Bek Chelsea Ingin Mantan Rekannya Bermain Di Chelsea

Faouzi Ghoulam Napoli to CHelsea, Faouzi Ghoulam Napoli, to CHelsea, Faouzi Ghoulam, Napoli to CHelsea, Faouzi Ghoulam to CHelsea, Napoli, Kurt Zouma, Kurt Zouma Faouzi Ghoulam
Faouzi Ghoulam Napoli to CHelsea

Kurt Zouma yang saat ini menjadi pemain lini belakang dari Chelsea, sempat mengutarakan keinginannya yang berhubungan dalam hal memperkuat timnya. Menurutnya akan sangat bagus jika Chelsea mampu memboyong mantan rekan setimnya Faouzi Ghoulam untuk memperkuat lini pertahanan disisi kiri.

Ghoulam memang pernah satu tim dengan Zouma saat ia membela salah satu klub yang bermain di Liga Prancis, Saint-Etienne. Keduanya sama sama meninggalkan klub tersebut pada tahun yang sama yaitu 2014 hanya saja Zouma menuju liga Inggris membela Chelsea, sedangkan Ghoulam menuju Liga Italia membela Napoli.

Namun dengan berjalannya waktu Ghoulam menjadi pemain andalan diklubnya. Dimusim ini saja m sang pemain asal Aljazair tersebut telah menunjukkan kinerja yang memukau bersama timnya. Tercatat ia telah menhasilkan total tujuh assist di semua kompetisi, empat saat bermain di Serie A dan sisanya saat bermain di Liga Champions.

Dan hal ini membuat beberapa klub di Premier League juga tertarik untuk mendapatkan jasanya, sebut saja Arsenal, Manchester City, Tottenham Hotspurs bahkan Chelsea sendiri.

Dan keinginan klubnya juga menjadi keinginannya juga saat Chlesea berminat dengan jasa sang pemain. Zouma pun juga ingin bekerja sama lagi dilini belakang dengan mantan rekannya tersebut. Ia mengatakan kepada Eurosport,  “Dari semua pemain yang saya kenal di Sainte, satu yang ingin saya datangkan ke Chelsea adalah Faouzi Ghoulam. Saya ingin dia bermain bersama saya. Dia adalah bagian dari keluarga.”.

Namun dilain pihak ia sendiri sedang mengalami kesulitan untuk bersaing dengan tim utama, pelatihnya saat ini yaitu Antonio Conte, lebih mempercayakan Gary Cahill, David Luiz, dan Cesar Azpilicueta. Hal ini dikarenakan ia sempat mengalami cedera lutut dengan masa penyembuhan yang cukup lama setelah menghadapi Manchester United di tahun 2016 lalu.

Namun sang pemain menyadari hal tersebut dan karena itulah Ia merelakan untuk dipinjamkan untuk membela tim lain agar mendapat lebih banyak kesempatan untuk membuktikan kemampuan dirinya.

Kepada beIN Sports, Ia mengatakan, “Target utama saya adalah menjadi bagian dari Chelsea. Ketika saya datang ke klub dua setengah tahun lalu, saya punya keinginan untuk terus di sini, saya amat bahagia. Namun Saya tidak terlalu fokus pada masa depan, saya hanya memikirkan masa kini, dengan skuat, yang mana semua amat bagus. Kami ingin melakukan banyak hal hebat. ”

Ia pun menambahkan tentang kemungkinan untuk dipinjamkan ke klub lain, “Peminjaman sebelum Piala Dunia? Mengapa tidak. Kita akan lihat di akhir musim, namun saya fokus di Chelsea.”.

Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017 3-0

Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017 3-0, Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017, Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017, Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone, Serie A, Napoli Vs Crotone, Napoli, Crotone
Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017 3-0

Tanggal 12 Meret 2017 pukul 21.00 WIB kemarin, Napoili menghadapi peringkat kedua dari dasar klasemen yang diisi oleh Crotone. Dalam laga yang diadakan di San Paolo Stadium mereka berhasil memperoleh poin penuh dan mencatatkan Clean sheet 3-0.

Pada pertandingan tersebut memang Napoli sangat mendominasi pemainan terutama dalam hal penguasaan bola. Tercatat mereka mampu menguasai sekitar 80% lebih bola dibandingkan sang tamu. Mereka pun unggul dalam hal menciptakan peluang. Meskipun demikian, pertahanan Crotone juga cukup tangguh mengingat dua dari tiga gol yang didapatkan Napoli, dihasilkan karena tendangan penalti.

Napoli membangun serangan melalui aksi dari Jose Callejon, Lorenzo Insigne dan Ivan Strinic namun sayangnya belum membuahkan hasil hungga menit ke20. Crotene pun juga sempat melakukan serangan melalui Marcello Trotta sayangnya tembakannya melebar kekanan gawang.

Di menit ke 31 Marko Rog melakukan sliding dengan ceroboh didalam kotak terlarang dan akhirnya dijatuhi hukuman tendangan penlati. Insigne mengeksekusi tendangan tersebut dan mampu mengantarkannya ke sisi kiri gawang. Skor menjadi 1-0.

Dimenit ke 41 Leonardo Pavoletti sempat mendapatkan peluang emas dari umpan lambung namun setelah ditembakkan, Alex Cordaz mampu mengatasinya. Hingga turun minum skor masih sama.

Setelah babak kedua dimulai  Pavoletti mencoba peruntungan di menit ke 51 melalui sundulannya namun terlalu tinggi akhirnya dimenit ke 62, Ia digantikan oleh Dries Mertens oleh pelatih mereka yaitu Maurizio Sarri. Namun tiga menit kemudian Mario Sampirisi menjatuhkan pemain Napoli dikotak terlarang dan akhirnya mereka diganjar lagi tendangan penalti.

Kali ini Mertens mengeksekusi tendangan tersebut dan hasilnya sangat memuaskan. Dengan mulus ia menjebol ke sisi kiri gawang dan membuat skor mengganda menjadi 2-0.

Hanya berselang empat menit kemudian skor bertambah lagi untuk tuan rumah. Kali ini Jorginho memberikan umpan kepada Insigne kedalam kotak penalti dan membenamkannya pojok kiri gawang  tak terjangkau Cordaz. Skor menjadi 3-0 hingga babak kedua berakhir.

Dengan demikian, Napoli masih menduduki peringkat ketiga setelah rivalnya AS Roma yang tadi pagi bertanding menghadapi Palermo meraih tiga poin. Sementara Crotone masih mendiami zona degradasi diperingkat ke 19.

Ternyata Benitez Bukan Pilihan Utama Napoli

Aurelio De Laurentiis - Rafa Benitez, Aurelio De Laurentiis, Rafa Benitez, Napoli,
Aurelio De Laurentiis – Rafa Benitez

Aurelio De Laurentiis yang merupakan Presiden dari Napoli, belakangan mengungkapkan bahwa dirinya sempat terus mendekati Massimiliano Allegri pada musim panas 2013 lalu yang saat itu sedang melatih AC Milan. Namun akhirnya mereka gagal dan mengangkat Rafael Benitez yang menjadi pelatih sementara Chelsea.

Memang pada waktu itu, kubunya sedang mencari pengganti dari pelatih lamanya yang meninggalkan Napoli yaitu Walter Mazzarri. Ia meninggalkan Napoli dan memilih untuk mengasuh rivalnya yaitu Inter Milan. Namun kenyataannya Ia hanya bertahan di Inter selama satu musim saja.

Kemudian Napoli pada akhirnya memutuskan untuk menggunakan Rafael Benitez sebagai penerus Mazzarri. Dan ternyata ada hal yang jarang diketahui publik bahwa ternyata di balik keputusan penunjukan Benitez sebagai pelatih baru Napoli waktu itu.

Rahasia ini diungkapkan oleh Aurelio De Laurentiis sendiri saat persiapan mereka menghadapi Real Madrid pada leg kedua delapan besar Liga champions yang diadakan tanggal 8 Maret besok di Stadio San Paolo. Ia mengatakan bahwa saat itu pilihan utamanya bukan Benitez melainkan Allegri yang sebelumnya memimpin AC Milan.

Mereka ternyata telah mendekati sang pelatih asal Italia sudah cukup lama bahkan selama berbulan-bulan.Akan tetapi usaha mereka gagal karena sang pelatih masih tetap dipercaya oleh Milan, walaupun waktu itu tersebar kabar dirinya akan diperhentikan oleh manajemen.

Sang Presiden Napoli pun mengatakan “Kami memang mendatangkan Rafa Benitez, tapi sebenarnya pada saat itu saya akan lebih suka untuk membawa Massimilian Allegri ke San Paolo. Saya jatuh cinta saat dia berada di Milan, dan suatu hari saya memintanya untuk datang. Saya menelepon dia bulan demi bulan, tapi dia bilang harus menunggu,”.

Ia pun melanjutkan, “Jadi pada titik tertentu, akhirnya kami memikirkan Rafa Benitez, kami pergi untuk bertemu dengannya di London dan kami mencintainya. Dia tampak seperti orang Napoli, dia ramah, dia mengundang kami untuk makan dan berhakhir Jadi kami menandatangani kontrak.”

Ia pun juga sempat melayangkan pujuan kepada mantan pelatih klubnya, “ Benitez? Dia pelatih hebat. Dia sangat terorganisir dalam sepakbola,”.

Mantan petinggi Juventus Katakan Napoli Adalah Tim Pecundang

Luciano Moggi, Juventus, Luciano Moggi Juventus, Juventus vs Napoli, napoli, Coppa Italia
Luciano Moggi

Belum lama ini Luciano Moggi selaku Mantan petinggi Juventus, mengatakan bahwa Napoli merupakan salah satu tim pecundang di liga Serie A. Pasalnya pada pertemuan kedua klub tersebut semifinal Coppa Italia leg pertama yang diselenggarakan pada tanggal 1 Maret 2017 kemarin.

Moggi pun mengatakan hal seperti itu karena mereka menjadikan Juventus sebagai alasan dari kekalahan mereka dan menimbulkan pertanyaan banyak pihak tentang keabsahan kemenangan dari mantan jawara liga Italia lima kali berturut turut tersebut.

Memang suasana sepakbola sempat meninggi setelah Juventus dikabarkan menang secara tidak jujur. Napoli menganggap bahwa Juventus menang karena dibantu oleh wasit yang terlalu memihak kepadanya. Terbukti bahwa dua keputusan wasit yang memberikan penalti kepada kubu tuan rumah tersebut seharusnya tidak terjadi.

Sebelumnya, direktur dari TGCom24 yaitu Paolo Liguori juga sempat mengatakan bahwa Juventus memang memiliki kuasa penuh dan juga memiliki pengaruh yang sama besarnya seperti saat Calciopoli 2006 lalu.

Dan menanggapi hal tersebut Moggi pun mengungkapkan pernyataannya, “Saya menonton pertandingan ini dan saya tak melihat ada alasan untuk semua pemberontakan ini. Ini terlihat bagi saya seolah-olah Juventus sekali lagi digunakan lagi sebagai alibi para pecundang, seperti yang mereka lakukan pada tahun 2006. Kita telah kembali ke atmosfer 2006: di Italia menjadi superior dibanding yang lain tak diperbolehkan,”.

Ia menambahkan, “Saya membuat contoh: Milan. Mereka pergi ke Reggio-Emilia melawan Sassuolo, the Neroverdi tak mendapatkan sebuah penalti yang jelas dan ini semua seakan tak ada yang terjadi… apakah itu normal?”.

Ia menjelaskan pengamatannya yang terjadi dalam pertandingan tersebut, “Juventus tak bermain baik di babak pertama, tapi Napoli tak signifikan. Umpan-umpan mereka, penguasaan bola mereka, ini semua hanya seperti membiarkan lawan bangkit. Mereka yang tak mengerti apapun tentang sepakbola bahkan mungkin berpikir mereka tampil baik, tapi Napoli bukan tim pada kondisi untuk menang,”.

Kemudian Ia pun menerangkan bahwa pemainan sang tuan rumah membaik setelah Stephan Lichtsteiner digantikan oleh Juan Cuadrado. Ia mengatakan “Juventus tak bermain bagus. Kemudian Cuadrado datang dari bangku cadangan dan mengubah permainan,” .

Presiden Napoli Impikan Ibrahimovic Di Kubunya

Aurelio de Laurentiis Zlatan Ibrahimovic, Aurelio de Laurentiis, Zlatan Ibrahimovic, Napoli, Manchester united, serie A,premier league
Ibrahimovic (tengah) – de Laurentiis (paling kanan)

Aurelio de Laurentiis yang saat ini masih menjabat sebagai Presiden Napoli, sempat mengungkapkan rahasianya bahwa dirinya sangat mengagumi salah satu pemain penyerang yang saat ini baru saja membela Manchester United yaitu Zlatan Ibrahimovic. Malah Ia mengakui bahwa sang pemain asal Swedia tersebut termasuk pemain impiannya.

Memang Mino Raiola sebagai agen dari Ibrahimovic, belum lama ini membeberakan tentang ketertarikan pemain yang sudah memasuki usia 35 tahun tersebut kepada klub yang saat ini berada diperingkat ketiga Serie A di klasemen sementara pekan ini yaitu Napoli. Ia pun sempat mengakui bahwa ada kemungkinan kliennya tertarik untuk pindah ke San Paolo di masa yang akan datang.

Striker setan merah pernah bermain di berbagai liga di Eropa ini, memang telah memenuhi syarat untuk mendapat kontrak baru bersama klubnya, namun sepertinya Ia menolak untuk membenarkan penyrataan bahwa dirinya masih bertahan di Old Trafford untuk setahun lagi.

Dan hal itulah Presden Napoli tersebut mengatakan bahwa pemain bernomor 9 di MU akan menjadi pembelian sempurna untuk timnya. Ia mengungkapkan kepada Goal International, “Transfer impian saya? Saya selalu coba untuk melangkah maju dengan apa yang saya punya. Namun ada satu pemain yang saya sukai, yakni raksasa di Manchester United. Saya pernah makan malam dengannya di Los Angeles dan dia amat baik, meski dia selalu terlihat marah.”

Ia menambahkan “Anda tahu siapa yang saya bicarakan bukan? Saya mengatakan pada diri sendiri, pria ini mungkin bisa menjadi pelatih Napoli dalam lima atau enam tahun mendatang. Saya juga ingin dia datang sebagai pemain, namun dia sudah memasuki usia tertentu, dan pemain seperti dia tidak suka duduk di bangku cadangan.”

Ibrahimovic memang direkrut oleh United dengan gaji sekitar 200 ribu poundsterling setelah ia membela Paris Saint Germain selama empat musim. Sebelumnya Ia juga pernah sempat membela Liga Italia mulai dari Juventus, Inter Milan bahkan AC Milan. Namun diantara perpindahannya dari Inter ke Milan, Ia sempat direkrut oleh Barcelona selama dua musim.