Pirlo Ragukan Kemampuan Buffon Jika Pindah Klub Lain

Andrea Pirlo Gianluigi Buffon Italy, Andrea Pirlo Gianluigi Buffon, Italy, Andrea Pirlo Gianluigi Buffon Italy, Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon Italy, Andrea Pirlo Gianluigi Buffon Italy, Andrea Pirlo Italy, Gianluigi Buffon , Juventus
Andrea Pirlo Gianluigi Buffon Italy

Andrea Pirlo yang saat menjadi pemain gelandang di New York FC, salah satu klub di Major League Soccer, Amerika, belum lama ini  melempar pujian kepada rekan senegaranya yaitu Gianluigi Buffon. Ia mengatakan bahwa Buffon merupakan penjaga gawang terbaik sepanjang zaman. Akan tetapi ia menyangsikan keahliannya akan masih tetap sama seandainya sang kiper dimainkan lagi di klub lainnya.

Penjaga gawang Juventus tersebut kini memang hampir memasuki usia kepala empat, namun hingga kini ia masih memainkan pertandingan profesional ke-1000 saat ia membawa timnasnya Italia, unggul terhadap Albania pekan lalu tanpa kebobolan dengan skor 2-0.

Pirlo yang pergi dari Juventus setelah berusia 35 tahun dua musim lalu, memang masih dimanfaatkan skillnya dalam memberikan umpan kepada rekannya di NYFC hingga kini. Walau pun ia menyadari dirinya tak setajam dulu saat Ia membela Juventus selama empat musim.

Ia pun juga menyadari hal yang serupa akan terjadi kepada Buffon. Meskipun Ia mengakui keahliannya akan menghalau bola,  , akan tetapi senadainya pemain senior di timnas Italia tersebut bermain di klubnya, Pirlo pun meragukan hal tersebut akan mampu dikeluarkan secara maksimal.

Pirlo yang sudah berusia 37 tahun itu pun mengatakan kepada di Corrierre Dello Sport: “Bagi saya Buffon itu Buffon. Kami sudah bermain bersama sejak kami berusia 15 tahun di timnas Italia. Kami sering saling bicara. Apakah dia juga akan datang ke New York? Dia sudah sedikit terlalu tua untuk itu, namun dia masih yang terbaik.”.

Mantan pemain Milan itu pun juga menyebut nama pemain baru yang muncul kepermukaan yang menggantikan generasinya seperti penjaga gawang mantan timnya yaitu Gianluigi Donnarumma, yang sering digaungkan sebagai penerus dari Buffon, sebagai satu di antara sekian banyak pemain muda Italia yang bisa menjanjikan masa depan timnas.

Pirlo pun menambahkan  “Ada generasi berkualitas yang muncul dan ini memang biasa terjadi. Terlepas dari Marco Verratti, yang sudah meninggalkan jejaknya di level klub, saya benar-benar menyukai Domenico Berardi dari Sassuolo, kiper Milan Gianluigi Donnarumma, bek Juventus, Daniele Rugani, pemain Bologna Federico Di Francesco, dan duo Fiorentina, Federico Chiesa dan Federico Bernardeschi. Semuanya masih muda dan menjanjikan”.

Wapres Inter Masih Kagumi Permainan Dybala

Paulo Dybala Juventus, Paulo Dybala, Juventus, Palermo, Juventus vs Palermo, Serie A
Paulo Dybala Juventus

Javier Zanetti selaku wakil Presiden dari Inter Milan, baru baru ini menceritakan tentang keinginan klub yang sempat gagal dalam meraih pemain idamannya. Mereka ternyta pernah menginginkan jasa dari penyerang dari Palermo dua musim lalu yaitu Paulo Dybala, sebelum akhirnya sang pemain memutuskan untuk bergabung ke jawara Liga Italia tersebut.

Memang saat itu tepatnya bursa transfer musim panas 2015 lalu, pemain muda yang kini berusia 23 tahun tersebut telah banyak dibidik oleh klub papan atas Eropa terutama klub yang berada di Liga Inggris. Hal itu dikarenakan sang pemain mampu menampilkan performa yang ciamik saat Ia masih membela Palermo di musim sebelumnya.

Hanya saja sayangnya sang rival mereka ternyata lebih mampu membuat Dybala tergoda untuk ke Turin dengan harga tebusan 30 juta pounsterling dengan masa kontrak selama lima tahun. Dan ternyata sang pemain mampu menonjol dalam pertandingan bersama Juventus sejak ia didatangkan. Ia pun sering menjadi andalan pelatihnya saat ini yaitu Massimiliano Allegri.

Roberto Mancini yang pernah menjadi pengasuh dari Inter dan saat itu masih menjabat sebagai pelatih, pernah mengatakan bahwa klubnya memang sudah memiliki keinginan untuk mendapatkan jasa sang pemain muda Palermo tersebut. Dan kini Wakil Presiden Inter pun, juga sempat mengatakan hal yang senada.

Sang wapres itu mengatakan kepada media Diario La Voz, “Saat Ia masih di Palermo, kami hampir mendapatkannya, namun pada akhirnya kami tidak berhasil. Sekarang dia bermain di tim rival, namun kami tak pernah berhenti mengaguminya,” .

Ia pun menambahkan, “Apa yang ia lakukan di timnas sungguh indah, kami berharap dia bisa terus seperti itu dan memberikan kami banyak kepuasan.”.

Saat ini sang pemain yang berposisi sebagai gelandang serang yang terkadang sebagai striker Juventus itu, telah membuat 8 gol di Seriea di musim ini ditambah 5 Assist. Saat bertanding di Liga Champions, ia pun turut menyumbangkan dua buah gol yang membantu memuluskan timnya ke babak selanjutnya mengalahkan FC Porto. Dan dibabak selanjutnya, sudah ada Barcelona yang menunggu untuk mereka hadapi pada tanggal 12 April mendatang.

Pjaca Masih Perlu Waktu Untuk Beradaptasi di Juventus

Marko Pjaca Massimiliano Allegri Juventus, Marko Pjaca Massimiliano Allegri, Juventus, Marko Pjaca, Massimiliano Allegri Juventus, Marko Pjaca Juventus, Massimiliano Allegri
Marko Pjaca – Massimiliano Allegri

Marko Pjaca yang merupakan pemain Juventus yang berada diposisi sayap, belum lama ini mengakui bahwa dirinya masih memerlukan waktu tambahan untuk dapat beradaptasi untuk bertanding bersama timnya. Dan ia pun telah berjanji akan mendengar semua saran dari pelatihnya Massimiliano Allegri sesuai dengan yang di sarankan oleh agennya.

Sang pemain asal Kroasia tersebut memang baru saja diboyong oleh Juventus dari Dinamo Zagreb yang ia telah bela selama dua tahun, pada awal musim panas lalu. Ia ditebus dengan nilai 23 Juta Euro dengan masa kontrak selama lima tahun dengan harapan mampu menambah tajam lini depan mereka .

Namun hingga saat ini pemain berusia 21 tahun tersebut belum menghasilkan gol satu kalipun di Liga Serie A. Memang sempat sekali menyumbangkan gol pada ajang kompetisi Liga Champions menghadapi Porto sebulan lalu hanya saja hal tersebut tentu tak cukup.

Sang pemain pun menyadari hal tersebut dan dalam beberapa minggu belakangan Ia telah mampu terlibat lebih dalam tim pertama.

Ia pun sempat mengatakan saat ia berlatih di pusat latihan timnas Kroasia, “Saya senang bertanding  di Juventus. Ada banyak kompetisi namun saya bermain lebih sekarang. Memang Saya masih perlu waktu untuk adaptasi, tapi saya masih muda. Saya ingin bermain lebih banyak dan lebih sering, itu tujuan saya,”.

Ia pun mengungkapkan bahwa Allegri sebagai pelatihnya memiliki peran pelatih dan banyak membantu meningkatkan performanya. Karena itulah, ia bertekad untuk tetap terus mendengarkan semua saran dari dari sang pelatih yang dipercaya membuatnya menjadi pemain yang lebih baik.

Pjaca menambahkan,  “Saya mendengarkan semuanya. Pelatih Allegri memberitahu saya dan saya mencoba untuk mengikuti saran dan arahannya untuk melakukan apa yang dia minta,”.

Hal ini senada dengan yang pernah dikatakan oleh agennya Marko Naletilic kepada dirinya. Ia mengatakan “Allegri adalah pelatih yang sangat bagus. Dia selalu mencoba untuk memotivasi dan mengingatkan Marko, dan dia menganggapnya untuk menjadi seorang pemain hebat. Dia masih muda dan dia harus mengikuti pelatihnya, Bila dia melakukannya, dia hanya akan menjadi lebih baik, dan dia pasti tak akan menjadi lebih buruk.”.

Pjanic : Juventus Berada di Periode Penting Musim Kompetisi Kali Ini

Miralem Pjanic massimiliano allegri Juventus, Miralem Pjanic massimiliano allegri, Juventus, Miralem Pjanic, massimiliano allegri Juventus, massimiliano allegri Juventus, Miralem Pjanic , serie A
Miralem Pjanic – Massimiliano Allegri

Miralem Pjanic selaku Gelandang dari Juventus, sempat mengatakan bahwa timnya saat ini sedang  memasuki periode ketiga dalam kompetisi pada musim ini. Dan periode ketiga ini adalah periode yang paling penting dalam kampanye mereka pada musim ini.

Memang saat ini Juventus berada di jalur yang benar karena masih mengikuti tiga kompetisi yang prestisus di liga Eropa.  Di liga domestik Serie A, Mereka masih berada di puncak klasemen untuk sementara hingga minggu ini dan memiliki selisih delapan poin dengan peringkat dibawahnya dengan pertandingan tersisa tinggal 9 putaran lagi.

Untuk kompetisi Coppa Italia yang sudah memasuki babak Semi final, mereka masih memiliki agregat dua karena di leg pertama saat menghadapi Napoli mereka unggul dengan skor 3-1. Sementara di liga Champions, mereka baru lolos keperempat final setelah sebelumnya mengalahkan FC Porto.

Namun dari sinilah periode yang sangat penting bagi Juventus dimulai. Menurut mantan pemain gelandang dari AS Roma itu membeberkan penjelasannya, “Ini persis mengapa saya datang ke sini. Pelatih Allegri menjelaskan bahwa ada tiga periode dalam satu musim: Dari Agustus ke Desember, Januari sampai Maret dan dari bulan Maret sampai akhir. Itu adalah periode ketiga yang menentukan segalanya,”.

Ia menambahkan pendapatnya untuk liga Serie A, “Sekarang tak ada kesempatan untuk membuat kesalahan. Setiap pertandingan sangat penting dan perlu dipersiapkan dengan baik,”. Hal ini dikarenakan dipertandingan yang masih tersisa, para tim lawan juga menginginkan poin penuh. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan kemenangan dan memperbaiki posisinya di peringkat klasemen.

Kemudian Pemain berkebangsan Bosnia tersebut mengungkapkan tentang peluangnya menjadi juara Liga Champions yang telah lama tak mereka bawa pulang sejak 20 tahun lalu. Ia mengatakan, “Bisakah Barcelona mengalihkan perhatian kami? Itu tak boleh terjadi. Sekarang kami harus menjaga kepala kami, karena kami memiliki tujuan yang kami tak bisa gagal,”.

Juventus akan menghadapi Napoli dalam ajang kompetisi Liga Serie A pada tanggal 3 April 2017, sedangkan menghadapi Napoli dalam ajang kompetisi Coppa Italia, Juventus akan bertemu lagi tiga hari kemudian tanggal 6 April 2017. Di lain pihak Juventus akan menghadapi Barcelona dalam ajang kompetisi Liga Champions pada tanggal 12 April mendatang.

Buffon Akan Pecahkan Rekor Menit Bermain Terlama di Juventus

gianluigi buffon Juventus, gianluigi buffon, Juventus, juventus vs Porto, Champions LEague,  Giampiero Boniperti
Gianluigi Buffon – Juventus

Penjaga gawang andalan dari Juventus yaitu Gianluigi Buffon sepertinya sedang bersiap-siap akan memecahkan sebuah rekor baru yang sudah lama tak pernah di kalahkan sebelumnya. Ia akan menciptakan menit bermain yang paling lama yang saat ini dimiliki oleh legenda striker dari Juventus Giampiero Boniperti.

Pada tanggal 19 Maret hari Minggu mendatang,  Juventus akan menghadapi Sampdoria dikandangnya dalam ajang kompetisi Liga italia Serie A yang sudah memasuki putaran ke 29. Dan jika dalam pertandingan di Stadio Luigi Ferraris Buffon diikutkan dalam pertandingann maka Buffon akan resmi memecahkan catatan milik Boniperti karena bermain terus menerus oleh pelatihnya yaitu Massimiliano Allegri.

Seperti yang dilansir oleh Gazzetta dello Sport, Buffon saat ini sudah menjalani 39.616 menit bermain untuk klubnya. Lamanya menit bermain teresebut dicatatkan setelah Ia direkrut oleh Juventus dari Parma sejak tahun 2001.  Dan tercatat menit bermain Buffon tersebut hanya memiliki selisih 64 menit saja dari milik Boniperti.

Boniperti merupakan pemain legenda Juventus yang pernah membela sang klub selama 15 musim. Ia bermain dari musim 1946 sampai degnan 1961. Dalam kurun waktu tersebut, Boniperti sudah terhitung bertanding bersama Bianconeri dengan 443 penampulan dan menjalani pertandingan selama 39.680 menit.

Seandainya Buffon diturunkan untuk menghadapi Sampdoria, dan minimal menjalani pertandingan sampai dengan menit ke 65, maka secara langsung rekor Boniperti yang telah bertahan selama 88 tahun akan dikalahkannya dan rekor pemain dengan menit bermain paling lama di Juventus akan jadi milik Buffon.

Hanya saja saat ini masih belum ada kepastian bahwa samg [e,aom akan merumput menghadang serangan bola dari para pemain Sampdoria. Hal ini dikarenakan pemain yang sudah berusia 39 tahun tersebut kemungkinan akan dicadangkan untuk memulihkan diri setelah berperan serta membela Juventus di ajang kompetisi Liga Champions melawan Porto.

Dalam pertandingan tersebut Buffon mampu menghalau semua serangan Porto sehingga mampu mencatatkan Clean sheet dengan agregat 3-0 dan mampu membawa Juventus tetap melaju ke babak perempat final Liga tersebut.

 

Khedira Ingin Juventus Kuasai Liga Champions

sami khedira juventus, sami khedira, juventus, Champions League, Serie A
Sami Khedira – Juventus

Sami Khedira selaku pemain gelandang dari Juventus belum lama ini mengungkapkan keinginan dari klubnya untuk menguasai ajang Liga Champions. Padahal saat ini mereka sudah menguasai liga domestik Serie A hingga pekan ini yang berada diperingkat pertama. Malah lima musim sebelumnya, mereka juga telah menjuarainya secara berturut turut.

Memang untuk kompetisi Liga Champions, Juventus sudah lama tak memboyong piala tersebut. Tercatat mereka baru dua kali menyabet gelar tersebut sejak tahun 1985 dan terakhir 1996. Namun saat gagal di final, mereka telah melakukannya sebanyak enam kali yaitu tahun 1973, 1983, 1997, 1998, 2003 dan terakhir 2015. Tiga musim belakangan dikuasai oleh rakasasa sepak bola Spanyol yaitu Real Madrid dan Barcelona.

Seperti yang dilansir oleh La Replubica, Khedira mengatakan “Adalah sebuah kewajiban untuk mencoba memenangkan Liga Champions,”

Namun Ia menyadari bahwa menyabet gelar Liga Champions bukanlah hal yang mudah untuk dapat terwujud.  Ambisi saja tak cukup untuk membuat Juventus memenangkan laga ini, mereka perlu konsistensi dalam permainan dan selebihnya bergantung pada faktor kerberuntungan.

Ia mengatakan, “Diperlukan sebuah stabilitas jika ingin menjadi juara di Liga Champions. Permainan yang bagus dan juga keberuntungan,”.

Kemungkinan Juventus untuk memboyong pulang piala tersebut dimusim ini cukup besar. Pasalnya pasukan yang dikomandoi oleh Massimiliano Allegri kini sudah mampu menampilkan perfoma yang cukup apik. Apalagi kualitas pemainnya juga sudah sangat mendukung untuk dapat mewujudkan hal tersebut sehingga memudahkan sang pelatih melakukan rotasi tanpa takut kualitas tim menurun.

Belum lagi formasi All Star terbaru yang diracik oleh sang pelatih, mampu menjebol gawang manapun, sebut saja Gonzalo Higuain, Paulo Dybala, Mario Mandzukic, Miralem Pjanic, Juan Cuadrado termasuk dirinya sendiri.

Pada babak perdelapan final Liga Champions di musim ini, Juventus telah mampu unggul saat menghadapi Porto di leg pertama dengan selisih 2 gol dengan skor 0-2 di Doa Dragao, Portugal tanggal 2 Februari lalu. Namun besok tanggal 15 Maret, Juventus akan menjalani leg kedua di Juventus Stadium dan hanya perlu menahan semua serangan dari Porto dan jika perlu menambahkan gol lagi untuk lebih amannya lagi.

Hasil Pertandingan Serie A Juventus Vs AC Milan 11 Maret 2017 2-1

Hasil Pertandingan Serie A Juventus Vs AC Milan 11 Maret 2017 2-1, Hasil Pertandingan Serie A Juventus Vs AC Milan 11 Maret 2017, Hasil Pertandingan Serie A Juventus Vs AC Milan, Serie A, Juventus Vs AC Milan, Juventus, AC Milan,
Juventus Vs AC Milan 11 Maret 2017, 2-1

Pada tanggal 11 Maret 2017 yang lalu pukul 02.45. Juventus menjalani ajang kompetisi Serie A yang sudah memasuki putaran ke 28. Dikandang sendiri di Juventus Stadium mereka menghadapi peringkat ke tujuh klasemen yang diduduki oleh AC Milan.

Setelah dalam lima pertemuan terakhirnya mereka hanya mampu menaklukannya sebanyak dua kali dan sempat dikalahkan sekali namun kini dalam laga tersebut akhirnya mereka mampu mengalahkan Milan kembali walau dengan skor tipis 2-1 dan sangat  dramatis pasalnya unggulnya Juventus dilakukan di detik terakhir pertandingan.

Pada dasarnya laga tersebut Juventus memang mendominasi permainan baik dalam menguasai bola apalagi dalam menciptakan peluang. Tercatat dalam laga tersebut Juventus empat kali lebih banyak menjebol gawang walaupun yang berhasil masuk hanya dua saja dan itupun gol terakhir karena tendangan penalti.

Milan walaupun keteteran namun pertahanan yang dimainkan sangat bagus. Terutama penjaga gawang mereka yaitu Gianluigi Donnarumma, yang bisa dibilang menjadi pahlawan dalam laga tersebut.

Saat pertandingan dimulai, tuan rumah rumah langsung menggasak sang tamu. Malah cenderung mereka membombardir pertahanan lawan. Namun sayangnya beberapa kali serangan yang diluncurkan selalu dimentahkan oleh penjaga gawang.

Walaupun demikian akhirnya dimenit barulan dimenit ke 30 usaha mereka membuahkan hasil. Umpan lambung yang cantik deiberikan oleh Dani Alves kepada Mehdi Benatia, dan dari dalam kotak penalti, tembakan yang cerdas berhasil dilejitkan menuju sisi kanan gawang. Skor bertambah menjadi 1.0.

Milan mencoba membalas kebobolannya namun Juventus tetap menguasai keadaan. Hingga pada meni ke 43, Milan mendapatkan kesempatan tersebut. Carlos Bacca berhasil menyamakan kedudukan setelah mendapatkan umpan dari Gerard Deulofeu dengan tembakan rendah melewati Gianluigi Buffon. Skor imbang menjadi 1-1 hingga turun minum.

Pada babak kedua, Juventus tak menurunkan temponya. Mereka masih melakukan aksi yang sama hanya saja Milan pun mencoba berusaha mengungguli keadaan dengan serangan balik namun belum membuahkan hasil hingga memasuki injury time.

Pada menit ke 90+3, Jose Sosa mendapatkan kartu kuning kedua sehingga Ia dikeluarkan dari lapangan. Juvenus menggasak melalui aksi Gonzalo Higuain namun berhasil diselamatkan Donnarumma.

Sayangnya pada menit ke 90+6, Mattia De Sciglio menyentuh bola didalam kotak terlarang sehingga dihukum tendangan penalti untuk Juventus. Paulo Dybala mengeksekusi tendangan tersebut dan hasilnya mampu menungguli Milan dan akhirnya Pluit babak kedua ditupkan.

Dengan demikian kedua kubu tetap berada diperingkat yang sama, Juventus diperingkat pertama dan Milan tetap berada diperingkat ketujuh klasemmen.

Chiellini Ingin Juventus Pentingkan Hasil Akhir

Giorgio Chiellini Juventus, Giorgio Chiellini, Juventus, serie A, Juventus VS AC Milan
Giorgio Chiellini Juventus

Belum lama ini salah satu pemain bertahan dari Juventus yaitu Giorgio Chiellini mengungkapkan pendapatnya tentang pertandingan antara klubnya dengan AC Milan. Ia mengatakan bahwa sebaiknya Juventus tak perlu mengubah gaya permainannya menjadi lebih cantik lagi.

Hal ini Ia ungkapkan karena saat ini sudah terbukti kehebatan gaya permainan yang ada mampu membuat klubnya menjuarai liga Serie A dimusim sebelumnya sebanyak lima kali secara beruntun. Dan kini mereka berada diperingkat pertama klasemen dengan selisih poin yang delapan poin.

Memang Juventus sering dituduh sering bermain secara pragmatis dan lebih mengedepankan hasil. Lain halnya dengan dua klub yang berada di bawah peringkatnya  yaitu  Napoli dan AS Roma, yang lebih menampilkan permainan menyerang dan cenderung lebih atraktif.

Pemain senior di Juventus tersebut sepertinya tak menganggap apa yang diinginkan oleh publik, penting bagi kubunya.Menurutnya pencapaian menjuarai Liga domerstik ini lebih penting dibandingkan mendengarkan opini publik. Ia percaya senadainya klubnya sukses maka gaya bermain mereka akan jadi panutan

Pemain asal Italia itu pun mengatakan, “Saya tidak tahu apakah kami memainkan sepak bola paling indah atau menarik. Tapi yang pasti kami bermain lebih cerdas, lebih sesuai dengan fungsi dan lebih presisi dibandingkan dengan permainan tim lain. Kami hanya perlu untuk bekerja lebih keras bahwa masih ada jalan yang panjang di Serie A, Liga Champions dan Coppa Italia.”.

Memang saat ini, Juventus masih memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menyabet gelar treble, gelar juara pada tiga kompetisi, dimusim ini. Tercatat mereka masih menjadi pemuncak klasemen di Serie A, masih memiliki peluang yang bagus dalam ajang kompetisi Coppa Italia karena sudah memasuki final dan juga telah menjani leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan FC Porto dengan cukup memuaskan.

Ia pun menambahkan, “Saya selalu mengatakan bahwa Juve harus dinilai pada bulan Maret dan Anda dapat melihat sendiri mengapa begitu. Kami telah menemukan sistem yang terbaik dari kualitas yang kami miliki pada skuat ini,”.

Direktur Juventus Tepis Kepergian Allegri dan Bonucci Musim Depan

Leonardo Bonucci massimiliano allegri, Leonardo Bonucci, massimiliano allegri, Leonardo Bonucci vs massimiliano allegri, Juventus
Massimiliano Allegri – Leonardo Bonucci

Giuseppe Marotta selaku Direktur Umum dari Juventus, sempat menepis semua kabar mengenai kepergian pelatihnya saat ini di Juventus yaitu Massimiliano Allegri. Ia sempat juga menyinggung  tentang kabar kepergian pemain mereka Leonardo Bonucci yang belakangan sempat menjadi buah bibir diberbagai media.

Memang nama Allegri sangat dikaitkan erat dengan salah satu klub papan atas yang bermain di liga Inggris yaitu Arsenal. Ia digadang-gadangkan mampu menjadi kandidat terkuat untuk dapat menggantikan Arsene Wenger yang belakangan tak mampu mendongkrak permainan anak asuhnya. Apalagi 12 musim Ia lewati bersama The Gunners tanpa mampu persembahkan trofi Premier League.

Ada kabar tercium bahwa hal itu dibenarkan oleh beberapa teman dekatnya namun Allegri pun setelah dikonfomasi Allegri sempat menepisnya dan mengatakan akan masih fokus membimbing Gonzalo Higuain dan rekannya untuk mendapatkan tiga piala pada musim ini.

Fokusnya Allegri dalam memperjuangkan Juventus saat ini pun diakui oleh Moratta. Ia mengatakan, “Allegri adalah pelatih kami dan kami berkonsentrasi pada akhir musim ini.”

Kemudian sang direktur juga sempat menyinggung masa depan tentang pemain belakang andalannya depannya. Ia pun sempat senang dengan pernyataan sang pemain yang dirasa bijak yang menjelaskan bahwa masa depannya tergantung pada Juventus. Namun Ia tak menjelaskan bahwa sang pemain akan tetap berseragam putih hitam dimusim depan atau tidak.

Ia mengatakan, “Komentar Bonucci adalah keluar dari profesional yang hebat. Mengatakan masa depannya di tangan klub adalah pernyataan yang sangat bijaksana, membuktikan klub ada di atas segalanya dan saat menandatangani kontrak, pemain harus mendengarkan klubnya,”.

Nama Bonucci juga sempat menjadi bahan perbincangan karena pemain yang sudah membela Juventus dari 2010 lalu diminati oleh beberapa klub di liga Inggris, sebut saja Manchester City dan Chelsea. Kedua klub tersebut ingin segera menggunakan keahliannya di lini belakang musim depan.

Namun sepertinya sang pemain masih nyaman untuk tinggal di Turin membela Juventus dan tak tertarik dengan kabar tersebut walaupun pada dasarnya Ia juga belum dipastikan masa baktinya akan diperpanjang oleh manajemen.

Mantan petinggi Juventus Katakan Napoli Adalah Tim Pecundang

Luciano Moggi, Juventus, Luciano Moggi Juventus, Juventus vs Napoli, napoli, Coppa Italia
Luciano Moggi

Belum lama ini Luciano Moggi selaku Mantan petinggi Juventus, mengatakan bahwa Napoli merupakan salah satu tim pecundang di liga Serie A. Pasalnya pada pertemuan kedua klub tersebut semifinal Coppa Italia leg pertama yang diselenggarakan pada tanggal 1 Maret 2017 kemarin.

Moggi pun mengatakan hal seperti itu karena mereka menjadikan Juventus sebagai alasan dari kekalahan mereka dan menimbulkan pertanyaan banyak pihak tentang keabsahan kemenangan dari mantan jawara liga Italia lima kali berturut turut tersebut.

Memang suasana sepakbola sempat meninggi setelah Juventus dikabarkan menang secara tidak jujur. Napoli menganggap bahwa Juventus menang karena dibantu oleh wasit yang terlalu memihak kepadanya. Terbukti bahwa dua keputusan wasit yang memberikan penalti kepada kubu tuan rumah tersebut seharusnya tidak terjadi.

Sebelumnya, direktur dari TGCom24 yaitu Paolo Liguori juga sempat mengatakan bahwa Juventus memang memiliki kuasa penuh dan juga memiliki pengaruh yang sama besarnya seperti saat Calciopoli 2006 lalu.

Dan menanggapi hal tersebut Moggi pun mengungkapkan pernyataannya, “Saya menonton pertandingan ini dan saya tak melihat ada alasan untuk semua pemberontakan ini. Ini terlihat bagi saya seolah-olah Juventus sekali lagi digunakan lagi sebagai alibi para pecundang, seperti yang mereka lakukan pada tahun 2006. Kita telah kembali ke atmosfer 2006: di Italia menjadi superior dibanding yang lain tak diperbolehkan,”.

Ia menambahkan, “Saya membuat contoh: Milan. Mereka pergi ke Reggio-Emilia melawan Sassuolo, the Neroverdi tak mendapatkan sebuah penalti yang jelas dan ini semua seakan tak ada yang terjadi… apakah itu normal?”.

Ia menjelaskan pengamatannya yang terjadi dalam pertandingan tersebut, “Juventus tak bermain baik di babak pertama, tapi Napoli tak signifikan. Umpan-umpan mereka, penguasaan bola mereka, ini semua hanya seperti membiarkan lawan bangkit. Mereka yang tak mengerti apapun tentang sepakbola bahkan mungkin berpikir mereka tampil baik, tapi Napoli bukan tim pada kondisi untuk menang,”.

Kemudian Ia pun menerangkan bahwa pemainan sang tuan rumah membaik setelah Stephan Lichtsteiner digantikan oleh Juan Cuadrado. Ia mengatakan “Juventus tak bermain bagus. Kemudian Cuadrado datang dari bangku cadangan dan mengubah permainan,” .