Winger Southampton Diincar Juventus dan Napoli

Dusan Tadic Southampton to Napoli Juventus, Dusan Tadic, Southampton to Napoli Juventus, Dusan Tadic Southampton, to Napoli Juventus, Dusan Tadic to Napoli Juventus, Southampton, Serie A,
Dusan Tadic Southampton to Napoli Juventus

Kali ini Juventus dikabarkan akan memburu pemain sayap dari Southampton, Dusan Tadic. Namun sayangnya mereka bukanlah satu satunya klub yang menginginkan jasa dari pemain berusia 28 tahun tersebut. Malahan pesaingnya bukan dari Liga Eropa lainnya melainkan rivalnya sendiri di Liga Italia yaitu Napoli.

Pemain berkebangsaan Serbia tersebut disebut menjadi salah satu pemain yang cukup sering diturunkan oleh  pelatihnya saat ini Claude Puel, setelah ia diboyong menuju Saint Mary’s dari musim panas tahun 2014 lalu. Saat itu Ia ditebus dari FC Twente dengan harga hampir 11 Poundsterling atas permintaan oleh pelatih sebelumnya yaitu Ronald Koeman pada tanggal 8 Juli 2014 selama empat musim masa baktinya.

Dan saat ini dengan keahliannya ia mampu menjadi salah penyerang yang diandalkan oleh timnya dalam hal menjebol gawang lawannya. Tercatat hingga saat ini Ia mampu menyumbangkan tiga gol dan empat asisst pada musim ini di Premier League. Saat bermain dengan timnas Serbia, Ia pun mampu mencatatkan empat kali namanya di papan skor belum lama ini.

Namun pada dasarnya walaupun sering diturunkan, Ia juga sering dirotasi pada saat bermain apalagi dengan strategi terbaru pelatihnya. Dan hal ini membuat dirinya merasa kurang senang dengan perlakuan tersebut dan dikabarkan ia sedang memilkirkan jalan keluar terbaik untuk dirinya dan sang pelatih yaitu angkat koper setelah kompetisi musim ini berakhir.

Hal ini terdengar oleh peringkat pertama klasemen pekan ini di Liga Italia yaitu Juventus. Bahkan sang pemain berusia 28 tahun tersebut dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengan mereka. Ia pun disebutkan belum lama ini ditikung oleh Napoli karena mereka berusaha menggagalkan rencana tersebut sambil memiliki jasanya.

Tadic diproyeksikan akan mampu menjadi pengganti Lorenzo Insigne yang akhir-akhir ini sering dikabarkan akan hengkang dari San Paolo. Dengan keahlian yang dimilikinya tentu akan bertambah Cemerlang jika diasah oleh pelatih Napoli saat ini yaitu Maurizio Sarri. Dan diharapkan akan mampu meningkatkan performa Napoli kedepannya saat ditinggalkan oleh Insigne.

Selain Napoli, Tadic ternyata juga dibidik oleh salah satu rivalnya di Premier League yaitu Arsenal.

 

Wapres Inter Masih Kagumi Permainan Dybala

Paulo Dybala Juventus, Paulo Dybala, Juventus, Palermo, Juventus vs Palermo, Serie A
Paulo Dybala Juventus

Javier Zanetti selaku wakil Presiden dari Inter Milan, baru baru ini menceritakan tentang keinginan klub yang sempat gagal dalam meraih pemain idamannya. Mereka ternyta pernah menginginkan jasa dari penyerang dari Palermo dua musim lalu yaitu Paulo Dybala, sebelum akhirnya sang pemain memutuskan untuk bergabung ke jawara Liga Italia tersebut.

Memang saat itu tepatnya bursa transfer musim panas 2015 lalu, pemain muda yang kini berusia 23 tahun tersebut telah banyak dibidik oleh klub papan atas Eropa terutama klub yang berada di Liga Inggris. Hal itu dikarenakan sang pemain mampu menampilkan performa yang ciamik saat Ia masih membela Palermo di musim sebelumnya.

Hanya saja sayangnya sang rival mereka ternyata lebih mampu membuat Dybala tergoda untuk ke Turin dengan harga tebusan 30 juta pounsterling dengan masa kontrak selama lima tahun. Dan ternyata sang pemain mampu menonjol dalam pertandingan bersama Juventus sejak ia didatangkan. Ia pun sering menjadi andalan pelatihnya saat ini yaitu Massimiliano Allegri.

Roberto Mancini yang pernah menjadi pengasuh dari Inter dan saat itu masih menjabat sebagai pelatih, pernah mengatakan bahwa klubnya memang sudah memiliki keinginan untuk mendapatkan jasa sang pemain muda Palermo tersebut. Dan kini Wakil Presiden Inter pun, juga sempat mengatakan hal yang senada.

Sang wapres itu mengatakan kepada media Diario La Voz, “Saat Ia masih di Palermo, kami hampir mendapatkannya, namun pada akhirnya kami tidak berhasil. Sekarang dia bermain di tim rival, namun kami tak pernah berhenti mengaguminya,” .

Ia pun menambahkan, “Apa yang ia lakukan di timnas sungguh indah, kami berharap dia bisa terus seperti itu dan memberikan kami banyak kepuasan.”.

Saat ini sang pemain yang berposisi sebagai gelandang serang yang terkadang sebagai striker Juventus itu, telah membuat 8 gol di Seriea di musim ini ditambah 5 Assist. Saat bertanding di Liga Champions, ia pun turut menyumbangkan dua buah gol yang membantu memuluskan timnya ke babak selanjutnya mengalahkan FC Porto. Dan dibabak selanjutnya, sudah ada Barcelona yang menunggu untuk mereka hadapi pada tanggal 12 April mendatang.

Totti Masih Punya Pilihan Lain Dalam Membela Roma

Francesco Totti Walter Sabatini AS Roma, Francesco Totti Walter Sabatini, AS Roma, Francesco Totti, Walter Sabatini AS Roma, Francesco Totti AS Roma, Walter Sabatini , Serie A
Francesco Totti – Walter Sabatini

Francesco Totti selaku pemain gelandang serang AS Roma yang terkadang juga berada di posisi striker, hingga kini kini masih belum dapat menentukan masa depan karirnya bersama klub yang telah Ia bela selama tiga dekade. Pasalnya untuk merumput sebagai pemain sepertinya Ia sudah melewatkan usia keemasan yang dapat di maksimalkan oleh klub.

Masa bakti sang pemain senior Roma tersebut akan berakhir pada musim ini. Banyak kabar yang beredar bahwa pemain yang sudah memasuki kepala 4 itu akan gantung sepatu sebagai pemain namun tetap bergabung bersama Roma mengisi posisi yang masih kosong sebagai jajaran direksi. Hal ini dikarenakan Direktur Olahraga di Roma yang sebelumnya diisi oleh Walter Sabatini, mengundurkan diri pada bulan Oktober tahun 2016 yang lalu.

Hingga saat ini posisi direktur olahraga di Roma masih kosong dan masih dalam tahap pencarian. Pada minggu ini,  Roma sempat diberitakan telah mendekati Monchi, Direktur Olahraga Sevilla, namun sepertinya hal itu akan sulit. Pasalnya Ia masih ingin tetap bertahan di Sevilla dan seandainya Ia ingin pindah pun akan Ia jalani di tim yang bermain di Liga Spanyol.

Dengan demikian, kesempatan Totti untuk mengisi jabatan tersebut masih sangat terbuka. Roma pun dipercaya akan tetep dihormati oleh para pendukung mereka mengingat Totti selama ini sudah menjadi Icon bagi Roma.

Sang pemain bernomor punggung 10 tersebut dipercaya akan menerima tawaran sebagai direktur olahraga. Selain dapat terus membela klub dari sisi manajemen, Totti pun dapat memulai karirnya sebagai pelatih Roma di masa yang akan datang.

Jika memang Totti tak diikutkan dalam jajaran direksi pada dasarnya Ia masih memiliki pilihan lainnya antara lain masih masih bermain di musim depan.

Ia mengatakan kepada Canale 5,  “Saya bisa menjadi bagian dari jajaran direktur Roma dalam setahun. Atau saya bisa saja masih di luar sana bermain sepakbola di lapangan. Atau saya bisa menjadi seorang agen dan mencoba untuk mencari juara selanjutnya. Saya memiliki sedikit pengalaman di sepakbola dunia,”.

Namun dalam dua musim terakhir yang dijalaninya, Ia sangat jarang diturunkan. Pada musim ini Ia hanya bermain 11 kali di Serie A dan sempat menyumbangkan dua angka.

Pjanic : Juventus Berada di Periode Penting Musim Kompetisi Kali Ini

Miralem Pjanic massimiliano allegri Juventus, Miralem Pjanic massimiliano allegri, Juventus, Miralem Pjanic, massimiliano allegri Juventus, massimiliano allegri Juventus, Miralem Pjanic , serie A
Miralem Pjanic – Massimiliano Allegri

Miralem Pjanic selaku Gelandang dari Juventus, sempat mengatakan bahwa timnya saat ini sedang  memasuki periode ketiga dalam kompetisi pada musim ini. Dan periode ketiga ini adalah periode yang paling penting dalam kampanye mereka pada musim ini.

Memang saat ini Juventus berada di jalur yang benar karena masih mengikuti tiga kompetisi yang prestisus di liga Eropa.  Di liga domestik Serie A, Mereka masih berada di puncak klasemen untuk sementara hingga minggu ini dan memiliki selisih delapan poin dengan peringkat dibawahnya dengan pertandingan tersisa tinggal 9 putaran lagi.

Untuk kompetisi Coppa Italia yang sudah memasuki babak Semi final, mereka masih memiliki agregat dua karena di leg pertama saat menghadapi Napoli mereka unggul dengan skor 3-1. Sementara di liga Champions, mereka baru lolos keperempat final setelah sebelumnya mengalahkan FC Porto.

Namun dari sinilah periode yang sangat penting bagi Juventus dimulai. Menurut mantan pemain gelandang dari AS Roma itu membeberkan penjelasannya, “Ini persis mengapa saya datang ke sini. Pelatih Allegri menjelaskan bahwa ada tiga periode dalam satu musim: Dari Agustus ke Desember, Januari sampai Maret dan dari bulan Maret sampai akhir. Itu adalah periode ketiga yang menentukan segalanya,”.

Ia menambahkan pendapatnya untuk liga Serie A, “Sekarang tak ada kesempatan untuk membuat kesalahan. Setiap pertandingan sangat penting dan perlu dipersiapkan dengan baik,”. Hal ini dikarenakan dipertandingan yang masih tersisa, para tim lawan juga menginginkan poin penuh. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan kemenangan dan memperbaiki posisinya di peringkat klasemen.

Kemudian Pemain berkebangsan Bosnia tersebut mengungkapkan tentang peluangnya menjadi juara Liga Champions yang telah lama tak mereka bawa pulang sejak 20 tahun lalu. Ia mengatakan, “Bisakah Barcelona mengalihkan perhatian kami? Itu tak boleh terjadi. Sekarang kami harus menjaga kepala kami, karena kami memiliki tujuan yang kami tak bisa gagal,”.

Juventus akan menghadapi Napoli dalam ajang kompetisi Liga Serie A pada tanggal 3 April 2017, sedangkan menghadapi Napoli dalam ajang kompetisi Coppa Italia, Juventus akan bertemu lagi tiga hari kemudian tanggal 6 April 2017. Di lain pihak Juventus akan menghadapi Barcelona dalam ajang kompetisi Liga Champions pada tanggal 12 April mendatang.

Hasil Pertandingan Serie A AC Milan Vs Genoa 19 Maret 2017 1-0

Hasil Pertandingan Serie A AC Milan Vs Genoa 19 Maret 2017 1-0, Hasil Pertandingan Serie A AC Milan Vs Genoa 19 Maret 2017, Hasil Pertandingan Serie A AC Milan Vs Genoa, Serie A, AC Milan Vs Genoa, AC Milan, Genoa
AC Milan Vs Genoa 19 Maret 2017 1-0

AC Milan masih berusaha untuk mencoba meraih  kesemptan untuk bermain di liga Eropa pada musim depan, karena itulah mereka berusaha untuk mengantongi poin disetiap pertandingan. Walaupun cukup berat mengingat waktu yang mereka miliki yaitu 10 pertandingan lagi, namun kesempatan tersebut masih terbuka lebar, apalagi selisih poin mereka dengan peringkat kelima klasemen hanya berjarak empat poin saja.

Tanggal 19 Maret 2017 kemarin, pukul 02.45 WIB, Milan menghadapi peringkat keenambelas klasemen sementara yang diisi oleh Genoa. Dalam pertandingan tersebut akhirnya mereka mendapatkan poin penuh lagi setelah sebelumnya takluk oleh Juventus dengan skor tipis 2-1.

Pada pertandingan yang diselenggarakan di Stadio Giuseppe Meazza, Milan tak dapat menurunkan pemain andalannya, sebut saja Calos Bacca, Jose Sosa dan Alessio Romagnoli yang terkena hukuman kartu. Belum lagi Suso, Ignazio Abate, Riccardo Montolivo dan Giacomo Bonaventura yang sedang mengalami cedera.

Namun untungnya mereka Vincenzo Montella selaku pelatih mampu mengatasi kendala tersebut dan mampu menaklukan sang tamu walau dengan skor tipis.

Dalam pertandingan tersebut pada dasarnya Milan mampu mendomiasi pemainan baik penguasaan maupun menciptakan peluang. Sempat Genoa mampu mengimbagi serangan dari Milan di babak pertama namun setelah kebobolan mereka sepertinya lebih berhati hati dalam melakukan penyerangan.

Saat pertandingan baru dimulai Milan mengganti pemainnya yaitu Andrea Bertolacci dengan Manuel Locatelli karena cedera yang dialaminya kambuh lagi. Locatelli pun langsung melakukan serangan pembuka namun terlalu melebar ke kiri gawang.

Adel Taarabt di menit ke 11 mampu meluncurkan serangan menuju pokok kanan bawah gawang namun ada Gianluigi Donnarumma yang mengatasi hal tersebut. Enam menit kemudian, Juraj Kucka mampu melayangkan tembakkan menuju mulut gawang namun berhasil di blok oleh pemain lawan.

Akhirnya dimenit ke 33 perjuangan Milan membuahkan hasil. Gianluca Lapadula mampu memberikan umpan kepada Matias Fernandez dan diteruskan melewati Eugenio Lamanna, sang kiper. Skor perdana untuk Milan 1-0. Hingga turun minum skor masih sama.

Babak kedua pun dimulai. Milan mulai agresif menyerang terutama dari tendangan pojok. Dimenit ke 55 Lapadulla sempat mencetak gol namun dihalangi oleh kiper lawan.

Pertandingan pun semakin alot. Kedua tim mencoba merotasi para pemainnya namun sayangnya hingga babak kedua usai papan skor tak berubah.

Dengan hasil ini Milan tetap berada diperingkat ke 7 dan Genoa tetap berada diperingkat ke 16 klasemen sementara minggu ini.

 

 

 

Milan Ingin Targetkan 20 Poin Lagi Demi Liga Eropa

Vincenzo Montella, Vincenzo Montella AC Milan, AC Milan, AC Milan vs Genoa, Serie A
Vincenzo Montella

Selaku pelatih dari AC Milan,Vincenzo Montella telah menganalisa kemunkinan untuk mendapatkan tiket menuju kompetisi Liga Eropa. Menurutnya Milan harus mampu mengumpulkan paling sedikit 70 poin seandainya mereka ingin bermain di liga tersebut musim depan. Dan tentunya hal ini berarti timnya harus bermain dengan performa lebih baik lagi untuk dapat mencapai jumlah tersebut.

Saat ini Milan masih berada diperingkat ke tujuk klasemen sementara di Liga Italia Serie A 2016-2017. Mereka perlu dua peringkat lagi untuk mendapatkan kesempatan bermain di Liga Eropa. sementara Inter sudah mampu menyusul Millan dan mengamankan diri untuk mendapatkan tiket tersebut.

Namun dengan perolehan saat ini mereka hanya memiliki 50 poin dan perlu 70 poin lagi untuk dapat mengamankan diri di akhir musim ini. Namun mereka masih memiliki kesempatan karena memiliki selisih empat poin dengan pemegang tiket terakhir di zona amannya.

Poin 70 tersebut dianalisa oleh Montella dari hasil akhir kopetisi musim lalu. Tim yang dapat mengumpulkan 70 poin, sepertinya sudah mampu berada di peringkat empat klasemen dan mendapatkan kesempatan bermain di Europa League. Dan karena itulah, Ia ingin timnya juga harus mengumpulkan poin dengan jumlah tersebut agar dapat bermain di Eropa musim depan.

Pada pertandingan putaran ke 29 mendatang, Milan akan menghadapi  peringkat ke 16 klasemen yang diisi oleh Genoa dikandang sendiri, Stadio Giuseppe Meazza. Pertadingan yang diselenggarakan pada harin Minggu tanggal 19 Maret 2017 mendatang, Milan akan berusaha sekuat tenaga untuk menjebol Genoa dan mendapatkan poin penuh mengingat pertandingan tersisa yaitu hanya tinggal 10 kali lagi.

Namun Montella percaya timnya mampu melakukannya. Ia megatakan saat sebelum wawancara dengan pers sebelum pertandingan dengan Genoa dimulai. “Tahun ini kualitas [Milan] meningkat. Saya tak tahu berapa poin yang kami butuhkan untuk masuk ke kompetisi Eropa, mungkin sekitar 70. Semakin banyak tim yang bertarung untuk kompetisi Eropa makin bagus, tapi kami hanya fokus pada diri kami sendiri. Lawan-lawan kami sudah berjuang keras, tapi saya yakin jika kami memberikan yang terbaik, kami akan mencapai target kami tersebut,”.

Montella Belum Mau Menyerah Untuk Ke Liga Eropa

Vincenzo Montella AC Milan, Vincenzo Montella, AC Milan, Serie A
Vincenzo Montella – AC Milan

Vincenzo Montella selaku pelatih dari AC Milan, belum lama ini memastikan bahwa pasukan yang diasuhnya masih berada dalam jalur perburuan tiket menuju Liga Eropa musim depan walaupun saat ini mereka berada di peringkat ke tujuh, dua peringkat dibawah target posisi yang diincarnya.

Pertandingan terbaru mereka di Liga Italia Serie A membuat mereka gagal menaikan posisi mereka untuk pekan ini padahal peringkat diatasnya yang diisi oleh Atalanta di putaran lalu tak mendapatkan poin karena dipermalukan saat menghadapi Inter dengan skor 7-1.

Milan pun juga mengalami hal yang serupa , mereka takluk saat menghadapi peringkat pertama klasemen yang diisi oleh Juventus dengan skor 2-1, padahal mereka sempat menyamakan kedudukan oleh aksi Carlos Bacca namun secara dramatis mereka ditaklukan oleh penalti Paulo Dybala dimenit terakhir injury time babak kedua.

Dengan hasil tersebut mereka kembali menjauh dari tiket Liga Eropa musim depan, apalagi tiket menuju Liga Champions, jauh dari harapan dengan waktu tersisa 10 pertandingan lagi. Saat ini mereka telah mengumpulkan 50 poin  dari 28 laga yang telah dilewati.

Meskipun demikian, Milan pada dasarnya hanya memiliki selisi dua poin dengan peringkat diatasnya dan jika ingin merebut tiket menuju Liga Eropa, maka Ia perlu minimal mengejar selisih poin yang saat ini diperingkat ke 5 yang diisi oleh Inter yaitu sebanyak 4 poin lagi.

Hal ini membuat pelatih Milan tak ingin menyerah begitu saja. Ia bersikeras bahwa pasukannya masih mampu mencapai minimal peringkat kelima di Serie A setelah musim ini berakhir. Ia mengatakan hal tersebut kepada Milan News dan Mediaset Premium, “Kami sepenuhnya dalam perlombaan untuk tempat Eropa, meskipun level tujuh besar atau delapan tim telah tumbuh dibandingkan musim lalu, Kami memiliki peluang bagus untuk mencapai itu, meskipun kami perlu melakukan sesuatu yang luar biasa untuk sampai ke sana. Kami harus melakukan yang terbaik dan kami siap,”.

Pada hari Minggu besok tanggal 19 Maret 2017, Milan akan mencoba peruntungan kembali saat menghadapi Genoa di putaran ke 29 mendatang dan berharap poin penuh lagi untuk mendongkrak peringkatnya.

Calabria Puji Lulusan Akademi Milan Yang Lolos Ke Tim Senior

davide calabria Gianluigi Donnarumma Manuel Locatelli AC Milan, davide calabria Gianluigi Donnarumma Manuel Locatelli,  AC Milan, davide calabria, Gianluigi Donnarumma, Manuel Locatelli, Serie A
Calabria – Donnarumma – Locatelli AC Milan

Davide Calabria yang merupakan pemain belakang kanan dari Milan, sempat mengungkapkan pujiannya terhadap para lulusan akademi dari AC Milan, terutama yang telah berhasil masuk dalam jajaran tim utama seperti dua rekannya Manuel Locatelli dan Gianluigi Donnarumma.

Donnarumma yang berada diposisi sebagai penjaga gawang utama Milan, kini telah mampu bermain secara rutin terutama sejak paruh musim kemarin padahal usianya saat itu belum genap 17 tahun. Namun walaupun masih sangat muda, pemain asal Italia tersebut mampu menampilkan performa yang memukau dan mampu menahan banyak serangan lawan. Donnarumma pun juga sempat merasakan perjuangan bersama Milan saat menaklukan Juventus dalam ajang babak adu penalti di final Piala Super Italia dan menyabet gelar juara dimusim ini.

Hal yang sama juga dialami oleh Locatelli. Pemain gelandang yang berusia 19 tahun pada Januari kemarin, mampu menjalani pertandingan perdananya hampir bersamaan dengan Donnarumma merumput. Hanya saja ia baru mulai mendapat kepercayaan menjadi pasukan inti mulai musim ini. Ia pun juga menjadi bagian dalam Milan saat tim yang diasuh oleh Vincenzo Montella menjadi juara akhir tahun lalu.

Calabria yang berusia 20 tahun sejak Desember pun termasuk jebolan dari akademi Milan. Walaupun pada musim lalu ia sudah masuk ke tim senior, namun hingga saat ini ia telah melakukan 16 kali pertandingan di lintas kompetisi bersama Milan. Hanya saja beberapa minggu terakhir Ia harus absen karena mengalami cedera.

Seperi yang dituliskan oleh Football Italia, Calabria mengatakan, “Dalam dua tahun terakhir, terdapat sejumlah pemain muda yang menembus tim utama. Loca dan Donnarumma yang paling dikenal. Gigi sudah menjadi pemain reguler di tim nasional dan Anda selalu melihat hal yang istimewa darinya,”

Ia melanjutkan, “Locatelli menjalani musim yang hebat, tak ada yang menduga seperti ini. Saya sendiri juga berharap bisa membantu tim musim ini, saya punya beberapa masalah [cedera]. Menyenangkan bisa berada di tim utama bersama-sama karena kami sudah kenal sejak lama,”.

Hari Minggu besok Milan akan menghadapi Genoa di kandang sendiri untuk melanjutkan perjuangannya mendongkrak ke posisi yang lebih baik di Serie A.

Khedira Ingin Juventus Kuasai Liga Champions

sami khedira juventus, sami khedira, juventus, Champions League, Serie A
Sami Khedira – Juventus

Sami Khedira selaku pemain gelandang dari Juventus belum lama ini mengungkapkan keinginan dari klubnya untuk menguasai ajang Liga Champions. Padahal saat ini mereka sudah menguasai liga domestik Serie A hingga pekan ini yang berada diperingkat pertama. Malah lima musim sebelumnya, mereka juga telah menjuarainya secara berturut turut.

Memang untuk kompetisi Liga Champions, Juventus sudah lama tak memboyong piala tersebut. Tercatat mereka baru dua kali menyabet gelar tersebut sejak tahun 1985 dan terakhir 1996. Namun saat gagal di final, mereka telah melakukannya sebanyak enam kali yaitu tahun 1973, 1983, 1997, 1998, 2003 dan terakhir 2015. Tiga musim belakangan dikuasai oleh rakasasa sepak bola Spanyol yaitu Real Madrid dan Barcelona.

Seperti yang dilansir oleh La Replubica, Khedira mengatakan “Adalah sebuah kewajiban untuk mencoba memenangkan Liga Champions,”

Namun Ia menyadari bahwa menyabet gelar Liga Champions bukanlah hal yang mudah untuk dapat terwujud.  Ambisi saja tak cukup untuk membuat Juventus memenangkan laga ini, mereka perlu konsistensi dalam permainan dan selebihnya bergantung pada faktor kerberuntungan.

Ia mengatakan, “Diperlukan sebuah stabilitas jika ingin menjadi juara di Liga Champions. Permainan yang bagus dan juga keberuntungan,”.

Kemungkinan Juventus untuk memboyong pulang piala tersebut dimusim ini cukup besar. Pasalnya pasukan yang dikomandoi oleh Massimiliano Allegri kini sudah mampu menampilkan perfoma yang cukup apik. Apalagi kualitas pemainnya juga sudah sangat mendukung untuk dapat mewujudkan hal tersebut sehingga memudahkan sang pelatih melakukan rotasi tanpa takut kualitas tim menurun.

Belum lagi formasi All Star terbaru yang diracik oleh sang pelatih, mampu menjebol gawang manapun, sebut saja Gonzalo Higuain, Paulo Dybala, Mario Mandzukic, Miralem Pjanic, Juan Cuadrado termasuk dirinya sendiri.

Pada babak perdelapan final Liga Champions di musim ini, Juventus telah mampu unggul saat menghadapi Porto di leg pertama dengan selisih 2 gol dengan skor 0-2 di Doa Dragao, Portugal tanggal 2 Februari lalu. Namun besok tanggal 15 Maret, Juventus akan menjalani leg kedua di Juventus Stadium dan hanya perlu menahan semua serangan dari Porto dan jika perlu menambahkan gol lagi untuk lebih amannya lagi.

Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017 3-0

Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017 3-0, Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017, Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017, Hasil Pertandingan Serie A Napoli Vs Crotone, Serie A, Napoli Vs Crotone, Napoli, Crotone
Napoli Vs Crotone 12 Maret 2017 3-0

Tanggal 12 Meret 2017 pukul 21.00 WIB kemarin, Napoili menghadapi peringkat kedua dari dasar klasemen yang diisi oleh Crotone. Dalam laga yang diadakan di San Paolo Stadium mereka berhasil memperoleh poin penuh dan mencatatkan Clean sheet 3-0.

Pada pertandingan tersebut memang Napoli sangat mendominasi pemainan terutama dalam hal penguasaan bola. Tercatat mereka mampu menguasai sekitar 80% lebih bola dibandingkan sang tamu. Mereka pun unggul dalam hal menciptakan peluang. Meskipun demikian, pertahanan Crotone juga cukup tangguh mengingat dua dari tiga gol yang didapatkan Napoli, dihasilkan karena tendangan penalti.

Napoli membangun serangan melalui aksi dari Jose Callejon, Lorenzo Insigne dan Ivan Strinic namun sayangnya belum membuahkan hasil hungga menit ke20. Crotene pun juga sempat melakukan serangan melalui Marcello Trotta sayangnya tembakannya melebar kekanan gawang.

Di menit ke 31 Marko Rog melakukan sliding dengan ceroboh didalam kotak terlarang dan akhirnya dijatuhi hukuman tendangan penlati. Insigne mengeksekusi tendangan tersebut dan mampu mengantarkannya ke sisi kiri gawang. Skor menjadi 1-0.

Dimenit ke 41 Leonardo Pavoletti sempat mendapatkan peluang emas dari umpan lambung namun setelah ditembakkan, Alex Cordaz mampu mengatasinya. Hingga turun minum skor masih sama.

Setelah babak kedua dimulai  Pavoletti mencoba peruntungan di menit ke 51 melalui sundulannya namun terlalu tinggi akhirnya dimenit ke 62, Ia digantikan oleh Dries Mertens oleh pelatih mereka yaitu Maurizio Sarri. Namun tiga menit kemudian Mario Sampirisi menjatuhkan pemain Napoli dikotak terlarang dan akhirnya mereka diganjar lagi tendangan penalti.

Kali ini Mertens mengeksekusi tendangan tersebut dan hasilnya sangat memuaskan. Dengan mulus ia menjebol ke sisi kiri gawang dan membuat skor mengganda menjadi 2-0.

Hanya berselang empat menit kemudian skor bertambah lagi untuk tuan rumah. Kali ini Jorginho memberikan umpan kepada Insigne kedalam kotak penalti dan membenamkannya pojok kiri gawang  tak terjangkau Cordaz. Skor menjadi 3-0 hingga babak kedua berakhir.

Dengan demikian, Napoli masih menduduki peringkat ketiga setelah rivalnya AS Roma yang tadi pagi bertanding menghadapi Palermo meraih tiga poin. Sementara Crotone masih mendiami zona degradasi diperingkat ke 19.