Hasil Pertandingan Serie A Cagliari Vs Lazio 19 Maret 2017 0-0

Hasil Pertandingan Serie A Cagliari  Vs Lazio 19 Maret 2017 0-0, Hasil Pertandingan Serie A Cagliari  Vs Lazio 19 Maret 2017, Hasil Pertandingan Serie A Cagliari  Vs Lazio, Serie A Cagliari  Vs Lazio, Cagliari , Lazio,
Cagliari Vs Lazio 19 Maret 2017 0-0

Pada tanggal 19 Maret 2017 kemarin pukul, 21.00. Lazio kembali mencoba berusaha untuk menambakan pundi pundi poin untuk dapat menyusul tiga rivalnya yaitu Juventus, AS Roma dan Napoli dalam ajang kompetisi Liga Serie A. Pasalnya mereka kurang 4-5 poin untuk dapat menduduki peringkat ketiga klasemen agar dapat mendapatkan jatah bermain di Liga Champions musim depan.

Kali ini mereka akan menghadapi putaran ke 29 dengan menuju markas Cagliari di Stadio Sant’Elia tanpa menurunkan Sergej Milinkovic-Savic karena koleksi kartu kuning yang diterimanya dan kiper mereka Federico Marchetti karena cedera.

Sayangnya hasil yang kurang memuaskan harus mereka terima dalam pertandingan menghadapi Cagliari. Mereka terpaksa berbagi poin tanpa berhasil memasukkan gol sama sekali walaupun hal yang sama dialami oleh sang tuan rumah.

Padahal dalam pertandingan tersebut, pada dasarnya Lazio unggul dalam segala hal, baik penguasaan bola maupun dalam hal menciptakan peluang. Apalagi dibabak pertama, mereka tak memberi kesempatan kepada Cagliari untuk mengancam pertahanan mereka.

Setelah pertandingan babak pertama dimulai, Lazio mencoba membangun serangan namun Balde Keita terlihat Offside. Lazip pun mendapatkan beberapa kesempatan dari tendangan pojok yang dieksekusi oleh Lucas Biglia namun semuanya dapat di netralisir oleh pertahanan lawan. Dan hingga turun minum kedua kubu tak mampu membuat papan angka berubah. Skor masih sama 0-0.

Pada babak kedua, Cagliari mulai mencoba memberikan perlawanan, namun belum ada yang membahayakan Lazio. Dimenit ke 60 Felipe Anderson sempat mendapatkan kesempatan emas dan mengirimkan bola menuju pojok kiri bawah gawang namun Rafael, kiper dari Cagliari, menduga hal tersebut dan menyelamatkan gawangnya.

Di menit ke 67 kedua tim mencoba merubah strategi dengan merotasi pemainnya. Lazio mengganti Stefan Radu dengan Filip Dordevic. Dan Cagliari mengganti Marco Sau dengan Diego Farias. Namun sayangnya hasilnya tetap sama. Kedua kubu juga sempat diwarnai dengan kartu kuning namun hingga babak kedua usai skor masih sama.

Dan dengan hasil ini, Lazio masih tetap berada diperingkat keempat klasemen sementara Cagliari harus puas diperingkat  keempatbelas untuk pekan ini.

Pelatih Roma Yakin Akan Mampu Balikkan Keadaan Di Leg Kedua

sergej milinkovic savic, Lazio, Lazio vs AS roma, AS Roma, Luciano Spalletti, Coppa Italia
Sergej Milinkovic Savic – (kiri)

Dalam ajang kompetisi Coppa Italia yang sudah memasuki babak semi final, Roma menghadapi lagi rival sekotanya yaitu Lazio pada pagi dini hari tadi tanggal 2 Maret 2017 pukul 2.45 WIB. Laga yang diadakan di Stadio Olimpico tersebut, Roma berhasil ditaklukan oleh tim yang diasuh oleh Simone Inzaghi.

Pada dasarnya tak ada yang salah dengan performa Roma saat itu. Mereka mampu mendominasi pemainan tersebut baik dalam hal penguasaan bola maupun dalam menciptakan peluang. Bahkan tercatat secara statistik penguasaan mereka dua kali lebih baik dibandingkan Lazio. Sedangkan serangan yang diciptakan lebih banyak 50%.

Namun untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, serangan mereka semuanya mandul, bahkan mereka kebobolan sebanyak dua kali dimasing masing babak. Gol pertama dihasilkan oleh Sergej Milinkovic-Savic setelah mampu menerima umpan dari Felipe Anderson dimenit ke 29. Ia mampu menjebok ke ksisi kiri gawang dimana kiper manapun juga tak akan bisa menanganinya.

Usaha yang keras pun terlihat dari sisi Roma untuk menyamakan kedudukan. Namun bukannya skor menjadi imbang, mereka malah kebobolan dimenit ke 78. Balde Keita mampu memberikan umpan matang kepada Ciro Immobile dan membenamkannya ke pojok kiri gawang.

Meskipun demikian, Pelatih dari Roma yaitu Luciano Spalletti sempat menyatakan keyakinannya bahwa timnya masih memiliki peluang yang cukup besar untuk dapat masuk kebabak final Coppa Italia. Ia masih percaya bahwa timnya akan mampu menghasilkan agregat 3 bahkan lebih.

Ia pun mengatakan “Kami akan melihat dalam beberapa pertandingan berikutnya dan melihat reaksi kita sebagai tim apakah benar-benar matang atau tidak. Kalah di derby adalah menjengkelkan, dan kami harus membalikkan hasil sulit untuk mencapai final Coppa. Ini hasil rumit, karena Lazio akan memainkan serangan balik lagi, karena itu karakteristik mereka, dan kami harus melakukan yang lebih baik,”.

Ia pun positif anak asuhnya masih memiliki peluang besar di leg kedua nantinya yang diselenggarakan pada tanggal 5 Maret mendatang. Ia mengatakan “Setelah semua itu, 2-0 adalah hasil tandang yang benar-benar terbuka untuk dibalikkan,”.

Prediksi Pertandingan Serie A Lazio VS udinese 26 Februari 2017

Prediksi Pertandingan Serie A Lazio VS udinese 26 Februari 2017, Prediksi Pertandingan Serie A Lazio VS udinese, Serie A Lazio VS udinese, Lazio VS udinese, Lazio, udinese
Lazio VS udinese

Dalam menjalani ajang kompetisi liga Italia Serie A, Lazio akan menghadapi lawannya diputaran ke 26 ini dengan Udinese yang berada di peringkat ke 13 klasemen sementara pekan ini. Kali ini Lazio berusaha menjamu mereka di Stadio Olimpico pada tanggal 26 Februari mendatang.

Bagi Lazio kemenangan ini  cukup penting mengingat mereka saat ini berada di posisi keenam dan berharap mereka mendapatkan kesempatan meraih posisinya kembali diperingkat kelima yang diduduki oleh Inter. Pasalnya Inter pada pekan ini akan menghadapi AS Roma dimana, peluang untuk Inter kalah cukup besar. Setidaknya mereka harus berusaha menempel ketat dengan mereka dan menunggu saatnya tiba.

Selain itu Lazio juga berusaha untuk kembali lagi ke jalur kemenangan mengingat lima putaran sebelumnya mereka baru mengalami kekalahan beruntun saat menghadapi Juventus dengan skor 2-0 dan setelahnya dikalahkan oleh Chievo dengan skor 0-1. Dari 10 pertandingan di Liga Serie A mereka hanya memenangkan enam kali pertandingan dengan tiga kali kekalahan.

Disisi lain Udinese berusaha untuk memantapkan posisi agar tak terkejar dari para rivalnya yang memiliki selisih poin tipis dengannya. Mereka juga mencoba masih berjuang mencari jati diri mengingat dalam 10 pertandingan di serie A, mereka sanggup memenangkan 3 pertandingan dan dua kali imbang.

Walaupun pada dasarnya Lazio diunggulkan namun saat kedua kubu bertemu, mereka juga sempat dikalahkan oleh Udinese. Tercatat dalam 10 pertemuan terakhirnya, Lazio dikalahkan dua kali dan sekali imbang.

Bianconeri Friuliani alias Udinese, sepertinya masih tak bisa membawa Assane Gnoukouri dan Davide Faraoni karena cedera. Sang pelatih mereka yaitu Luigi Delneri, diprediksi menggunakan formasi andalannya 4-3-3 dengan lini depan Thereau, Zapata dan Matos. Dilini tengah akan diposisikan Fofana, Hallfredsson, Jankto sementara untuk pertahanan membantu Karnezis adalah Samir, Felipe, Danilo, Widmer.

Sementara Biancocelesti tak bisa meurunkan Federico Marchetti dengan alasan yang sama serta Lucas Biglia karena koleksi kartu kuning yang diterimanya. Namun dipercaya Simone Inzaghi akan menggunakan formasi yang sama 4-3-3 dengan Anderson, Immobile dan Keita melakukan aksi penyerangan sementara Parolo, Murgia dan Milinkovic-Savic menyediakan membantu mengalirkan bola dari lini belakang yang diberikan oleh Radu, Hoedt, de Vrijn dan Wallace. Palang pintu terakhir akan dipercayakan ditangan Strakosha.

Hasil Pertandingan Serie A Empoli Vs Lazio 19 Februari 2017 1-2

Hasil Pertandingan Serie A Empoli Vs Lazio 19 Februari 2017 1-2, Hasil Pertandingan Serie A Empoli Vs Lazio 19 Februari 2017, Hasil Pertandingan Serie A Empoli Vs Lazio, Serie A, Empoli Vs Lazio, Empoli Vs Lazio, Empoli, Lazio, Balde keita, Ciro Immobile
Empoli Vs Lazio

Pada tanggal 19 Februari kemarin pukul 2.45 WIB, Lazio menghadapi klub yang berada di posisi keempat dari dasar klasemen. Pertandingan tersebut merupakan ajang lanjutan kompetisi Liga Italia Serie A 2016-2017 yang sudah memasuki putaran ke 25. Mereka mencoba bertandang ke Stadio Carlo Castellani, markas dari Empoli dan akhirnya berhasil mendapatkan poin penuh dan menempel ketat dengan peringkat diatasnya.

Dalam pertandingan tersebut kedua kubu cenderung sama kuat dalam hal penguasaan bola, hanya saja Lazio sedikit lebih unggul secara matematis. Namun sayangnya hal tersebut berbeda dalam hal menciptakan peluang. Empoli tak mampu melakukan serangan sebanyak lawannya terutama pada babak pertama. Di babak kedua pun sebenarnya serangan Lazio mulai mengendor namun lebih fokus.

Dalam babak pertama kedua tim tak mampu menggetarkan gawang lawannya masing masing. Termasuk Lazio dimana tercatat ada 12 kali peluang yang tak mampu dimanfaatkan dengan baik, sedangkan lawannya hanya tiga saja. Walaupun Lazio menekan, namun Empoli mampu mengatasinya dengan baik. Hingga babak pertama selesai.

Pada babak kedua Simone Inzaghi selaku pelatih mencoba memasukan Balde Keita diposisi gelandang menggantikan Sergej Milinkovic-Savic karena cedera dimenit ke 57. Namun sayangnya mereka malah kebobolan sepuluh menit kemudian. Pemain bertahan Empoli yaitu Rade Krunic setelah mendapat umpan dari  Manuel Pasqual. Thomas Strakosha selaku penjaga gawang Lazio tak mampu menghentikannya sehingga skor unggul menjadi 1-0.

Tertinggal satu angka membuat Lazio segera bangkit. Satu menit kemudian Ciro Immobile berada ditempat yang tepat di waktu yang tepan, mampu memanfaatkan bola yang terpantul menuju padanya skor pun menjadi imbang 1-1.

Dengan skor ini kedua pelatih mencoba mengatur ulang strategi dengan merotasi pemainnya namun yang terjadi Balde Keita berhasil menyelamatkan timnya dari kehilangan poin penuh. Ia mampu melepaskan tembakan ke kanan gawang yang dijaga Skorupski untuk pertama kalinya dan angka bertambah menjadi 1-2.

Hasil ini kemudian bertahan hingga babak kedua berakhir dan membuat Lazio berada di peringkat ke enam klasemen sedangkan Empoli tetap berada di ujung zona aman untuk pekan ini.

 

 

Walau Imbang, Montella Tetap Bangga

Vincenzo Montella- Lazio vs  AC Milan, Vincenzo Montella, Lazio vs  AC Milan, Lazio, AC Milan, Serie A
Vincenzo Montella– AC Milan

Pelatih AC Milan yaitu Vincenzo Montella, mengaku bangga dengan tim yang diasuhnya saat ini karena mampu menahan serangan dari rivalnya Lazio dalam pertemuan terakhir mereka di Stadio Olimpico.

Pertandingan ang dimaksud adalah pertandingan yang diselenggarakan pada tanggal 14 Februari dini hari tadi, Milan menjalani laga dalam kompetisi Premier League putaran ke 24 di kandang Lazio dengan skor imbang 1-1. Walaupun tak meraih poin penuh, sang pelatih menilai bahwa tim yang di asuhnya telah memberikan seluruh kekuatannya secara malsimal saat itu.

Mereka terpaksa harus puas dengan berbagi poin dengan Lazio dan tentu saja hal ini tak mampu mendongkrak peringkat mereka pekan ini. Mereka sepertinya masih akan bertengger lebih lama meningat peringkat ke tujuh yang dimilikinya memiliki selisih tiga peringkat dengan peringkat diatasnya yang diisi oleh Lazio.

Sebelum menjalani pertandingan ini Milan memang sempat tertatih tatih menjalani beberapa pertandingan terakhirnya. Sebelum memenangkan laga pekan lalu menghadapi Bologna, mereka tak pernah meraih kemenangan dalam lima pertandingan lintas kompetisi. Bahkan saat pertandingan di pekan lalu mereka bersusah payah memenangkan laga dengan skor tipis 0-1 dan menebusnya dengan dua kartu merah dan beberapa pemain yang cedera.

Dan saat menghadapi Lazio mereka menyadari bahwa Montella harus mengatur strategi lagi karena tak didukung oleh pemain andalan mereka Jurac Kucka dan Gabriel Paletta karena hukuman kartu merah dan Alessio Romagnoli, yang cedera.

Dalam pertandingan tersebut, Milan mampu menahan serangan Lazio walau harus kebobolan terlebih dulu dibabak pertama oleh keberhasilan Lucas Biglia dalam memanfaatkan tendangan penalti. Namun dengan sisa tenaga yang tersisa di menit ke 85, Suso berhasil menyelamatkan poin mereka dengan membenamkan bola ke gawang Lazio.

Sang peatih pun menyadari hasil imbang ini merupakan hasil kerja keras yang telah diberikan anak asuhnya. Ia mengatakan kepada Premium Sports, “Saya lebih bahagia dengan pertandingan ini daripada yang lain ketika kami mendapatkan hasil yang sama. Saya sangat bangga melatih anak-anak ini, yang menunjukkan semangat luar biasa. Setiap pelatih punya analisa sendiri, saya sering memberikan komentar bahwa kami bermain lebih baik daripada lawan tapi kami kalah.”

Ia menambahkan, “Tim ini memberikan seluruh energinya setelah kami menjalani pertandingan lawan Bologna, kami lebih baik dalam hal kualitas tapi skuat ini membuat saya emosional karena usaha yang mereka tunjukkan,”.