Terry Siap Saat Dibutuhkan Conte

Antonio conte john Terry, Antonio conte, john Terry, Premier league, Chelsea
Antonio conte – John Terry

Marcel Desailly selaku mantan pemain bertahan Chelsea, sempat memberi saran kepada salah satu bek senior di Chelsea yaitu John Terry. Meskipun begitu, Ia juga sempat melempar pujian kepada pemain yang sudah memasuki usia 36 tahun Desember lalu.

Saat ini Terry sudah jarang dimainan di tim utama terutama saat Chlesea diasuh oleh pelatih barunya, Antonio Conte. Ia jarang dimainkan oleh Conte terutama saat Conte menemukan formasi yang tepat untuk Chelsea yaitu 3-4-3.  Dan tercatat Ia hanya tampil lima kali saja di Premier League musim ini. Conte lebih memilih pemain muda berbakat lainnya dibandingkan yang sudah berpengalaman seperti dirinya.

Desailly pun lalu teringat kejadian yang dialami Terry dengan dirinya. Ia mengatakan kepada Daily Mail, “Saya pergi karena mereka lebih cepat dari saya, lebih baik, dan itu waktunya saya untuk pergi. Dan sekarang, ini waktunya bagi dia.  Saya senang melihat dia bisa mengatasi situasi yang ada. Dia adalah seorang kapten, dia dipinggirkan karena ada pemain lain yang lebih cocok dengan taktik sekarang, namun dia masih bertahan dan fokus. Saya bahagia karena John tetap mampu jadi seorang pemimpin meski ia tak lagi jadi yang utama.”

Iapun melanjutkan, “Dia amat bagus karena dia memberikan banyak tekanan pada pemain utama yang dipilih Conte, Kurt Zouma atau Gary Cahill. Ketika anda punya Terry di bangku cadangan, saya bisa katakan bahwa itu akan memicu anda untuk tampil bagus, karena anda tahu dia bisa menggantikan anda kapanpun.”,

Dan saat dikonfirmasi ke yang bersangkutan ternyata memang sang pemain siap diturunkan disaat sang pelatih membutuhkannya. Ia pun mengaku bahagia walau jadi pelapis, selama rekan rekannya mampu menunjukkan penampilan terbaik dan memenangkan pertandingan. Ia mengatakan kepada Soccer AM, “Saya berpikir seperti seorang pemain, anda harus beradaptasi ketika anda bertambah tua. Bisakah saya bermain tiap pekan? Ya, saya dalam kondisi yang baik, saya merasa amat hebat dan fit. Namun para pemain lainnya bermain bagus dan mereka amat luar biasa,”.

Ia menambahkan, “Sebagai pemain anda harus menerima itu, lebih penting lagi, tim tengah duduk di puncak klasemen dan bermain bagus. Jadi sebagai fans, apalagi pemain, saya amat gembira. Meski saya tidak ada di lapangan, saya merasa saya bisa terus hadir di ruang ganti, berkomunikasi dengan semua pemain, di babak pertama, akhir laga. Ini adalah peran yang penting, dan saya akan nantikan apakah saya akan bermain atau tidak, namun saya punya peran sendiri. Inilah tugas yang harus saya jalankan sebagai pemain dan juga kapten dari klub.”.

Jadi Calon Juara, Conte Tak Ingin Timnya Besar Kepala

antonio conte chelsea, antonio conte, chelsea, Mark Schwarzer, premier league
Antonio Conte Chelsea

Mantan penjaga gawang Chelsea yaitu Mark Schwarzer, sempat mengungkap bahwa saat ini para pemain Chelsea sangat puas bermain dibawah komando pelatih baru mereka, Antonio Conte.

Pelatih yang baru datang pada awal musim kompetisi kali ini, mampu membawa klubnya diperingat pertama klasemen sementara hingga minggu ini, bahkan selisih poin yang didapat terpaut jauh dengan peringkat dibawahnya yang dihuni oleh Tottenham Hotspurs. Banyak yang memprediksi bahwa Chelsea mampu menyabet gelar juara untuk musim ini.

Walau Schwarzer sudah tidak bermain di Chelsea, ia ternyata masih sering berbicara dengan mantan rekan-rekannya. Dan rata rata mereka mereka mengaku bahagia dengan perubahan yang dibawa oleh pelatih asal Italia.

Seperti yang dikutip oleh talkSPORT, Schwarzer  mengatakan “Dia adalah salah satu manajer paling fit yang ada di Premier League. Dia menendang semua bola. Kadang anda duduk di sana, melihat dia, alih-alih permainan. Saya masih berbicara dengan beberapa pemain dan mereka semua memujinya.”

Namun walaupun begitu sang pelatih berusia 47 tahun itu tak ingin timnya berbesar kepala dengan mengatakan bahwa mereka akan menjadi jawara Premier League untuk musim ini. Padahal memang kemenangan terakhirnya saat menghadapi Arsenal di Stamford Bridge, membuat mereka memimpin dengan 59 Poin.

Bersama Conte timnya sempat memenangkan 13 pertandingan secara beruntun di Premier League, dan membuat banyak orang yakin bahwa Chelsea mampu konsisten hingga akhir kompetisi kali ini.

Hanya saja Conte tak ingin terlalu berpikir terlalu jauh dengan rasa percaya diri yang berlebih semacam itu dari timnya. Ia masih beranggapan, bahwa hingga saat ini gelar tersebut masih jauh untuk dapat diraih pasukannya.

Goal International menuliskan yang diungkapkan oleh Conte, “Tidak ada tim tertentu yang membuat saya lebih khawatir. Pengalaman sebagai pemain amat membantu. Saya memenangkan Liga Champions, namun juga kalah di final lainnya, dan ini membuat saya kian ingin meraih kemenangan,”

“Anda tidak bisa berbicara dulu mengenai gelar juara, semua bisa terjadi. Lihat saja kami, Chelsea awalnya kesulitan dan mampu bangkit. Kami harus tetap tenang. Akhir pekan lalu Manchester City menang atas Swansea dengan dua menit tersisa dan saya akan lebih senang jika laga itu berakhir imbang.”.

Ranieri Ungkap Turunnya Performa Leicester City

claudio ranieri leicester city vs Manchester united, claudio ranieri, leicester city vs Manchester united, claudio ranieri leicester city, vs Manchester united, premier league
Claudio Ranieri

Sebagai pelatih dari Leicester City, Claudio Ranieri sempat mengungkapkan turunnya performa yang terjadi dalam timnya pada musim dikarenakan mereka mudah kehilangan kepercayaan diri. Apalagi jika membandingkannya dengan musim lalu. tak akan ada yang mengira bahwa pasukannya akan mengalami penurunan secara signifikan pada musim ini.

Pada musim lalu The Foxes sangat sulit ditaklukkan dan mengakhirinya dengan menggendong piala Premier League  untuk pertama kalinya selama mereka ikut serta. Namun kini mereka malah bermain tanpa identitas seperti yang mereka lakukan sebelum memenangi liga.

Contohnya saja seperti yang baru saja terjadi di pekan lalu, mereka ditekuk oleh Manchester United dengan kebobolan tiga gol tanpa balas.

Sang pelatih mengatakan, “Saat kami kebobolan gol pertama kami down. Saya tak mengerti kenapa. Ini penting untuk tetap kuat hingga akhir dan tak pernah menyerah. Tapi kepercayaan diri tak begitu tinggi. Musim lalu luar biasa, tapi kami Leicester dan setiap waktu kami harus berjuang. Kami bersatu. Saya percaya penuh pada pemain saya dan para pemain percaya pada saya,”.

Dalam pertandingan yang diselenggarakan pada tanggal 5 Februari kemarin, Leicester menerima gol dari tendangan Henrikh Mkhitaryan dimenit ke 42 disusul dua menit kemudian gol dari , Zlatan Ibrahimovic.  Kemudian pada babak kedua menit ke 49, Juan Mata memastikan kemenangan timnya dengan sebuah gol setelah mendapat umpan dari Mkhitaryan.

Dalam pertandingan tersebut memang terlihat sang tamu mampu unggul dalam penguasaan bola baik babak pertama maupun babak kedua. Mereka juga sedikit unggul dakam menciptakan peluang terjadinya gol.

Padahal di awal pertandingan Leiceseter mampu menguasai permainan dan membuat MU kesulitan menembus pertahanan Leicester namun akhirnya mereka mampu memporak porandakan pasaukan Leicester, di King Power Stadium.

Sang pelatih Leicester sendiri sempat memuji kualitas aliran bola yang dimainkan oleh Manchester United disepanjang pertandingan. Seperti yang di lansir oleh Squawka, Ia mengatakan, “Kami memulai laga dengan baik, kami terus menekan, kami menutup semua ruang. Itu adalah pertandingan yang bagus. Namun tiba-tiba, kami kemasukan dua gol dan itu amat sulit. Di ruang ganti, kami berbicara mengenai peluang untuk memulai laga dengan lebih cepat, namun mereka mencetak gol ketiga. Dari situ, amat sulit untuk bangkit, karena mereka memiliki kualitas tim juara – dengan terus menguasai bola, menurunkan tempo.”

Ia pun menambahkan, “Itu terlalu mudah untuk mereka, dan bagi kami sulit untuk terus menekan, karena mereka mengalirkan bola dengan amat cepat, hanya dengan satu atau dua sentuhan.”

Alasan Pelatih Arsenal Dengan Dua Kekalahan Beruntun

Arsene Wenger at tribune, Arsene Wenger, Arsenal, Premier league, Chelsea vs Arsenal
Arsene Wenger di Tribun Penonton

Mantan pemain Arsenal, Thierry Henry sempat mengungkapkan bahwa permainan Arssenal telah sesuai dengan yang diinginkan oleh Chelsea saat mereka mengalami kekalahan di Stamford Bridge beberapa hari yang lalu.

Dalam pertandingan pekan ke 24 Premier League tanggal 4 Februari lalu, Arsenal ditaklukan oleh Chelsea dikandan lawan. Gol dari Marcos Alonso dimenit ke 13 ditambah gol Edin Hazard dimenit ke 53 serta gol dari Cesc Fabregas dimenit ke 85 tak mampu diimbangi oleh sebuah gol yang diberikan oleh Olivier Giroud pada menit ke 90+1

Henry mengungkapkan kepada Sky Sports “Kita tahu apa yang kita harapkan dari Chelsea, kita tidak tahu apa yang bisa diharapkan dari Arsenal. Kita berbicara mengenai apa yang harusnya tidak mereka lakukan ketika melawan Chelsea, dan itulah yang justru mereka lakukan. Anda tidak bisa datang ke sini dan bermain seperti itu ketika melawan tim seperti Chelsea.Ini adalah sore yang sulit untuk mereka.”

Dengan kemenangan tersebut akhirnya Chelsea memperlebar jarak dengan Arsenal dengan 12 poin untuk sementara.

Namun menurut Arsene Wenger selaku pelatih Arsenal, Ia mengaku memiliki alasan yang mampu menyebabkan pasukannya berada dalam kondisi tidak maksimal. Ia  memastikan setidaknya ada dua alasan yang membuat Arsenal selalu kalah terutama dalam dua laga terakhirnya.

Sebelum dikalahkan Chelsea, timnya juga sempat dikalahkan oleh Watford padahal di markas sendiri, Stadion Emirates. Mereka harus takluk dengan lawannya dengan skor 1-2.

Ia menungkapkan alasan pertamanya yaitu Ia tidak puas dengan performa yang dilakukan oleh para pemain di lini depannya tetapi ia tidak menyebut secara detail nama pemain yang tidak sesuai dengan keinginannya. Ia mengatakan “Kami tidak cukup menciptakan banyak peluang. Di sepertiga akhir lapangan, kami tidak nampak sebagai tim yang berbahaya. Pemain tertentu tidak tampil dengan baik secara individual,”.

Kemudian untuk alasan yang kedua, sang pelatih mengatakan menyebut bahwa sanksi yang diberikan kepadanya sangat mempengaruhi timnya. Memang pada dua laga tersebut, Wenger tidak bisa berada diposisinya memberi komando dan hanya bisa menyaksikan laga di tribun. Ia mengatakan, “Menyaksikan dari tribun penonton membuat kondisi menjadi sulit. Saya kecewa dan marah karena kami harus kehilangan pertandingan yang sangat penting,”.

Dan menurutnya dengan dua alasan itu membuat timnya kalah dan semakin tertinggal dalam meraih gelar juara untuk musim ini.

Costa Jadi Pergi, Conte Cari Pengganti

Chelsea, Diego costa, Antonio Conte, Premier League, Liga inggris
Costa dan Conte

Menurut penyerang veteran dari Juventus, Fabrizio Ravanelli,pPemain andalan dari Chelsea dalam sisi penyerangan yaitu Diego Costa,merupakan pemain penyerang yang komplit, karena walau sebagai penyerang, Ia juga mampu banyak melakukan tekanan dari lini depan, sehingga sebelum lawan melakukan penyerangan, Ia mampu meredam laju bola sebelum menuju jantung pertahanan Chelsea.

Costa menjadi permainan yang memukau pada musim ini setelah Ia ditangani oleh Antonio Conte. Berbeda dengan apa yang ia buat dengan yang ia tampilkan pada musim lalu, kini Ia menjadi pencetak gol terbanyak hingga saat ini liga Inggris dengan 15 gol.

Ia mengungkapkan kepada Sky Sports, “Hebat jika anda memiliki seorang striker dengan karakteristik yang mirip dengan Diego Costa. Dia mencetak gol, namun dia juga merupakan pemain bertahan pertama untuk Chelsea. Dia melakukan banyak pressing.”.

Namun kabarnya sang pemain kemungkinan besar akan hengkang dari klubnya setelah kompetisi Premier League musim ini berakhir. Ia dikabarkan akan memulai karir sepak bolanya di salah satu klub yang bermain di Chinese Super League mulai musim panas nanti.

Hal ini dibenarkan oleh media El Larguero yang mengungkapkan bahwa sang pemain asal Spanyol itu telah bertekad dan bahkan sudah melanjutkan negosiasi dengan klub asal negeri tirai bambu itu. Ia di iming imingi gaji sebesar 30 juta euro per tahun. Dan hal itu berarti akan membuat dirinya menjadi pemain dengan bayaran termahal di dunia saat ini.

El Larguero juga mengungkapkan bahwa sebenarnya pemain bernomor punggung 19 itu ingin pindah pada bursa transfer musim dingin kemarin, namun dihalangi oleh sang pelatih dan manajemen, padahal klub tiongkok yang berminat dengan Costa sudah menawarkan tebusan sebesar 85 juta euro.

Memang sebelumnya kabar tentang pertinya Costa ke Tiongkok sempat membuat mantan pemain Atletico Madrid memiliki hubungan tak harmonis dengan pelatih dan mengakibatkan namanya keluar dari starter player saat menghadapi Leicester City tanggal 15 Januari lalu.

Dan seandainya Costa memang benar benar pergi, Conte pun sudah menyiapkan cadangannya dengan merekrut Alvaro Morata. Pemain penyerang asal Real Madrid yang dikabarkan tidak nyaman dengan posisinya saat ini karena hanya menjadi pelapis kedua dari trio penyerang andalannya Karim Benzema, Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo.

Baru Tiga Kali Main, Sudah Dapat Pujian Pelatih City

Pep_Guardiola dan Gabriel Jesus Manchester City, Pep_Guardiola dan Gabriel Jesus, Manchester City, Pep_Guardiola Gabriel Jesus Manchester City, Pep_Guardiola Manchester City, Gabriel Jesus, premier league, liga inggris
Guardiola dan Jesus

Kevin de Bruyne selaku gelandang serang dari Manchester City, belum lama ini melempar pujuan terhadap tiga penyerang muda klubnya. Ia mengatakan hal tersebut setelah timnya mampu mengadakan pesta gol lagi untuk kedua kalinya saat mereka menghadapi West Ham United untuk kali kedua dalam sebulan.

Pada pertandingan sebelumnya City mampu menaklukan West Ham dengan skor 0-5 dalam ajang kompetisi Piala FA yang bertempat di Olympic Stadium pada tanggal 7 Januari lalu. Dan  dalam pertandingan kedua pada tanggal 2 Februari kemarin, City mampu menaklukan mereka dengan membenamkan bola sebanyak 4 kali tanpa balas. Gol tersebut dihasilkan melalui de Bruyne pada menit ke 17, Diego Silva pada manit ke 21, Gabriel Jesus pada menit 29 dan terakhir penalti dari Yaya Toure dimenit ke 67.

Sang striker andalan mereka, Sergio Aguero, pada laga tersebut diistirahatkan dulu, sementara Gabriel Jesus, Leroy Sane, dan Raheem Sterling bermain menjadi starter di di lini depan menjadi stireker dan winger.

De Bruyne mengungkapkan pujiannya kepada Daily Mail “Mereka amat tajam. Mereka amat cepat. Hampir mustahil untuk mengikuti mereka di lini tengah. Mereka punya energi yang bagus, mereka masih muda dan punya masa depan cerah. Saya bahagia mereka bersama kami,”.

Ia menambahkan “Kami tahu usai pertandingan piala domestik, amat penting untuk memulai dengan agresif. Kami mencetak gol yang amat bagus. Ketika anda unggul 3-0 di babak pertama, amat penting untuk terus konsentrasi. Mungkin setelah 4-0 kami sedikit menurun, namun itu adalah penampilan yang amat bagus.”.

Pujian yang senada juga sempat dilemparkan oleh pelatih mereka, Josep Guardiola, kepada Jesus. Pemain yang direkrut dari Palmeiras mampu dua kali menjadi starter dan sekali menjadi pengganti dan malah sudah mencetak satu gol dan dua assist. Giuardiola pada dasarnya tak mengetahui dan melum menguji kedahsyatan sang pemain itu sebelumnya.

Ia mengatakan kepada BBC, “Anda tidak pernah tahu. Seperti semangka. Anda harus membukanya dulu, untuk tahu itu bagus atau tidak. Dia punya prospek yang bagus. Dia pemain muda. Namun dia punya mental yang luar biasa,”.

Ia melanjutkan “Dia bermain selama beberapa menit melawan Tottenham dan mampu menciptakan peluang dan tidak mudah untuk bermain di Crystal Palace. Dia membuat assist yang bagus juga.Dia punya impian mengenai apa yang ingin ia lakukan dengan karirnya di masa depan. Dia ingin menjadi sesuatu di dunia sepakbola, dan kami akan coba untuk membantunya meraih itu,”.

Pochettino Menolak Untuk Menjadi Pelatih Barcelona

Mauricio Pochettino, Tottenham hotspurs,  barcelona, Mauricio Pochettino, Tottenham hotspurs to barcelona, Mauricio Pochettino Tottenham hotspurs to barcelona
Mauricio Pochettino ,Tottenham

Mauricio Pochettino selaku pelatih dari Tottenham Hotspurs sempat dimasukkan kedalam salah satu bakal pengganti pelatih Barcelona saat ini yaitu Luis Enrique.

Memang mantan juara musim lalu kini sedang dikabarkan untuk mencari pelatih baru karena pelatih memimpin mereka dari 2014 lalu kontraknya akan habis setelah kompetisi musim ini berakhir. Dan saat ini pun belum ada kabar tentang perpanjangan kontraknya di Camp Nou. Selain itu Ia juga dituding tidak akan membuat Barcelona lebih baik oleh beberapa pemain senior dari Barca dan mereka berencana untuk meminta manajemen untuk menggantinya.

Menurut yang diberitakan oleh Sportsmole, tim Catalan tertarik dengan kinerja dari Pochettino di Tottenham dengan perolehan berbagai prestasinya. Tercatat oada musim lalu, pelatih berdarah Argentina itu berhasil membawa timnya untuk bertarung ke Liga Champions dan menjadi penantang gelar terbersar di Premier League hingga akhir musim lalu. Dikabarkan juga Pochettino juga telah memiliki pengalaman dalam melatih klub Spanyol pada tahun 2009 hingga 2012 yaitu RCD Espanyol.

Walau Pochettino baru saja menandatangain perpanjangan masa baktinya di White Hart Lane musim panas lalu tetapi ia masih tetap dimasukkan dalam daftar calin pengganti Enrique bersama dengan Jorge Sampaoli yang merupakan pelatih Sevilla.

Namun saat dikonfirmasi dengan yang bersangkutan bahwa dirinya memiliki peluang besar dalam melatih Barcelona musim yang akan datang, sang pelatih yang sempat melatih Southampton selama semusim itu tak menanggapi serius dan sepertinya cenderung untuk menolak tawaran besar tersebut.

Sempat pada akhir minggu lalu, setelah memandu pertandingan anatara tim asuhannya melawan Aston Villa di Piala FC, sang pelatih asal Argentina itu menjawab pertanyaan BBC dan mengungkapkan pendapatnya tentang kabar ini sambil tertawa “Saya lahir dengan banteng pada lengan saya,”.

Banyak yang menghubungkan ucapan dari sang pelatih sebagai indikasi bahwa Pochettino akan menolak tawaran melatih Barca secara tidak langsung. Hal ini mengingat karir masa lalunya yang panjang bersama rival dari Barcelona yaitu Espanyol. Memang Pochettino termasuk pemain legendaris Blanquiazules dari 1994 – 2000 dan kembali lagi di tahun 2004-2006. Ia juga sempat menjadi pelatih Espanyol dari tahun 2009-2012.

N’Zonzi Dilarang Pergi Oleh Presiden Klubnya

Steven N'Zonzi Sevilla, Steven N'Zonzi, Sevilla, Barcelona, Stoke City, Chelsea, Manchester City, Arsenal, Premier league, La liga
Steven N’Zonzi Sevilla

 

Steven N’Kemboanza Mike Christopher N’Zonzi atau dikenal dengan nama Steven N’Zonzi dikabarkan pergi oleh Presiden Klubna. N’Zonzi merupakan pemain gelandang bertahan Sevilla yang baru bergabung dua musim lalu tanggal 9 Juli 2015 lalu.  Namun sepertinya Ia dikabarkan memiliki rencana untuk kembali ke Liga Inggris Premier League.

Memang sebelum bergabung dengan Sevilla, pemain berkebangsaan Prancis sempat membela salah satu klub di kompetisi Liga Inggris yaitu Stoke City selama tiga tahun. Ia juga sempat bermain dibawah payung Blackburn Rovers dengan rentang waktu yang sama.

Namun belakangan Ia dihubungkan dengan keinginannya untuk kembali ke Liga Inggris dengan segera. Hal ini membuat Jose Castro selaku presiden Sevilla, Jose Castro, berniat melarangnya pindah dan tetap mempertahankan sang pemain di Ramon Sanchez Pizjuan untuk jangka waktu yang panjang.

Pemain yang berusia 28 tahun tersebut cukup memberikan performa yang baik setelah bergabung di Sevilla dengan biaya penebusan sekitar 7 Juta Pounsterling dari Stoke City dan mampu tampil apik di di kompetisi La Liga.

Penampilannya di Liga Spanyol ini ternyata membuat beberapa klub tertarik bahkan rivalnya yang menjadi jawara musim lalu yaitu Barcelona disinyalir telah membidik sang pemain untuk mendapatkan tanda tangannya. Malah beberapa waktu yang lalu, klub yang meminatinya semakin bertambah, sebut saja Chelsea, Manchester City, dan Arsenal.

Namun sesungguhnya tim asuhan Jorge Sampaoli tidak ingin pemain bernomor punggung 15 itu  meninggalkan kubunya dalam waktu dekat. Sang Presiden pun sempat mengatakan kepada Cadena SER: “N’Zonzi adalah pemain yang luar biasa. Jika dia memang sudah bagus sebelumnya, maka dia sekarang menjadi lebih baik.”

Ia melanjutkan “Kami ingin dia bertahan di sini untuk waktu yang lama. Kami membutuhkan pemain bagus untuk mencapai target kami. Perpanjangan kontrak? Sang pemain tengah meraih sukses di Sevilla dan ia harus berpikir semua orang menginginkannya dan kami menikmati permainannya. Saya berharap dia ada di sini untuk waktu yang lama dan ia amat bahagia.”

Sevilla saat ini berada diperingkat ketiga klasemen sementara terpaut empat poin dengan pemuncak klasemen sementara yang masih diisi oleh Real Madrid.