Rashford Bersyukur Datang Ke Manchester United

Wayne Rooney Macus Rashford Zlatan Ibrahimovic, Wayne Rooney, Macus Rashford, Zlatan Ibrahimovic, Striker Manchester United, Manchester United, premier league
Wayne Rooney – Macus Rashford – Zlatan Ibrahimovic

Striker muda dari Manchester United yaitu Marcus Rashford menungkapkan rasa senangnya karena telah mendapatkan peluang emas diasuh oleh pelatih kelas dunia diklubnya yaitu Jose Mourniho. Pasalnya sangat jarang hal tersebut terjadi dan ia beruntung mendapatkannya.

Rashford baru bergabung dengan MU pada saat musim panas lalu. Ia termasuk pemain yang memiliki perkembangan karir cukup signifikan diusia muda. Walau belum menyentuh 20 tahun dan sering menjadi pelapis namun ia sering dipercaya untuk menyelesaikan permainan dengan baik. Tercatat hingga saat ini ia telah tampil 36 kali dan sempat menyumbangkan 8 gol kepada timnya dimusim ini. Bahkan ia diperhitungkan untuk masuk membela pasukan timnas Inggris untuk Euro 2016.

Dan pun merasa bersyukur bahwa sang pelatih telah membuat dirinya bermain lebih baik dan lebih berkembang pada musim ini, seperti yang ia ungkapkan menurut UEFA. Ia mengatakan, “Permainan saya secara umum sudah banyak berkembang setahun belakangan. Saya melakukan semua yang saya tahu saya selalu bisa melakukannya, namun tak pernah saya lakukan sebelumnya,”

Ia menambahkan, “Mampu melakukan itu di atas lapangan dan menunjukkannya pada semua orang membuat saya gembira. Semua orang yang dekat dengan saya tahu artinya ketika saya bilang: ‘Saya biasa memikirkan banyak hal, namun tidak bisa melakukannya di atas lapangan ketika masih berusia lebih muda’. Saya sekarang mampu melakukannya dan manajer sudah banyak membantu saya dengan itu. Saya bersyukur.”

Selain itu Rashford juga mengakui bahwa dirinya juga banyak mendapatkan banyak pelajaran yang berharga saat berlatih bersama dua striker lainnya di United yaitu Zlatan Ibrahimovic dan Wayne Rooney.

Memang musim ini ia jarang dimainkan sebagai tim inti walaupun sudah mampu mencetak gol. Namun sang pelatihnya mengatakan bahwa pada musim ini Rashford harus mampu banyak mengembangkan kemampuan teknik dan belajar dari para seniornya. Dan hal tersebut dilakukan oleh sang pemain bernomor punggung 19 itu.

Seperti yang dikutip dari Daily Star “Apa yang bisa anda pelajari dari mereka sungguh tak ternilai harganya, bahkan di luar lapangan, cara mereka bekerja dan juga mental yang mereka miliki. Dari berlatih anda bisa mempelajari lebih banyak dari apa yang anda dapat di pertandingan, jadi seringkali saya fokus pada apa yang mereka lakukan ketika sedang berlatih.”.

Hazard Ajak Rekannya Untuk Tetap Berjuang Hingga Musim Berakhir

Eden Hazard Chelsea, Eden Hazard, Chelsea, Premier League
Eden Hazard -Chelsea

Eden Hazard selaku pemain penyerang Chelsea, belakangan mencoba mengingatkan rekan setimnya tentang perjuangan mereka untuk memboyong trophi Premier League seperti dua musim lalu, Menurutnya walaupun mereka sebagai pemuncak klasemen sementara dan memiliki selisih 10 poin dengan peringkat dibawahnya namun kompetisi belum berakhir.

Pertandingan menghadapi West Ham United tanggal 7 Maret lalu, mampu memperkokoh posisi mereka diperingkat pertama kalasemen terutama setelah dalam lima pertandingan terakhir mereka hanya mencetak 3 kemenangan saja, walaupun sisanya bermain imbang.

Dalam pertandingan terakhir mereka menang tipis dengan skor 2-1 saat mereka menghadapi West Ham di kandangnya di Olympic Stadium. Dan hal ini membuat mereka menjauh dari kejaran rivalnya apalagi Manchester City yang sempat memperkecil selisih poin menjadi 8, bermain imbang menghadapi Manchester City sehingga selisihnya menjauh lagi.

Tentunya selisih 10 poin dengan 11 pertandingan walaupun sulit untuk dikejar namun kemungkinan itu masih ada. Karena itulah Hazard mengajak rekannya untuk tetap memperjuangkan kondisi ini. Pemain asal Belgia itu juga sempat berpikir bahwa mereka masih harus tetap terus bekerja keras seandainya ingin kembali meraih pencapaian dua musim lalu dan memboyong trofi Premier League ke Stamford Bridge.

Seperti yang dikutip ESPN, Ia mengungkapkan kemampuan timnya dimusim ini, “Musim ini kami semua sudah mencapai level yang amat tinggi, termasuk saya,”.

Ia pun sempat mengingat bahwa performa Chelsea yang diasuh Antonio Conte saat ini tidak jauh berbeda pada performa yang ditunjukkan oleh timnya saat diasuh oleh Jose Mournho dua musim lalu dan menjadi juara liga domestik.

Ia menambahkan “Kami bahagia bisa bermain bersama. Musim lalu memang sulit, namun dua tahun lalu merupakan musim yang hebat. Ada kemiripan dengan apa yang kami lakukan dua tahun lalu dan kami ingin meraih gelar juara sekarang. Namun di Inggris semuanya tidak akan pernah berakhir sebelum benar-benar berakhir. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Kami akan memberikan segalanya hingga akhir dan coba untuk memenangkan liga.”

Dalam pertandingan berikutnya Chelsea akan mengunjugi Bet365 Stadium, markas dari Stoke City pada tanggal 18 Maret 2017 mendatang.

Fowler : MU Akan Bertahan Walau Tanpa Rooney dan Ibrahimovic

Wayne Rooney Zlatan Ibrahimovic, Wayne Rooney, Zlatan Ibrahimovic, Manchester United, Premier League
Wayne Rooney – Zlatan Ibrahimovic

Mantan pemain Liverpool yaitu Robbie Fowler meyakini bahwa striker andalan Manchester United saat ini yaitu Zlatan Ibrahimovic,  akan segera melepaskan seragam setan merahnya di musim panas mendatang. Ia diprediksi akan lebih memilih bermain di liga Negri tirai bambu dimana kemampuannya lebih dihargai terutama dalam hal financial.

Sang pemain Swedia tersebut ternyata diluar dugaan melebihi semua harapan dari berbagai pihak setelah ia direkrut oleh United di musim panas lalu. Bahkan Ibrahimovic hanya mengikat kontrak selama setahun saja untuk membela Old Trafford setelah pergi dari Paris Saint Geramain di musim panas lalu.

Walau telah berusia 35 tahun, pemain bernomor punggung 9 tersebut kini telah menyumbangkan 26 gol di lintas kompetisi yang diikuti MU  termasuk sebuah gol yang membantu timnya meraih kemenangan di final Piala Liga beberapa waktu yang lalu.

Dikabarkan sang pemain akan diperpanjang satu musim lagi kedepam untuk membela setan merah sedangkan sang pemain ingin meminta diperpanjang selama dua musim. Namun akhirnya negosiasi kedua pihak belum mengarah ke hasil yang positf. Yang jelas menurut Fowler, walaupun MU ditinggal oleh Ibra, mereka tetap mampu menampilkan performa yang tak kalah apik.

Fowler mengatakan kepada media Mirror, “Saya takkan terkejut seandainya Zlatan Ibrahimovic pergi ke Chinese Super League di musim panas nanti . Namun semua anggota tim harus berterima kasih padanya. Apa yang ia lakukan musim ini luar biasa. Dia membantu tim untuk berkembang dan menyadarkan Mourinho bahwa striker harus jadi orang pertama yang membantu tim bertahan,”.

Ia pun lalu menganalisa seandainya Ibra dan rekannya Wayne Rooney hengkang dari dari United di saat yang bersamaan. “Seberapa vital bagi United untuk mempertahankannya musim depan? Tidak terlalu vital. Mereka klub besar. Mereka harusnya bisa menarik para pemain bintang. Jika levelnya masih seperti sekarang, maka dia harus bertahan. Namun saya tidak akan kaget jika dia pergi ke Tiongkok, mungkin bersama Wayne Rooney dan yang jelas United akan membeli striker baru.”.

Kane Ajak Rekannya Perjuangkan Posisi Hingga Musim Berakhir

Harry kane Tottenham vs everton, Harry kane, Tottenham vs everton, Harry kane Tottenham Hotspurs, everton, premier league
Harry kane. Tottenham vs everton

Salah satu striker Tottenham Hotspurs yaitu Harry Kane,  belakangan mengajak rekan rekannya untuk dapat membuktikan bahwa mereka mampu dan siap berjuang di Premier League musim ini hingga menjadi juara di akhir kompetisi.

Hal ini ia ungkapkan setelah mereka memenangkan pertandingan terbaru mereka saat menghadapi Everton dengan skor ketat 3-2. Dalam pertandingan tersebut Kane sempat menyumbangkan dua buah gol dimenit ke 20 dan 56 sedangkan sisanya ada dihasilkan oleh Dele Alli di penghujung babak ke 2 injury time.

Dalam musim ini mereka terpaut 10 poin dengan pemuncak klasemen yang masih diisi oleh Chelsea setelah tim yang diasuh oleh Antonio Conte menaklukan lawannya pada putaran ini yaitu West Ham United dengan skor 2-1.

Tentunya kejadian musim lalu tak ingin terulang lagi, pasalnya saat itu Tottenham terus membayangi Leicester saat mengejar gelar juara Premier League 2015-2016, akan tetapi mereka akhirnya mengalami beberapa kendala karena menghadapi banyak tekanan sehingga Tottenham menyelesaikan kompetisi musim lalu dengan bertengger diposisi ketiga klasemen dibawah Leicester Ciyt dan juga Arsenal.

Pemain bernomor punggung 10 tersebut membeberkan kepada ESPN FC, “Kami harus konsentrasi penuh kepada diri kami sendiri, membangun jarak dengan tim yang ada di sekitar kami dan jika Chelsea kehilangan angka itu akan hebat, dan jika tidak, kami akan ada di peringkat dua atau tiga. Semoga. Sulit untuk mengatakan itu karena kami harus menunjukkan siapa kami.”

Ia pun mengungkapkan penyesalannya pada musim lalu, dan berharap hal yang terbaik untuk musim ini. Pemain berkebangsaan Inggris itu mengatakan, “Kami sangat kecewa tahun lalu. Kami ada di posisi yang amat bagus sekarang, coba untuk mengejar Chelsea, namun penting untuk membangun jarak dengan tim yang ada di sekitar kami dan juga mengingat Manchester United dan Arsenal kehilangan angka, penting bagi kami untuk menang.”

Saat ini mereka diperingkat kedua dengan menumpulkan 56 poin dan memang untuk mengejar Chelsea 10 poin dalam waktu 11 pertandingan cukup memungkinkan. Hanya saja Tottenham juga harus waspada dengan peringkat dibawahnya yang diisi Manhcester City hanya terpaut satu poin dan Liverpool dengan empat poin.

Guardiola Ungkap Salah Satu Alasan Ke City Karena Silva

pep guardiola david silva, pep guardiola, david silva, manchestr city, premier league
Pep Guardiola dan David Silva

Pelatih dari Manchester City yang baru bergabung pada musim ini yaitu Pep  Guardiola, belum lama ini mengungkapkan penyebab mengapa Ia mau melatih City. Ia mengatakan  bahwa hal tersebut salah satunya karena City sudah memiliki pemain David Silva, yang dipercaya akan mampu mempermudah jalannya memenangkan pertandingan yang dilaluinya.

Pemain yang sudah berusia 31 tahun tersebut menjadi andalan dari Guardiola semenjak Ia melatih City musim ini dan termasuk pemain yang jarang duduk di bangku cadangan. Gelandang serang yang terkadang menjadi pemain sayap, mampu menampilkan performa yang mumpuni terutama dalam hal mengalirkan laju bola menuju lini depan.

Keinginan untuk memiliki keahliannya memang sudah lama Ia amati, terutama saat Ia membela Valencia enam musim lalu, saat ia masih melatih Barcelona. Sang pemain asal Spanyol tersebut dianggap istimewa oleh Guardiola, karena memiliki skill unggulan sesuai dengan kriteria pemain idamannya.

Guardiola pun mengungkapkan bahwa salah satu asalannya mengapa pada akhirnya Ia pindah dari Bayern Munich ke Manchester City selain kontraknya habis, adalah di City sudah ada Silva.Ia mengatakan setelah berhasil membimbing pasukannya unggul dalam menghadapi Sunderland yang dengan menjebol gawang dua kali tanpa balas.

Ia mengatakan, “Silva adalah salah satu pemain terbaik yang pernah saya latih dalam hidup saya, jadi saya beruntung untuk bisa melatihnya. Satu alasan mengapa saya memutuskan datang ke sini karena saya senang untuk bersamanya. Saya di Spanyol saat dia di Valencia. Saya di Barcelona dan saya berpikir, ‘Wow! Orang ini spesial,”.

Pelatih berusia 46 tahun itupun menambahkan, “Tapi yang paling berkesan adalah saat saya bertemu dengannya tentang bagaimana kompetitifnya dia. Skill-nya, anda tahu itu karena dia lama di sini, tapi betapa dia sosok pemenang, dia punya mental pemenang, dia petarung, dia berlari, dia seorang pemain fantastis,”.

Ia juga mengakui walaupun ia menyukai permainannya yang memukau, namun Ia tak pernah mengatakannya secara langsung diatas lapangan. “Tentu performanya benar-benar bagus. Tapi di atas lapangan saya tak mengatakan itu padanya! Kami akan makan malam bersama, saya mengundangnya,”.

Inilah Pengakuan Ibrahimovic dan Mings Dalam Insiden Penyikutan

Zlatan Ibrahimovic vs Tyrone Mings, Zlatan Ibrahimovic, Tyrone Mings, Bournemouth vs Manchester United, Bournemouth, Manchester United, Premier League,
Ibrahimovic Vs Mings

Pertandingan tanggal 4 Maret 2017 kemarin, MU berkunjung kekandang Bournemouth di Dean Court dalam ajang kompetisi Premier League yang sudah memasuki pekan ke 26. Namun dalam pertandingan tersebut terjadi insiden yang kurang menyenangkan untuk tuan rumah. Terlihat striker andalan MU yaitu Zlatan Ibrahimovic menyikut pemain belakangnya, Tyrone Mings.

Banyak pihak berpendapat bahwa hal ini merupakan tindakan balas dendam oleh Ibrahomovic karena beberapa detik sebelumnya, Mings terlihat sedang menginjak kepala sang pemain berusia 35 tahun tersebut yang sedang terjatuh saat bermain.

Setelah dikonfirmasi, Mings pun  mengakui bahwa dirinya memang menginjak kepala Ibraakan tetapi hal tersebut berdasarkan ketidaksengajaannya. Ia mengungkapkan kepada  Sports365, “Tidak, saya tidak bermaksud melakukan injakan itu. Saya tidak akan pernah melakukan hal tersebut secara sengaja. Itu bukanlah gaya bermain saya. Saya memang suka melakukan tekel keras namun saya selalu berusaha fair di setiap pertandingan. Keras dan fair, itulah cara bermain saya dan saya selalu melakukannya.”.

Bek Bournemouth itu pun menyadari bahwa aksinya tersebut akan membuat sang pemain yang tak sengaja diinjaknya akan melakukan balasan kepadanya. Ia mengatakan “Dia [Ibrahimovic] pemain yang memiliki fisik yang besar. Saya tahu dia akan mengincar saya, namun saya tidak menyangka bahwa dia akan menyikut saya.”.

Dan saat BBC mengonfirmasi kepada Ibra, Ia mengatakan, “Dengar, apapun yang terjadi di lapangan biarlah tetap di lapangan. Saya bukanlah pemain yang suka membicarakan hal tersebut setelah pertandingan, biar orang lain yang mengatakannya. Namun ada wasit di sana [yang menyaksikan insiden tersebut]. Pertandingan tadi memang berat dan apapun yang terjadi sudah terjadi.”.

Ia pun tak bisa menjelaskan keberuntungannya setelah kejadian penyikutan tersebut dan tak mendapatkan kartu merah. Ia mengatakan, “Aku tidak tahu, aku merasa seseorang… Dengar, kalian bisa melihatnya di TV, kalian bisa melihat gambarnya, melihat apa yang terjadi. Pada saat itu, saya melompat, saya melompat dengan tinggi. Terkadang saya mencoba melindungi diri saya dan sialnya dia melompat ke arah saya, dan ya dia melompat ke sikut saya. ”

Ia menambahkan, “Terkadang situasi ini sering terjadi, saya cuma berharap dia tidak mengalami cedera.”.

Giroud Pahami Maksud dari Kritik Henry

thierry henry olivier giroud, thierry henry, olivier giroud, Arsenal, premier league
Thierry Henry (kiri) dan Olivier Giroud (kanan)

Olivier Giroud sebagai pemain lini depan Arsenal mengaku bahwa dirinya telah memahami maksud yang dilontarkan oleh Thierry Henry selaku pengamat sekaligus legenda klubnya saat mengritik dirinya. Pasalnya saat musim kompetisi kali ini akan dimulai, ia sempat mengungkapkan bahwa Arsenal tidak akan dapat menjadi juara lagi di Premier League musim ini seandainya Giroud sebagai striker utama.

Akan tetapi mantan pemain Prancis itu akhirnya meluruskan pendapatnya bahwa perkataan yang ia maksudkan adalah untuk membuat mantan timnya tak menggunakan cara yang lama. Ia ingin Arsenal tidak hanya mengandalkan Giroud semata dan dan mendatangkan striker baru lainnya untuk dapat bekerja sama lebih efektif dengan pemain bernomor punggung 12 tersebut. Dengan demikian lawan tak terfokus dengan penyerang inti saja sehingga kemungkinan peluang menjebol gawang lebih besar.

Dan Belum lama ini akhirnya sang pemain yang juga asal Prancis tersebut mengaku dapat mencerna pendapat rekan senegaranya yang pernah turut andil dalam memenangkan Euro 2000 bersama Prancis.

Ia mengatakan kepada RMC, “Saya mengikuti soal itu, semua masuk ke telinga saya, dia benar dengan pendapatnya. Untuk bisa menjadi juara, anda membutuhkan setidaknya tiga striker yang bisa menghasilkan 50 gol. Sekarang kami, tidak memiliki itu. Dan semua pendapatnya sudah disalahartikan. Saya akan senang jika bisa berbicara soal itu dengannya ketika bertemu di tempat latihan klub.”

Ia pun menambahkan, “Saya tidak ingin memberikan respon padanya, karena saya mengenal dirinya, dan saya tidak menyalahartikan apa yang ia katakan. Saya tidak ingin mengubah apapun, saya memiliki karakter kuat yang membuat saya bisa mencapai apa yang sudah saya raih sekarang.”

Namun Ia juga menyebutkan bahwa dirinya sangat ingin The Gunners memenangkan Premier League sekali lagi di musim depan. Ia menyadari sepertinya untuk musim ini sepertinya tak memungkinkan untuk memboyong piala liga tersebut untuk pertama kalinya sejak 12 musim lalu.

Giroud menjelaskan kepada  RMC, “Musim ini kami menjalani musim yang cukup baik, dengan serangan yang bagus, meski belakangan ini kami kemasukan lumayan banyak gol. Namun demikian, meski bukan tahun ini, kami berharap itu akan terjadi tahun depan. Saya adalah seseorang yang terus yakin, dan selalu menginginkan perkembangan, dan menatap masa depan.”.

Mantan Pelatih City Ingin Tangani Leicester City?

Guus Hiddink to Leicester City, Guus Hiddink,Leicester City, premier league
Guus Hiddink to Leicester City?

Mantan pelatih Chelsea yang diganitkan oleh Antonio Conte yaitu Guus Hiddink, belum lama ini membuka suara perihal masa depannya di liga Inggris. Pasalnya Ia sempat mengungkapkan bahwa dirinya tak menolak jika disodorkan proposal untuk dapat mengasuh Jamie Vardy dan rekannya di Leicester City, setelah ditinggal oleh pelatihnya seminggu yang lalu.

Memang Claudio Ranieri yang sempat membawa Leicester menjadi jawara musim lalu tanggal 23 Februari lalu diberhentikan oleh klub, karena membawa timnya diperingkat keempat dari dasar klasemen. Walaupun The Foxes sudah ada yang mengasuhnya untuk sementara waktu, namun dikabarkan manajemen masih membutuhkan pelatih utama terutama untuk musim depan.

Saat ini Leicester ditangani oleh Craig Shakespeare yang merupakan mantan dari asisten Ranieri musim ini. Namun ternyata  Ia mampu menjalankan debut perdananya dengan baik, Ia mampu membawa Leicester unggul menghadapi Liverpool dengan skor 3-1, dan untuk sementara, mereka aman dari kejaran zona degradasi.

Sebenarnya sudah ada beberapa pelatih yang diinginkan oleh pemilik Leicester belakangan ini seperti Nigel Person, Sergio Conceicao, Roy Hodgson, David Wagner. Dan nama Hiddink pun turut meramaikan pasar Leicestar.

Dikabarkan bahwa agen dan mantan pelatih timnas Belanda tersebut malah sudah melakukan pembicaraan dengan pihak klub. Walaupun belum ada hasilnya namun dikatakan bahwa Perwakilan dari Leicester ingin memastikan terlebih dahulu bahwa sang pelatih berusia 70 tahun tersebut belum mendapat tawaran dari klub lainnya.

Namun ada juga yang mengatakan bawa Hiddink sebenarnya belum melakukan kontak dengan Leicester seperti tang diungkapkan oleh De Telegraaf. Namun dituliskan bahwa Ia pada dasarnya siap untuk menjadi pelatih tim tersebut jika seandainya mereka menginginkannya.

Ia mengungkapkan pendapatnya tentang permainan dari Leicester., “Saya belum menjalin kontak dengan Leicester. Saya rasa Leicester bermain sangat bagus bersama asisten pelatih setelah pemecatan Ranieri. Mereka menunjukkan jati diri mereka ketika menghadapi Liverpool,”.

Ia pun menambahkan, “Saya sangat mencintai sepakbola dan saya tak menutup kemungkinan itu. Saya tak pernah melatih klub selama beberapa tahun ini, saya kira akan menyenangkan bekerja bersama para pemain muda,”.

Conte Siap Cari Striker Baru Gantikan Michy dan Costa

michy batshuayi antonio conte diego costa chelsea, michy batshuayi, antonio conte, diego costa, chelsea, premier league
Michy, Conte dan Costa

Antonio Conte selaku pelatih dari Chelsea baru saja mengungkapkan rencananya untuk melepas salah satu pemain lini depannya yaitu Michy Batshuayi. Padahal sang pemain asal Belgia tersebut baru saja bergabung pada musim ini bersaman masuknya dengan dirinya.

Michy diajak bergabung ke menuju The Blues oleh pelatih musim lalu yaitu Guus Hiddink. Ia ditebus oleh Chelsea dengan jumlah 33 juta poundsterling setelah ia membela klub lamanya yang bermain di liga Prancis yaitu Olympique de Marseille selama dua musim. Ia bermain cukup bagus  dan sempat menyumbangkan 26 gol dari 62 pertandingan yang diikutinya.

Namun sayangnya pemain bernomor punggung 23 tersebut hingga kini belum pernah merumput dari menit pertama di Premier League. Ia lebih sering menjadi penghias di bangku cadangan walaupun saat Diego Costam sang striker andalan tak dapat dimainkan karena cedera.terakhir kali ia dimainkan saat dirinya menggantikan Pedro dimenit ke 87 dimana Chelsea bermain Imbang menghadapi Burnley di Turf Moor Stadium tanggal 12 Februari lalu.

Dan kini sepertinya ia akan diizinkan untuk memilih klub lain yang ia suka pada saat setelah musim kompetisi kali ini berakhir.

Pasalnya, saat ini sang pelatih sedang sibuk mencari pemain lini depan lainnya untuk dapat dimainkan di musim depan. Selain untuk menggantika Michy, Ia juga harus mempersiapkan rencana cadangan seandainya stiker andalan mereka yaitu Diego Costa, yang dikabarkan akan hengkang menuju Chinese Super League yang telah menawarkannya kontrak dengan jumlah gaji yang luar biasa.

Sudah diketahui beberapa nama pemain yang akan dijadikan pengganti Costa dan Michy, antara lain Andrea Belotti yang saat ini membela Torino dan juga Fernando Llorente yang saat ini bermain dengan Swansea City. Namun hingga kini belum ada kabar yang lebih serius untuk menuju Stamford Bridge.

Selain itu Ia juga dikabarkan telah membidik penyerang Arsenal yaitu Alexis Sanchez yang sampai saat ini belum juga mengikat perjanjian barunya di Arsenal. Conte pun juga sempat melirik striker dari tim yang diasuh oleh Ronald Koeman yaitu Romelu Lukaku.

Conte Senang Pemain Seperti Fabregas dan Willian

Cesc Fabregas Antonio Conte, Cesc Fabregas, Antonio Conte, Willian, Chelsea, Chelsea vs Swansea City
Cesc Fabregas – Antonio Conte

Ternyata pelatih Chelsea yang baru saja melatih musim ini yaitu Antonio Conte, merasa tak senang jika ada pemainnya yang merasa tak mendapatkan kesempatan beramin sesuai dengan yang mereka inginkan karena pada dasarnya ia akan memberi hal tersebut jika dirasa sudah tepat. Contohnya pada pertandingan kemarin saat Chelsea menghadapi Swansea dalam ajang kompetisi Liga Premier putaran ke 26.

Sang pelatih yang akan menurunkan pemainnya yang dirasa mampu dan tepat untuk dapat menunjukkan keahliannya menghadapi lawan tertenu. Biasanya dalam formasi 3-4-3 andalannya, Ia sering menggunakan Nemanja Matic, namun saat menghadapi Swansea tiga hari lalu, Ia menurunkan Cesc Fabregas dan berhasil menyumbangkan angka untuk timnya.

Memang ada beberapa pemain lainnya yang jarang dimainkan seperti Willian, John Terry, dan juga striker mudanya yaitu Michy Batshuayi, akan tetapi menurutnya pemain tersebut tak ada yang meminta secara langsung penjelasan mengapa dirinya jarang diturunkan.

Ia mengatakan kepada situr resmi Chelsea tentang pemain yang  yang meminta jam terbang yang lebih. Ia mengatakan,  “Tidak, namun biasanya, saya tidak suka berbicara soal itu. Namun di sepanjang musim saya ingin banyak bicara dengan para pemain, saya mengenal para pemain dan mereka juga bisa belajar dari saya,”.

Ia pun menambahkan, “Oleh sebab  itu, sangat penting untuk sdapat selalu berbicara dengan para pemain dan juga mencoba bersikap jujur. Saya kira cara yang paling benar adalah bersikap jujur. Saya mencoba untuk terus mengatakan kebenaran ketimbang kebohongan. Ketika satu pemain ingin mendapat penjelasan mengenai pilihan saya, pintu saya selalu terbuka dan penjelasan saya selalu sama – saya ingin coba menang dan terus menang, dan membuat keputusan terbaik di tiap laga.” .

Ia akhirnya memuji juga pasukan yang jarang diturunkan seperti Fabregas dan mengatakan kepada media Express,  “Fabregas menunjukkan sikap profesional. Saya puas dengan kesempatan bekerja dengan para pemain seperti ini. Kita bicara mengenai para juara, pemain top. Mereka tipe pemain yang tidak memikirkan diri sendiri, tapi tim,”.

Kemudian ia memberikan contoh lainnya yaitu Willian, “Contoh lain adalah Willian. Pedro tengah bermain namun sikap Willian tetap sama dan ketika anda punya pemain seperti dia, anda bisa pulang dan tidur dengan nyenyak.”