewati oleh Napoli yang menduduki peringka ketiga dan Atalanta keperingkat keempat dan terakhir adalah Lazio diperingkat kelima. Untungnya, Inter hanya terpaut enam poin dari Napoli yang berada di peringkat ketiga papan klasemen.

Meskipun demikian Javier Zanetti sekalu wakil Presiden dari Inter mengatakan bahwa target klubnya untuk dapat kembali berlaga di kompetisi Liga Champions musim depan tetap sama tak ada perubahan. Ia mengatakan “Pertandingan dengan Roma? Kekalahan kami atas Juve (0-1) dan Roma adalah dua laga yang berbeda. Mereka (Roma) bermain lebih baik daripada kami, tapi kekalahan itu tak mengubah target maupun jalan yang kami tempuh.”

Ia pun menambahkan, “Masih ada banyak pertandingan dari sekarang hingga akhir musim. Kami berharap bisa memenangi laga-laga sisa sebanyak mungkin, lalu melihat di mana kami akan finish nanti.”

Di awal kompetisi musim ini, Inter memang sempat diasuh oleh Frank de Boer namun akhirnya dipecat setelah 14 pertandingan membawa Inter ke peringkat lebih dari 10 besar. Mungkin jika Pioli yang direkrut sejak awal, Inter memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk di tiga besar saat ini.

Namun sang wapres Inter itu menjelaskan, “Orang lain bebas mengutarakan pandangannya kepada Frank. Kami sendiri selalu berusaha sebaik mungkin. Saat ini, kami senang dengan hasil kerja Pioli. Kami menilai dia sebagai seorang pelatih dengan pengalaman hebat. Kami percaya dengan masa depan kami,”

Ia pun sempat menjelaskan bahwa hasil kerja dari Pioli dan juga dengan pemilik Inter saat ini yaitu Suning Group, klubnya akan memiliki masa depan sangat menjanjikan. Ia mengatakan, “Ya, Saya yakin itu. Kami semua di sini bekerja demi Inter. Mereka (Suning) sudah di sini empat bulan dan memiliki ambisi serta memikirkan sebuah masa depan yang menjanjikan. Ini memang takkan mudah. Membangun skuat dan sebuah klub butuh waktu panjang, tapi kami bekerja keras agar bisa segera mendapatkan hasil yang hebat.”.

Prediksi Pertandingan Serie A Inter milan VS AS Roma 27 Februari 2017

Prediksi Pertandingan Serie A Inter milan VS AS Roma 27 Februari 2017, Prediksi Pertandingan Serie A Inter milan VS AS Roma, Serie A Inter milan VS AS Roma, Inter milan VS AS Roma, Inter milan, AS Roma,
Inter milan VS AS Roma

Hari Senin mendatang tanggal 27 Febuari pukul 2.45 WIB, AS Roma akan melanjutkan ajang kompetisi liga Italia putaran ke 26. Mereka akan meluncur menuju Stadio Giuseppe Meazza, yang merupakan markas dari Inter Milan.

Saat ini Roma berusaha mempersempit selisih poin dengan pemilik peringkat pertama kompetisi ini yang masih saja diisi Juventus. Pasalnya mereka tertinggal tujuh poin sementara pertandinga masih tersisa dua belas pertandingan lagi.

Tercatat dari 10 pertandingan terakhirnya di Liga Serie A, mereka tak pernah bermain imbang namun sempat mencicipi dua kali kekalahan saat bertamu ke kandang Juventus di pertengahan Desember tahun lalu dan akhir Januari kemarin saat mereka mengunjungi markas Sampdoria. Pertandingan terakhirnya di liga Eropa pun mereka mengalami kekalahan hanya saja mereka sudah memiliki modal 4 gol di leg sebelumnya sehingga mereka lolos ke babak perdelapan final.

Disisi lain, Inter juga sedang berusaha memantapkan diri di posisi kelimanya yang baru didudukinya pekan ini. Mereka berusaha menempel ketat Atalanta yang memiliki poin dengan jumlah yang sama. Dalam 10 pertandingan terakhirnya di Serie A, mereka sanggup memenangkan delapan pertandingan dan tanpa bermain imbang. Kekalahan terakhir Inter adalah pada awal bulan ini saat mereka menghadapi Juventus dngan skor tipis 1-0.

Tim Nerazzurri sepertinya tak ada masalah dengan pemainnya karena cedera namun bek andalan mereka tak bisa dimainkan karena hukuman  kartu kuning yang dimilikinya. Sementara Giallorossi tak bisa membawa dua gelandang mereka yang cedera lutut yaitu Emanuele Spinozzi dan Alessandro Florenzi.

Dipercaya Luciano Spalletti akan menggunakan formasi andalannya yaitu 3-4-2-1 dimana Edin Dzeko sebagai ujung tombak dibantu oleh Radja Nainggolan dan M Salah, sementara untuk memperlancar aliran bola sang pelatih akan memposisikan, Perres, De Rossi, Strootman,dan Emerson. Untuk penjaga gawang di yakini Szczesny mampu menghadapi serangan Inter bersama rekan didepannya yaitu Rudiger, Fazio dan Monalas.

Dilain pihak Stefano Pioli akan diprediksi menggunakan formasi yang sama dengan Icardi sebagai ujung tombak dibantu dengan Joao Mario dan Eder. Dilini tengah akan diposisikan Perisic, Kondogbia, Gagliardinin dab Candreva. Sedangkan untuk pertahanan dipercaya D’Ambrosio, Medel dan Murillo dapat membantu Handanovic menahan serangan Roma.

Gol Perdana Gabigol

Gabriel Barbosa Score Bologna vs Inter milan, Gabriel Barbosa Score, Bologna vs Inter milan, Gabriel Barbosa, Bologna, Inter milan, serie A
Gabriel Barbosa Cetak angka – Bologna vs Inter milan

Gabriel Barbosa alias Gabigol merupakan penyerang muda Inter Milan yang pada dasarnya jarang dimainkan sejak ia mendarat di Inter. Tercatat ia hanya dimainkan sebanyak enam kali saja namun dalam pertandingan terakhirnya menghadapi Bologna, Ia mampu menebus kepercayaan sang pelatih yang telah memasukkannya dimenit ke 75. Bahkan menyelamatkan timnya yang harus berbagi poin.

Memang sang pemain yang baru berusia 20 tahun tersebut, mengalami kendala untuk menunjukkan keahliannya dihadapan pelatihnya musim ini, baik saat Inter masih dilatih oleh Frank De Boer hingga kini yang diasuh oleh Stefano Pioli. Namun belakangan, Pioli secara perlahan memberikan kepercayaan kepada pemain berkebangsaan brasil tersebut walau sebagai pemain pengganti dimenit menit terakhir.

Namun akhirnya Ia berhasil menunjukan kemampuannya saat Ia menggantikan rekannya sebagai penyerang utama ketika Inter menghadapi Bologna tanggal 19 Februari di Stadio Renato Dall’Ara. Ia berhasil mencetak gol pertamanya bersama inter setelah enam menit ia dimainkan. Dan lebih dari itu Ia menyelamatkan timnya dari permainan imbang Bologna sehingga posisi Inter saat ini masih bertahan diperingkat empat.

Bagi Gabigol, gol tersebut merupakan gol yang tak kan pernah dilupakan dan ia pun berharap bahwa gol tersebut tak akan menjadi golnya yang terakhir.

Ia mengatakan kepada media Lance, “Saya sangat senang dengan momen itu. Gol pertama saya dan kemenangan penting. Saya sudah menunggu lama untuk ini, saya bekerja keras dan saya tahu gol itu akan datang. Saya berharap itu hanya gol pertama saya, dan tentu saja saya tidak akan pernah lupa gol ini,”.

Ia pun mengatakan bahwa Ia berada di Eropa bukan untuk bermain melainkan untuk bekerja sehingga saat dipercaya oleh sang pelatih, Ia harus menebusnya, sepertin yang Ia katakan, “Sejak saya tiba di sini saya telah bekerja dengan keseriusan dan profesionalisme. Saya mencoba untuk mendapatkan tempat saya. Saya tahu apa yang bisa saya berikan untuk membantu Inter. Saya datang ke sini untuk membuat sejarah dan tidak ada gunanya saya menundukkan kepala saya. Gol ini dapat menjadi awal dari cerita baru,”.

Mantan Presiden Inter Ingin Inter Rekrut Gabriel Jesus

Massimo Moratti Inter Milan - Gabriel jesus, Massimo Moratti Inter Milan, Gabriel jesus, Massimo Moratti, Inter Milan,, Premier league, serie A
Massimo Moratti

Massimo Moratti yang pernah menjabat presiden Inter Milan antara 1995 hingga 2013 itu, sempat membeberkan keinginannya bahwa pemain lini depan yang baru saja direkrut oleh Manchester United yaitu Gabriel Jesus, telah membuatnya kembali menggemari sepakbola, dan sempat meminta mantan klubnya di Serie A tersebut untuk dapat memboyong pemain yang menurutnya bertalenta.

Jesus memang baru saja didatangkan City setelah menerima uang tebusan sejumlah 27 Juta Poundsterling atau sekitar 33 juta Euro pada tanggal 19 Januari 2017 kemarin dari klub sebelumnya yang bermain di Serie A Brasil yaitu Sociedade Esportiva Palmeiras alias Palmerias.

Dan setelah bergabung dengan Manchester City, Ia berhasil merebut hati dari sang pelatih City yaitu Pep Guardiola, bahkan Ia menjadi starter sejak itu menggeser striker lawasnya yaitu Sergio Aguero yang sebenarnya masih aktif dalam menjebol gawang lawannya.

Dikabarkan sang mantan Presiden Inter tersebut mengakui bahwa dirinya sangat terkesan dengan aksi yang diberikan oleh sang pemain muda berusia 19 tahun itu. Memang Moratti yang sibuk menggeluti sebagai pengusaha minyak itu masih menjadi mengamati tim yang saat ini diasuh oleh Stefano Pioli. Dan Ia sempat berpikir bahwa pemain bernomor punggung 33 itu mampu menjadi pemain bintang seperti Lionel Messi dan akan sangat berguna jika mantan klubnya dapat merekrutnya.

Ia mengatakan kepada Sky Sport Italia “Dia membuat saya mencintai sepakbola lagi. Setiap saat, anda membutuhkan pemain baru seperti dia untuk memancing kembali gairah anda dan Gabriel Jesus dari Manchester City, bagi saya, adalah pemain yang harus anda dapatkan.”

Ia pun menambahkan, “Messi memang luar biasa, namun sulit mendapatkannya. Namun indah ketika anda melihat pemain yang punya banyak potensi – dan siapa tahu hal hebat yang bisa ia lakukan di masa depan. Bagi saya, Jesus adalah salah satu pemain itu.”.’

Namun sang pemain yang diinginkan mantan Presiden Inter tersebut saat ini sedang mengalami cedera engkel dan tak dapat bermain paling cepat dua bulan lagi sedangkan musim kompetisi di Premier League hanya berlangsung selama 13 pertandingan lagi.

 

Evans Kondogbia Tak Setuju Saudaranya Dikatakan Turun Performa

Geoffrey Kondogbia Inter Milan, Geoffrey Kondogbia,  Inter Milan, Evans Kondogbia, serie A
Geoffrey Kondogbia Inter Milan

Evans Kondogbia  selaku pemain sepak bola yang kini membela FC Jumilla, di Segunda Division B Group 4,  belum lama ini mengatakan bahwa Saudaranya yang bermain di InterMilan yaitu Geoffrey Kondogbia, merupakan salah satu pemain gelandang bertahan terbaik kelas dunia. Ia sempat mengatakan bahwa saudaranya memiliki kualitas yang tak jauh berbeda dengan pemain Real Madrid, Toni Kroos.

Geoffrey Kondogbia merupakan pemain asal Prancis, yang telah bergabung dengan Inter Milan sejak direkrut dari AS Monaco pada tanggal 22 Juni 2015 lalu. Ia di rekrut dengan nilai 31 Juta euro dengan masa bakti selama lima tahun. Sebelum bersama AS Monaco selama dua musim, Ia juga sempat membela Sevilla selama semusim.

Pada musim ini Geoffrey sudah 10 kali tampil bersama Inter dan tiga diantaranya sebagai pemain pengganti. Namun menurut Evans, saudaranya itu selain setara dengan Kroos, Ia juga setara dengan Sergio Busquets, gelandan bertahan dari Barcelona hanya saja Ia masih kalah dengan Paul Pogba yang saat ini bermain di Mancheset United.

Ia mengatakan kepada media So Foot, “Pogba adalah pemain terbaik di dunia pada posisinya. Setelahnya, ada Kondogbia, bersama dengan Toni Kroos dan Sergio Busquets. Mereka adalah pemain yang bisa menggerakkan permainan timnya, merebut kembali penguasaan bola tapi tidak mencetak banyak gol,”.

Jika dilihat lebih jauh, sang pemain berusia 23 tahun itu, Kondogbia sepertinya cukup mengalami kesulitan dalam mendapatikan posisi utama di Inter pada musim ini. Ia sepertinya kalah bersaing di lini tengah Inter terutama sejak awal musim. Padahal sebelum di Inter, namanya cukup menjadi buah bibir dan diperhitungkan dalam lapangan. Hanya saja bersama Inter, Ia malah jarang dimanfaatkan sehingga jarang menunjukan performa.

Evans tak setuju jika saudaranya bermain dengan buruk. Menurutnya sang pemain masih tetap menunjukkan aksi terbaiknya. Ia menjelaskan “Saya banyak mendengar mereka mengatakan Kondogbia bermain dengan buruk di Inter, tapi saya sudah membaca statistiknya, dribbling, umpan sukses dan merebut bola. Tidak ada masalah. Ia malah memiliki kekuatan mental yang sangat mengesankan,”.

Mancini Ungkap Mengapa Ia Dipecat Di Awal Musim Ini

Roberto Mancini Inter Milan, Roberto Mancini, Inter Milan, paulo dybala, serie a, lita italia
Roberto Mancini – Inter Milan

Belum lama ini mantan pelatih Inter Milan yang pergi meninggalkan klubnya di awal musim ini yaitu Roberto Mancini, mengungkapkan kondisi yang terjadi mengapa Ia dipecat dan pergi di awal musim 2016/17. Menurutnya, kondisi yang terjadi saat itu terlalu tak masuk akal .

Sebelumnya Mancini stelah menduduki jabatan pelatih pada tahun 2004-2008, kemudian pindah melatih Manchester City selama empat musim. Kemudian Ia pindah menuju Galatasaray, salah satu klub dari liga Turki, selama semusim dan akhirnya kembali dipanggil ditahun 2014.

Namun sang pelatih asal Italia itu harus kehilangan jabatannya sebagai pelatih Inter pada awal musim kompetisi kali ini. Hal ini diprediksi karena ia tidak sependapat dengan jajaran manajemen tentang kebijakan transfer. Kemudian Ia digantikan oleh Frank de Boer dan tak sampai empat bulan kepelatihannya, Ia juga dipecat karena membawa Inter terlepas dari 10 besar. Dan saat ini Inter dipegang oleh Stefano Pioli.

Mancini mengungkapkan kepada La Stampa, “Inter Milan menciptakan situasi yang absrud. Saya sulit untuk bisa mengelolanya, ada terlalu banyak orang yang berbicara,”.

Sang pelatih pada dasarnya telah menyiapkan rencana dengan matang untuk klubnya pada musim ini. Ia mengaku memiliki komunikasi yang baik dengan investor baru, Sunning Grup. Dengan modal tersebut ditambah materi pemain yang sudah dibangun pada musim sebelumnya, Ia yakin Inter bisa menjalani musim yang bagus bahkan mampu meraih juara lagi bersama Inter.

Namun sang pelatih berusia 52 tahun itupun sempat menungkapkan penyesalannya terbesar di Inter adalah melepas kesempatan untuk membeli Paulo Dybala yang saat itu masih bermain di Palermo. Bersama Franco Vazquez dan Andrea Belotti Ia mampu menyelamatkan klub dari zona degradasi.

Namun dari ketiganya, bakat Dybala yang paling terlihatIa pun menjadi rebutan klub-klub terbesar Italia, terutama Juventus, AC Milan dan Inter Namun Inter perlahan mundur dari persaingan setelah Juventus dan Milan semakin sengit beradu tawaran. Dan akhirnya Juventus memenangkan persaingan karena sang pemain lebih memilih menuju Jawara Italia dibandingkan dengan Milan yang menawarkan harga yang lebih mahal.

Mancini mengakui Inter menyesali keputusan untuk tidak membeli Dybala saat itu, Ia mengatakan kepada Corriere dello Sport “Sudah jelas bahwa Dybala memiliki kualitas yang luar biasa besar. Kegagalan mendapatkannya adalah penyesalan besar bagi Inter. Saat itu INter punya kesempatan besar untuk mendapatkannya lebih dulu dan bahkan harusnya juga bisa menawarkan lebih. Tapi sekarang dia sudah di Juventus,”.

Zola : Juventus Bukan Tim Yang Tak Bisa Dikalahkan

Gianfranco Zola Italia coach, Gianfranco Zola, Juventus vs Inter Milan, Juventus, Inter Milan
Gianfranco Zola

Gianfranco Zola yang merupakan mantan pemain timnas Italia, sempat memberikan saran kepada Inter Milan sebelum mereka bertanding menghadapi Juventus pada akhir pekan ini. Ia mengatakan bahwa kemungkinan untuk dapat mengalahkan jawara musim lalu masih ada dan hal tersebut bukan hal yang mustahil.

Memang tanggal 6 Februari nanti, Inter akan menghadapi Juventus dalam ajang kompetisi Liga Italia Serie A putaran ke 23. Tentunya tak mudah mengalahkan jawara lima musim secara berturut turut terutama mengalahkannya di kandang mereka, Juventus Stadium.

Selain itu Juventus juga baru saja memenangkan pertandingan terakhir mereka dengan skor 0-2 menghadapi Sassuolo masih bertengger sebagai pemuncak klasemen sementara terpaut empat poin dengan Roma yang berada di peringkat kedua, namun Juve masih memiliki satu pertandingan yang belum sempat dimainkan melawan Crotone.

Dilain pihak, Inter juga tampil cukup impresif belakangan ini. Sebelum mereka mengalami kekalahan dalam ajang Coppa Italia kalah dari Lazio, tim yang diasuh oleh Stefano Pioli tak pernah kalah bahkan selalu menang dalam sembilan pertandingan secara berturut turut di lintas kompetisi.

Namun tak selamanya Juventus selalu menang. Pada pertemuan pertama menghadapi Juventus di musim ini, Inter sudah membuktikan hal tersebut dan mereka mampu unggul dengan skor 2-1. Selain dari Inter tercatat sudah ada tiga klub lagi yang menaklukannya dimusim ini. AC Milan mampu unggul 1-0 pada putaran ke 9, Genoa menaklukan Juventus dengan skor 3-1, pada putaran ke 14 dan terakhir pada putaran ke 20 baru baru ini mereka mengalahkan Juve dengan skor 2-1.

Namun Zola tetap beranggapan bahwa pertandingan tersebut akan menjadi pertandingan yang menegangkan, kedua kubu saling memberikan penampilan yang terbaik dan pada akhirnya Ia beranggapan hasil imbang akan menjadi hasil yang adil untuk kedua tim.

Ia mengatakan kepada Sky Sports, “Juventus bukan tim yang tak bisa dikalahkan karena mereka sudah kalah dalam beberapa pertandingan [musim ini]. Mereka [Inter] akan berkunjung ke sana sebagai tim dengan bentuk terbaik tapi pertandingan nanti membutuhkan performa bagus. Hasil imbang akan menjadi hasil yang adil,”.